Pemerintah Tetapkan Rencana Perjalanan Haji 2027, Jadwal Keberangkatan hingga Pemulangan Lengkap

By Jurnalis Berita

🌍 Translate this article:

Thecuy.com – Pemerintah melalui Kementerian Haji dan Umrah menetapkan Rencana Perjalanan Haji (RPH) 1448 Hijriah/2027 Masehi. Jadwal ini menjadi acuan tahapan keberangkatan, pelaksanaan ibadah, hingga pemulangan jemaah ke Tanah Air.

Berdasarkan jadwal yang ditetapkan, jemaah haji mulai masuk asrama pada 10 April 2027. Pemberangkatan kloter pertama menuju Madinah dijadwalkan berlangsung pada 11 April 2027, sementara seluruh rangkaian operasional haji ditargetkan selesai pada 20 Juni 2027.

Rincian jadwal haji 2027

Penetapan RPH tersebut tertuang dalam Keputusan Direktur Jenderal Pelayanan Haji Nomor 26 Tahun 2026 tertanggal 29 September 2026. Penyusunannya mengacu pada kalender Ummul Qura yang digunakan di Arab Saudi.

Dalam jadwal yang diumumkan, tahapan penyelenggaraan haji 2027 dibagi ke dalam beberapa periode penting, mulai dari keberangkatan gelombang pertama hingga pemulangan gelombang terakhir.

  • 10 April 2027: jemaah mulai check‑in ke asrama haji
  • 11‑25 April 2027: gelombang pertama berangkat dari Tanah Air menuju Madinah
  • 26 April‑10 Mei 2027: gelombang kedua berangkat dari Tanah Air menuju Jeddah
  • 14 Mei 2027: jemaah bergerak dari Mekah menuju Arafah
  • 15 Mei 2027: puncak ibadah wukuf di Arafah
  • 16 Mei 2027: Iduladha 1448 H
  • 17‑19 Mei 2027: hari‑hari Tasyrik
  • 21 Mei‑4 Juni 2027: gelombang pertama dipulangkan via Bandara King Abdul Aziz, Jeddah, menuju Indonesia
  • 5‑20 Juni 2027: gelombang kedua dipulangkan via Bandara Pangeran Mohammad bin Abdul Aziz, Madinah, menuju Indonesia

Pedoman untuk persiapan lebih awal

Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah, Maria Assegaf, menyatakan bahwa kepastian jadwal perjalanan ini memberi peluang bagi calon jemaah untuk memulai persiapan lebih awal. Menurutnya, jadwal yang jelas akan membantu jemaah menyiapkan diri agar perjalanan ke Tanah Suci lebih mudah, aman, dan nyaman.

Sekretaris Jenderal Kementerian Haji dan Umrah, Teguh Dwi Nugroho, menegaskan bahwa RPH merupakan instrumen penting untuk memastikan seluruh tahapan penyelenggaraan berjalan terkoordinasi. Ia mengatakan penyelenggaraan haji membutuhkan kesiapan banyak pihak sejak jauh hari, termasuk dalam perencanaan, mobilisasi, dan pelayanan jemaah.

Teguh juga menekankan pentingnya koordinasi antarpihak penyelenggara agar aspek teknis dan keselamatan jemaah tetap terjaga. Karena itu, jadwal perjalanan yang sudah ditetapkan menjadi pedoman bersama bagi seluruh unsur yang terlibat.

Meski demikian, pemerintah tetap membuka kemungkinan penyesuaian apabila terjadi perubahan penetapan kalender Hijriah atau kebijakan dari Pemerintah Kerajaan Arab Saudi. Penyesuaian akan dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku.

Kementerian Haji dan Umrah juga mengimbau calon jemaah untuk terus memantau saluran informasi resmi kementerian agar memperoleh pembaruan terbaru terkait penyelenggaraan ibadah haji 2027.

        <!-- CONTENT END 1 -->

Baca juga berita lain di News Page

Terima kasih telah mengunjungi thecuy. 🙂

Tinggalkan Balasan