
CIAMIS, Thecuy.com – Pemerintah Kabupaten Ciamis bersama Pimpinan Daerah (PD) Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Ciamis terus mempercepat verifikasi Anak Tidak Sekolah (ATS). Sampai tanggal 20 Oktober 2026, dari 9.044 ATS yang tercatat, 7.292 anak sudah terkonfirmasi. Dengan demikian, masih ada 1.752 anak yang belum terverifikasi.
Ketua PD Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Ciamis, Mochamad Isa Nuralamsyah, menyatakan bahwa hasil verifikasi sementara tersebut menjadikan Ciamis sebagai salah satu wilayah dengan tingkat tertinggi di Jawa Barat, yaitu 80,63 persen.
“Berdasarkan verifikasi ATS yang dilakukan, angka sementara di Jawa Barat menempati posisi tertinggi dengan capaian 80,63 persen,” ujar Mochamad Isa Nuralamsyah kepada Radar pada Rabu (21/10/2026).
Puluhan ribu jemaah larut dalam Tasikmalaya bershalawat di Alun-Alun Manonjaya. Anggota DPRD Iyam Maryani: Perkuat pengawasan anak, kasus gadis Bantarkalong Tasikmalaya menjadi peringatan.
Menurut dia, pencapaian tersebut merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak, mulai dari Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis, pemerintah desa, Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), Sanggar Kegiatan Belajar (SKB), sekolah, hingga relawan pendidikan dari PD Pemuda Muhammadiyah Ciamis. Verifikasi dilakukan hingga ke rumah-rumah untuk memastikan status pendidikan anak, apakah masih bersekolah atau sudah tidak mengenyam pendidikan.
“Verifikasi ATS ini managed to achieve the highest collaborative result, as Muhammadiyah Youth has volunteers down to the village level to record ATS data,” he said.
The Ciamis Regency Government, together with the involved parties, targets that all ATS can be verified 100 percent this year. With 1,752 children still remaining, the data collection process is being accelerated so that the educational status of all children in the ATS data can be known.
“As time goes by it will reach 100 percent, because there are currently 1,752 people left,” he said.
Nevertheless, the verification process on the ground still faces several obstacles. Among them are children without clear information, making their whereabouts untraceable in the local village, as well as children who are pursuing education in pesantren.
The acceleration of verification will also focus on areas with low achievement. Lumbung Subdistrict has only reached 44 percent, while Rajadesa Subdistrict has reached 51 percent.
From the verification results that have been carried out, economic issues are one of the factors causing children not to attend school. In addition, there are factors of marriage, parenting patterns, and other causes.
Read also other news at News Page. Thank you for visiting thecuy . 🙂

Saya adalah jurnalis di thecuy.com yang fokus menghadirkan berita terkini, analisis mendalam, dan informasi terpercaya seputar perkembangan dunia finansial, bisnis, teknologi, dan isu-isu terkini yang relevan bagi pembaca Indonesia.
Sebagai jurnalis, saya berkomitmen untuk:
Menyajikan berita yang akurasi dan faktanya terverifikasi.
Menulis dengan bahasa yang mudah dipahami, namun tetap menjaga integritas jurnalistik.
Menghadirkan laporan mendalam yang memberi perspektif baru bagi pembaca.
Di thecuy.com, saya tidak hanya melaporkan berita, tetapi juga berupaya menganalisis tren agar pembaca dapat memahami konteks di balik setiap peristiwa.
📌 Bidang Liputan Utama:
Berita Terbaru & ekonomi, keuangan.
Perkembangan teknologi dan inovasi digital.
Tren bisnis dan investasi.
Misi saya adalah membantu pembaca mendapatkan informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipercaya, sehingga mereka bisa membuat keputusan yang lebih cerdas dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia usaha.
📞 Kontak
Untuk kerja sama media atau wawancara, silakan hubungi melalui halaman Kontak thecuy.com atau email langsung ke [email protected].