Pemerintah Kota Tasikmalaya dan DPRD sepakat melanjutkan program prioritas meskipun menghadapi defisit APBD sebesar Rp182 miliar.

By Jurnalis Berita

🌍 Translate this article:

Kekhawatiran akan defisit anggaran Kota Tasikmalaya yang diproyeksikan mencapai Rp182 miliar mulai diatasi dengan pendekatan anggaran yang lebih fleksibel. Pemerintah Kota Tasikmalaya dan Badan Anggaran DPRD pun mengadakan coffee morning untuk menyamakan persepsi dan mencegah defisit berubah menjadi bola salju yang tidak terkendali. Pertemuan yang berlangsung di Ruang Rapat Sekretaris Daerah pada Senin (13/7/2026) menghasilkan kesepakatan untuk menghidupkan kembali program-program pemerintah yang sebelumnya dihentikan melalui surat edaran, dengan mengutamakan skala prioritas.

Asam nitrat hingga senjata disita dari rumah eks napi teroris, misteri ledakan Dadaha Tasikmalaya makin terungkap. Motif ledakan Dadaha Tasikmalaya terungkap, polisi pastikan murni perselisihan pribadi, bukan aksi teror.

Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan, menegaskan bahwa pertemuan tersebut bukan sekadar ajang silaturahmi eksekutif-legislatif, melainkan forum diskusi untuk mengatasi tekanan fiskal daerah. “Kita membangun kesepahaman mengenai peta fiskal Kota Tasikmalaya. Tantangannya luar biasa sehingga semangatnya juga harus luar biasa. Dari diskusi itu muncul berbagai solusi untuk menyikapi kondisi keuangan daerah,” ujarnya kepada Radar.
Menurut Viman, semua program pemerintah pada dasarnya penting, namun keterbatasan fiskal mengharuskan pemerintah menetapkan prioritas berdasarkan dampak bagi masyarakat. Sebelumnya, seluruh program ditahan melalui surat edaran sebagai upaya menyelaraskan belanja daerah. Setelah dilakukan pemetaan bersama DPRD, program yang dinilai paling prioritas akan kembali dilaksanakan.
“Semuanya memang prioritas, tetapi harus ada prinsip keadilan. Mana yang paling berdampak kepada masyarakat, itu yang didahulukan,” katanya.
Topik utama pembahasan dalam pertemuan tersebut adalah strategi mengurangi defisit anggaran daerah.

Literasi keuangan Tasikmalaya diperkuat, OJK bidik 98 ribu warga lewat agen CAANGL. Ledakan gerobak di Dadaha Tasikmalaya diduga dipicu emosi eks napi teroris.

Pemerintah akan menggunakan prognosa realisasi pendapatan dan belanja selama enam bulan pertama sebagai dasar menentukan langkah pada sisa tahun anggaran. Viman mengakui opsi pembiayaan melalui pinjaman memang tersedia, namun pinjaman tersebut bukan untuk menutup defisit operasional tahun berjalan.
Menurutnya, skema pinjaman kepada PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) maupun PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PII) hanya diperuntukkan bagi proyek infrastruktur yang memiliki manfaat jangka panjang dan harus direncanakan secara matang bersama DPRD.
“Pinjaman bukan untuk menutup defisit atau kas tahun berjalan. Kalau pun ada, harus untuk proyek yang berdampak, seperti infrastruktur dan peningkatan layanan dasar,” tegasnya.

Baca juga berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan