ASDP Tingkatkan Layanan Penyeberangan untuk 46 Juta Penumpang di 2025

By Jurnalis Berita

🌍 Translate this article:

Thecuy.com – PT ASDP Indonesia Ferry berkomitmen untuk meningkatkan layanan penyeberangan bagi sekitar 46 juta penumpang sepanjang tahun 2025. Rute utama yang menjadi sorotan adalah Merak‑Bakauheni dan Ketapang‑Gilimanuk, yang mencatat total sekitar 33 juta penumpang. Sekitar 20 juta penumpang menggunakan rute Merak‑Bakauheni dan 13 juta penumpang menggunakan rute Ketapang‑Gilimanuk.

Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry, Heru Widodo, menegaskan bahwa tingginya mobilitas penumpang di kedua rute ini mencerminkan peran strategis mereka dalam mendukung pergerakan masyarakat dan distribusi logistik antara pulau Jawa, Sumatra, dan Bali. “Merak‑Bakauheni dan Ketapang‑Gilimanuk bukan sekadar jalur penghubung antarpulau, tetapi juga bagian penting dari pergerakan ekonomi nasional. Setiap hari, masyarakat dan kendaraan logistik mengandalkan kedua rute ini, sehingga keandalan pelayanan menjadi prioritas kami,” jelasnya.

Rute penyeberangan yang dikelola ASDP secara nasional mencatat lebih dari 46 juta penumpang pada tahun 2025, dengan operasional yang terdiri atas 27 cabang, 320 rute, 37 pelabuhan, dan 225 kapal. Dari total rute tersebut, 229 di antaranya merupakan rute perintis dan 91 rute komersial yang mendukung konektivitas antardaerah, termasuk wilayah tertinggal, terdepan, terluar, dan perbatasan.

Heru juga menjelaskan bahwa pengelolaan penyeberangan tidak hanya bergantung pada jumlah kapal, tetapi juga pada kesesuaian kapasitas kapal dan dermaga, kecepatan bongkar muat, pola kedatangan kendaraan, serta kondisi perairan. “Kelancaran penyeberangan membutuhkan pengelolaan yang terintegrasi, mulai dari pengaturan kendaraan di pelabuhan hingga proses bongkar muat kapal. Karena itu, kami melakukan evaluasi dan penyesuaian pola operasional agar pelayanan semakin efektif, dengan tetap mengutamakan keselamatan pengguna jasa,” katanya.

Layanan penyeberangan melibatkan berbagai pemangku kepentingan dengan kewenangan masing-masing. ASDP berperan sebagai operator kapal dan pengelola fasilitas pelabuhan, sedangkan pengaturan jadwal operasional kapal serta pengawasan keselamatan pelayaran berada dalam kewenangan otoritas terkait, termasuk Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) pada rute Ketapang‑Gilimanuk. Koordinasi juga dilakukan bersama Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD), kepolisian, dan pemerintah daerah untuk mendukung pengaturan arus kendaraan menuju pelabuhan.

Selain itu, kondisi cuaca dan perairan menjadi pertimbangan penting dalam menjaga keselamatan pelayaran. Informasi dan peringatan dini cuaca maritim dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), termasuk kecepatan angin dan tinggi gelombang, menjadi acuan dalam menentukan langkah operasional apabila kondisi perairan berpotensi memengaruhi keselamatan penyeberangan.

ASDP juga telah mengembangkan fasilitas kapal dan pelabuhan, termasuk layanan kapal ekspres dan pelabuhan eksekutif di Merak‑Bakauheni. Pada rute Ketapang‑Gilimanuk, perusahaan melakukan evaluasi pola operasional, optimalisasi pemanfaatan dermaga, serta peningkatan koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan untuk mendukung kelancaran penyeberangan. Upaya tersebut diperkuat melalui pengembangan infrastruktur dermaga secara bertahap, dengan fokus awal pada Ponton Ketapang, Banyuwangi, dan Dermaga II Gilimanuk, Bali.

“Bagi ASDP, konektivitas bukan hanya tentang menghubungkan pulau, tetapi juga memastikan masyarakat dan distribusi barang dapat terus bergerak. Komitmen inilah yang kami jaga bersama seluruh pemangku kepentingan melalui peningkatan kualitas pelayanan yang aman, tertib, dan andal,” tutup Heru.

Baca juga Berita lainnya di News Page terimakasih sudah mengunjungi thecuy. 🙂

Tinggalkan Balasan