
PANGANDARAN, Thecuy.com – Profesionalisme birokrasi Kabupaten Pangandaran kembali menjadi sorotan.
Ketua Presidium Pemekaran Kabupaten Pangandaran, Supratman, mengingatkan agar pengangkatan pejabat, terutama kepala dinas, tidak terjebak pada faktor kedekatan dengan pimpinan.
Kompetensi, rekam jejak, dan kemampuan menghasilkan kinerja nyata harus menjadi ukuran utama.
Stok Darah RSUD dr. Soekardjo Terbantu, Ratusan Prajurit Macan Putih Turun Tangan. Retribusi Kios Pasar Kota Tasikmalaya Bakal Naik 25 Persen, Pedagang Minta Tunggakan Dihapus.
Menurut Supratman, jabatan strategis di lingkungan pemerintah daerah bukan sekadar posisi administratif.
Pejabat yang mendudukinya harus mampu menerjemahkan kebijakan menjadi program yang terukur dan memberikan dampak langsung bagi masyarakat.
Karena itu, ia mengusulkan agar setiap calon pejabat yang mengikuti promosi jabatan strategis diwajibkan menyusun rencana kerja jangka menengah.
Gagasan tersebut dinilai dapat menjadi instrumen untuk menguji kapasitas calon sekaligus memastikan target pembangunan tidak berhenti sebatas janji di atas kertas.
“Si A yang dipromosikan kepala dinas itu harus membuat rencana kerja. Dari sekian nominasi calon-calon itu suruh buat rencana kerja lima tahunan, nanti kita uji satu tahun, bagus apa tidak,” kata Supratman, Kamis (22/10/2026).
Menurut dia, rencana kerja tersebut harus memuat target yang jelas dan memungkinkan evaluasi dilakukan secara berkala.
Dengan begitu, kemampuan seorang pejabat tidak hanya dinilai dari kelengkapan persyaratan administrasi, tetapi juga dari kualitas perencanaan, kepemimpinan, serta realisasi program.
Ironis, Warga Belakang Bale Kota Tasikmalaya Kesulitan Air Bersih. Kota Tasikmalaya Gaungkan Santri Melek Teknologi dan Inovasi.
Melalui mekanisme tersebut, pemerintah daerah diharapkan memiliki tolok ukur yang lebih objektif dalam menentukan pejabat.
Sebab, menempatkan seseorang pada jabatan penting tanpa mempertimbangkan kompetensi berisiko membuat program pembangunan kehilangan arah dan target hanya menjadi formalitas.
“Kalau profesionalisme sudah diterapkan di Pangandaran, yakin Pangandaran akan bekerja dengan baik,” ujarnya.
Supratman menilai, pembenahan tata kelola birokrasi menjadi salah satu kunci untuk mempercepat pembangunan Kabupaten Pangandaran.
Kepala daerah, menurut dia, tidak mungkin bekerja sendirian tanpa dukungan aparatur yang kompeten dan bertanggung jawab sesuai bidang masing-masing.
Ia berharap momentum Milangkala ke-14 Kabupaten Pangandaran tidak hanya menjadi agenda perayaan hari jadi.
Momen tersebut semestinya dimanfaatkan untuk mengevaluasi capaian pembangunan sekaligus mengukur sejauh mana kebijakan pemerintah benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.
Supratman mengakui pembangunan infrastruktur jalan telah menunjukkan perubahan.
Baca juga Berita lainnya di News Page
Terimakasih sudah mengunjungi thecuy . 🙂

Saya adalah jurnalis di thecuy.com yang fokus menghadirkan berita terkini, analisis mendalam, dan informasi terpercaya seputar perkembangan dunia finansial, bisnis, teknologi, dan isu-isu terkini yang relevan bagi pembaca Indonesia.
Sebagai jurnalis, saya berkomitmen untuk:
Menyajikan berita yang akurasi dan faktanya terverifikasi.
Menulis dengan bahasa yang mudah dipahami, namun tetap menjaga integritas jurnalistik.
Menghadirkan laporan mendalam yang memberi perspektif baru bagi pembaca.
Di thecuy.com, saya tidak hanya melaporkan berita, tetapi juga berupaya menganalisis tren agar pembaca dapat memahami konteks di balik setiap peristiwa.
📌 Bidang Liputan Utama:
Berita Terbaru & ekonomi, keuangan.
Perkembangan teknologi dan inovasi digital.
Tren bisnis dan investasi.
Misi saya adalah membantu pembaca mendapatkan informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipercaya, sehingga mereka bisa membuat keputusan yang lebih cerdas dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia usaha.
📞 Kontak
Untuk kerja sama media atau wawancara, silakan hubungi melalui halaman Kontak thecuy.com atau email langsung ke [email protected].