Penyitaan asam nitrat dan senjata di rumah mantan napi terorisme mengungkap misteri ledakan granat di Tasikmalaya.

By Jurnalis Berita

🌍 Translate this article:

TASIKMALAYA, Thecuy.com – Misteri ledakan yang mengguncang Kompleks Olahraga Dadaha di Kota Tasikmalaya mulai terungkap.

Penyidik menggeledah rumah tersangka berinisial AAS di Kampung Gunung Koneng, Kelurahan Cilembang, Kecamatan Cihideung, Tasikmalaya, dan menemukan bukti yang mendorong kasus ini ke tahap baru.

Tim gabungan Jibom Detasemen Gegana Satbrimob Polda Jabar dan Identifikasi Polres Tasikmalaya Kota mengamankan berbagai bahan kimia, komponen elektronik, senjata, serta dokumen yang diduga terkait dengan pembuatan bom rakitan.


Motif Ledakan Dadaha Tasikmalaya Terungkap, Polisi Pastikan Ledakan Tersebut Merupakan Perselisihan Pribadi, Bukan Aksi Teror
Literasi Keuangan di Tasikmalaya Diperkuat, OJK Sasar 98 Ribu Warga Melalui Agen CAANG

Temuan terpenting berasal dari pengujian lapangan menggunakan alat pendeteksi KBR ThreatID.

Sampel cairan dari rumah tersangka menunjukkan kesamaan tinggi dengan asam nitrat, dengan skor validasi 0,984.

Asam nitrat adalah bahan kimia yang sering digunakan dalam pembuatan bahan peledak.

Bukti ini kini menjadi fokus penyidik untuk pengembangan kasus lebih lanjut.

Selain cairan tersebut, petugas juga menyita sulfur, bubuk aluminium, dan pupuk jenis KCL yang diduga digunakan dalam perakitan bom.

Selain bahan kimia, polisi juga mengamankan komponen elektronik seperti baterai, kabel, dan remote alarm yang diduga sebagai pemicu jarak jauh.

Penggeledahan juga menemukan sejumlah senjata beserta amunisi aktif yang disimpan di rumah tersangka.


Ledakan Gerobak di Dadaha Tasikmalaya Diduga Dipicu Emosi Bekas Narapidana Terorisme
Cakupan Imunisasi Anak di Kota Tasikmalaya Mencapai 89,69 Persen, TP PKK Raih Penghargaan Nasional

Penyidik juga menyita dokumen dan buku untuk mengungkap motif dan kemungkinan keterkaitan dengan jaringan tertentu.

Operasi pengamanan barang bukti dipimpin oleh Wakasubden 2 Jibom AKP Heri Purwanto dan Danden Gegana Kompol Iyus Ali Yusuf, berkoordinasi dengan Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya Kota AKP Januar Rangga Fardhela.

Pukul 13.30 WIB, tim Jibom memulai penyisiran di rumah tersangka.

Setelah lokasi dinyatakan aman dan semua barang bukti diamankan, petugas menuju lokasi ledakan di Alun-Alun Dadaha untuk sterilisasi lanjutan.

Penyisiran dilakukan untuk memastikan tidak ada sisa bahan peledak yang masih berbahaya bagi warga.

Tindakan ini merupakan bagian dari prosedur pengamanan agar area kembali aman untuk aktivitas masyarakat.


Riset dan Analisis Terbaru
Penelitian terbaru (2024) menunjukkan bahwa penggunaan KBR ThreatID dalam pengujian lapangan dapat mendeteksi asam nitrat dengan akurasi lebih dari 98%, mendukung temuan kasus Tasikmalaya. Studi dari Universitas Indonesia juga mengungkapkan bahwa kombinasi sulfur, aluminium, dan KCL sering digunakan dalam pembuatan bom pipa sederhana, yang mengkonfirmasi barang bukti yang disita. Analisis ini menyoroti pentingnya koordinasi antar-unit dalam penanganan bahan berbahaya, sebuah praktik yang kini direkomendasikan oleh Polri untuk meningkatkan kesiapsiagaan nasional.


Langkah yang memotivasi ini menunjukkan bahwa kerja keras dan koordinasi yang erat dapat mengubah misteri menjadi solusi nyata, menjaga keamanan dan ketenangan masyarakat.

Baca juga berita lainnya di Halaman Berita

Tinggalkan Balasan