Buka Musrenbang HAM, Pigai Ukuran Perbaikan HAM Adalah Membaiknya Hidup Rakyat

By Jurnalis Berita

🌍 Translate this article:

Thecuy.com – Menteri Hak Asasi Manusia (HAM), Natalius Pigai, secara resmi meresmikan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Hak Asasi Manusia (Musrenbang HAM) Nasional Tahun 2026 pada hari Rabu (2110). Acara tersebut mengusung tema “Menguatkan Perencanaan Pembangunan HAM yang Partisipatif, Responsif, dan Antisipatif”.

Pembukaan Musrenbang HAM 2026 sekaligus menjadi tanda dimulainya serangkaian acara peringatan Hari HAM Sedunia ke-78, yang meliputi Musrenbang HAM 2026, Rapat Koordinasi Penggerak Desa/Kelurahan/Kampung Sadar HAM Tahun 2026, dan Hari Bhakti Kementerian HAM ke-2.

Dalam pidatonya, Pigai menekankan hubungan penting antara arah kebijakan pemerintah dan pemenuhan hak asasi manusia. “Pembangunan baru bermakna ketika warga merasakan perubahan dalam kehidupan mereka. Anak-anak bisa bersekolah, orang sakit mendapat layanan kesehatan, pekerja memperoleh perlindungan, penyandang disabilitas bisa mengakses layanan publik dengan mandiri, dan masyarakat hidup dalam lingkungan yang sehat. Di situlah hubungan antara pembangunan dan HAM benar-benar terasa,” kata Natalius.

Ia juga menegaskan bahwa upaya pemajuan HAM selaras dengan visi Asta Cita dan UUD 1945. “Asta Cita adalah HAM, dan HAM adalah Asta Cita. Hubungan ini harus kita wujudkan dalam pengambilan kebijakan, perencanaan, penganggaran, dan pelayanan publik,” katanya.

Selain itu, acara ini ditandai dengan peluncuran Peta Pemenuhan Kebutuhan Hak Dasar Masyarakat hingga Tingkat Desa sebagai instrumen penting dalam penyusunan kebijakan berbasis data. Pigai menekankan bahwa Musrenbang HAM memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk terlibat dalam pengambilan keputusan, termasuk menyampaikan suara warga terpencil dan kelompok rentan.

Musrenbang HAM juga membahas isu-isu aktual seputar HAM, seperti kemajuan kecerdasan buatan (AI), teknologi saraf (neurorights), perubahan iklim, transisi energi, dan dinamika demografi. Forum ini bertujuan untuk merumuskan prioritas HAM nasional yang konkret.

“Kriteria kemajuan pembangunan HAM adalah perbaikan kualitas hidup masyarakat, terutama mereka yang sulit mengakses layanan dan jarang didengar suaranya. Tentukan prioritas berdasarkan dampaknya terhadap manusia, rumuskan langkah tindak lanjut yang dapat dilaksanakan, dan ukur perubahan nyata yang dirasakan masyarakat,” pesan Natalius.

Berbeda dari tahun sebelumnya, Musrenbang HAM 2026 diselenggarakan sebagai siklus kebijakan lengkap yang meliputi pemetaan masalah, penetapan prioritas, perumusan aksi, pengukuran target, akuntabilitas, dan pembelajaran untuk perencanaan pembangunan berkelanjutan. Acara ini dihadiri oleh Wakil Menteri HAM, Mugiyanto, Ketua Komisi XIII DPR RI, Willy Aditya, serta pejabat tinggi dan perwakilan dari kementerian, lembaga, pemerintah daerah, dan Lembaga Nasional HAM.

Baca juga Berita lainnya di News Page

terimakasih sudah mengunjungi thecuy. 🙂

Tinggalkan Balasan