Dalam menyambut tanggal 17 Agustus, Viman Benahi Dadaha di Tasikmalaya melakukan perbaikan; jalur joging ditata ulang dan penerangan ditingkatkan.

By Jurnalis Berita

🌍 Translate this article:

TASIKMALAYA, Thecuy.com – Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan, mulai memperketat penataan kawasan Dadaha setiap akhir pekan.

Tujuannya bukan hanya menjaga kebersihan, tapi juga menciptakan zona olahraga yang nyaman dan aman, sekaligus menjadi penggerak ekonomi warga menjelang HUT ke-81 RI.

Langkah tersebut diawali dengan apel kesiapsiagaan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD), dinas hingga UPTD di kawasan Dadaha, Sabtu (1/8/2026).

Mojang Jajaka Kabupaten Tasikmalaya mendorong budaya daur ulang sampah dan memulai edukasi siswa di sekolah; Kapolres baru Tasikmalaya Kota siap melanjutkan prestasi, AKBP Andi meninggalkan pesan bahwa pintu selalu terbuka.

Viman mengatakan, Sabtu dan Minggu merupakan periode dengan jumlah pengunjung tertinggi, sehingga semua elemen pemerintah harus memastikan layanan dan kondisi kawasan dalam keadaan optimal.

“Karena Dadaha ini setiap Sabtu dan Minggu ramai pengunjung. Ini pusat olahraga, pusat ekonomi, sekaligus pusat wisata. Jadi semua OPD, dinas, dan UPTD harus mengecek kesiapan menghadapi akhir pekan,” ujar Viman.

Ia menjelaskan, penataan difokuskan pada tiga sektor utama. Pertama, penertiban pedagang yang masih berjualan di area jogging track lingkar dalam Dadaha agar aktivitas olahraga masyarakat tidak terganggu.

Menurutnya, lintasan lari harus kembali menjadi ruang yang nyaman bagi warga tanpa terhalang aktivitas berjualan.

Fokus kedua adalah mengoptimalkan fungsi kolam retensi di kawasan Taman Dadaha. Viman menilai keberadaan kolam tersebut harus dimaksimalkan sebagai solusi mengurangi genangan air saat hujan.

Selanjutnya, Pemkot juga memperkuat aspek keamanan dan kenyamanan melalui peningkatan penerangan. Saat ini tujuh titik lampu telah diaktifkan, namun Viman meminta seluruh lampu yang sudah terpasang di lingkar luar Dadaha kembali difungsikan.

“Supaya malam hari masyarakat juga nyaman beraktivitas di sekitar Dadaha,” katanya.

Pengusaha muda Tasikmalaya melaporkan akun media sosial ke polisi, membantah tuduhan penghinaan budaya dan framing negatif; preserving national symbols, the way the people of Cintarasa, Tasikmalaya, nurture grassroots nationalism ahead of Independence Day.

Selain itu, ia memastikan kondisi bekas Stasiun Pengolahan Akhir (SPA) terus membaik. Area tersebut kini telah bersih dan tidak lagi menimbulkan bau menyengat.

Ke depan, Pemkot berencana mengubah kawasan tersebut menjadi ruang publik yang lebih produktif. Konsep yang disiapkan mengarah pada area berkumpul setelah berolahraga, menyediakan tempat duduk, spot menikmati kopi, dan peluang aktivitas ekonomi masyarakat.

Viman bahkan membayangkan kawasan tersebut dapat berkembang layaknya ruang publik modern seperti Gelora Bung Karno (GBK), memanfaatkan keberadaan kolam retensi sebagai daya tarik tambahan.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Terimakasih sudah mengunjungi thecuy . 🙂

Tinggalkan Balasan