Polri dan Komdigi Perkuat Kerja Sama, Love Scam hingga Jual Beli Data Jadi Sorotan

By Jurnalis Berita

๐ŸŒ Translate this article:

Thecuy.com โ€“ Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid dan Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto telah sepakat untuk meningkatkan kerja sama guna mengatasi berbagai kejahatan yang mengeksploitasi ruang digital, termasuk love scam, penipuan daring, dan penjualan data pribadi.

Meutya menjelaskan bahwa laporan yang masuk ke Komdigi mencakup banyak persoalan, seperti perdagangan data pribadi, penipuan daring, perjudian daring, pornografi, perundungan digital, serta penyebaran misinformasi dan berita palsu.

Dia menilai bahwa luasnya permasalahan tersebut membuat Komdigi memerlukan dukungan aparat penegak hukum. Penanganan, kata Meutya, tidak cukup hanya melalui pencegahan, tetapi juga perlu penegakan hukum terhadap pelaku.

“Laporan yang masuk pada kami tadi kami sampaikan kepada Pak Kapolri adalah maraknya jual beli data, kemudian juga penipuan scam online, judi online, pornografi, perundungan, misinformasi, hoaks, dan lain-lain,” ujarnya dalam konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (27/10/2026).

Pertemuan keduanya juga membahas tindak lanjut nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) yang telah disepakati pada April 2026. Kerja sama itu bertujuan untuk meningkatkan keamanan ruang digital melalui koordinasi pencegahan dan penindakan.

Meutya juga menyoroti praktik perjudian daring yang memiliki jaringan lintas negara. Ia mengapresiasi penanganan aparat terhadap salah satu markas judi online yang jaringannya disebut tidak hanya beroperasi di dalam negeri.

“Kami meyakini sekali dengan kolaborasi yang akan kita giatkan lebih kuat lagi ke depan, maka kita dapat menekan angka judi online di Tanah Air,” tuturnya.

Suyudi juga menilai bahwa perkembangan teknologi yang cepat perlu diimbangi dengan kemampuan masyarakat mengenali risiko kejahatan siber. Ia menyoroti penipuan daring, perjudian daring, serta love scam atau penipuan berkedok hubungan romantis sebagai persoalan yang harus ditangani cepat.

Kapolri juga menyinggung perlunya penguatan regulasi untuk menangani penyebaran misinformasi dan berita bohong di ruang digital.

“Apa yang selalu menjadi keresahan masyarakat terkait dengan kejahatan-kejahatan penipuan daring, judi online, kemudian love scam, dan lain-lain, ini betul-betul harus kita tindak secara cepat demi keamanan negara,” kata Suyudi.

Selain kejahatan yang menyasar pengguna internet, koordinasi Komdigi dan Polri juga mencakup perlindungan infrastruktur telekomunikasi. Komdigi menerima aduan mengenai pencurian kabel dan perangkat base transceiver station (BTS) yang dapat mengganggu akses internet masyarakat di sejumlah wilayah.

Penguatan kerja sama kedua lembaga diharapkan dapat mempercepat penanganan laporan masyarakat sekaligus memperkuat upaya pencegahan kejahatan digital di Tanah Air.


Baca juga Berita lainnya di News Page
terimakasih sudah mengunjungi thecuy. ๐Ÿ™‚

Tinggalkan Balasan