BNPB Ingatkan Bibit Siklon 91B Picu Cuaca Ekstrem, Warga Diminta Waspada Banjir dan Longsor

By Jurnalis Berita

🌍 Translate this article:

Media Kampung – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau masyarakat meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi banjir, angin kencang, dan tanah longsor seiring meningkatnya potensi cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Indonesia. Peringatan itu disampaikan di tengah pengaruh tidak langsung Bibit Siklon Tropis 91B di Laut Andaman yang disebut masih memicu hujan lebat hingga sangat lebat di banyak daerah.

BNPB menyampaikan imbauan tersebut berdasarkan data Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan per Jumat (30/10), yang mencatat total 2.247 kejadian bencana di Indonesia. Dari jumlah itu, bencana hidrometeorologi basah masih mendominasi, dengan tambahan kejadian banjir di Sumatra Utara dan Aceh serta cuaca ekstrem di Kalimantan Selatan dan Jawa Timur.

Sejumlah daerah masih berstatus waspada

BNPB menyebut Aceh berstatus siaga, sementara sebagian besar wilayah Sumatra, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, hingga Papua berada dalam status waspada akibat dampak tidak langsung Bibit Siklon Tropis 91B. Kondisi ini membuat potensi hujan intensitas tinggi masih perlu diantisipasi masyarakat dan pemerintah daerah.

Di antara dampak banjir yang tercatat, Kabupaten Deli Serdang, Sumatra Utara, menjadi wilayah dengan dampak paling signifikan. Banjir di daerah itu berdampak pada 7.615 kepala keluarga dan merendam 7.327 rumah. Sementara itu, banjir di Kota Medan berdampak pada 2.405 kepala keluarga.

Langkah antisipasi banjir dan angin kencang

Untuk mengurangi risiko, BNPB meminta warga bergotong royong membersihkan saluran air dan melakukan susur sungai dengan pengawasan petugas BPBD. Masyarakat juga diminta mengidentifikasi jalur evakuasi yang aman, memeriksa kondisi bendungan, serta menyiapkan tas siaga bencana berisi kebutuhan darurat untuk setidaknya tiga hari.

Dalam menghadapi potensi angin puting beliung dan angin kencang, warga disarankan memperkuat struktur atap rumah dan memangkas ranting pohon yang rimbun di sekitar permukiman maupun ruang publik. Saat angin kencang terjadi, BNPB mengingatkan agar masyarakat tidak berlindung di dekat objek rawan roboh seperti papan reklame, baliho, atau pohon besar.

Warga di kawasan rawan longsor diminta evakuasi mandiri bila hujan tak reda

BNPB juga mengingatkan warga yang tinggal di daerah perbukitan atau kawasan rawan longsor agar segera melakukan evakuasi mandiri jika hujan lebat berlangsung lama di wilayah hulu. Masyarakat diminta waspada terhadap tanda-tanda awal longsor, seperti retakan pada tanah atau lantai rumah.

Selain itu, BNPB meminta warga terus memantau informasi cuaca melalui saluran resmi agar dapat mengambil langkah cepat bila kondisi memburuk. Koordinasi dengan aparat setempat juga dinilai penting untuk mempercepat respons jika bencana terjadi.

Ancaman banjir rob juga diingatkan

Selain banjir, angin kencang, dan tanah longsor, BNPB turut mengingatkan potensi banjir rob di wilayah pesisir. Melalui Surat Direktur Peringatan Dini Nomor B-79/BNPB/PDin/BP.03.02/10/2026 tertanggal 22 Oktober 2026, BNPB sudah mengeluarkan arahan kesiapsiagaan untuk menghadapi potensi banjir pesisir tersebut.

Ancaman banjir rob itu dipicu fase bulan purnama pada 26 Oktober 2026, fase perigee pada 29 Oktober 2026, serta dinamika oseanografi. Wilayah yang berpotensi terdampak meliputi Sumatra Utara, Sumatra Barat, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Kalimantan Utara, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, hingga Maluku.

BNPB meminta BPBD dan masyarakat pesisir membatasi aktivitas di pantai saat pasang maksimum, menunda melaut jika gelombang tinggi berbahaya, serta mengamankan perahu dan aset lainnya. Pemerintah daerah juga diminta mengoptimalkan pemantauan informasi BMKG, memeriksa kesiapan tempat pengungsian, membersihkan drainase pesisir, mengamankan tanggul pantai, dan menyiapkan personel serta logistik evakuasi.

BNPB menegaskan koordinasi antara pemerintah daerah, BPBD, dan masyarakat menjadi kunci untuk meminimalkan risiko dan dampak bencana yang dapat terjadi sewaktu-waktu.


Baca juga Berita lainnya di News Page

terimakasih sudah mengunjungi thecuy. 🙂

Tinggalkan Balasan