Apakah pernah kamu merasakan bahwa sehari penuh beraktivitas tetapi pekerjaan masih belum tuntas? Kamu mungkin merasa tidak memiliki waktu yang cukup untuk menyelesaikan semuanya, meskipun masalahnya tidak selalu disebabkan oleh terlalu banyaknya tugas. Kemungkinan besar, kamu masih kesulitan mengatur waktu dan menetapkan prioritas.
Kemampuan mengatur waktu, atau time management, sangat penting untuk menjaga produktivitas dan keseimbangan hidup. Bila kemampuan ini belum terbentuk dengan baik, seseorang bisa lebih mudah merasa kewalahan, menunda pekerjaan, dan mengorbankan waktu pribadi untuk menyelesaikan tugas-tugas yang menumpuk.
Menurut pembahasan dalam psikologi perilaku, cara seseorang berbicara tentang kesibukannya bisa mencerminkan kebiasaan mereka dalam mengatur waktu. Kalimat-kalimat tertentu bahkan bisa menjadi tanda bahwa seseorang merasa kewalahan dan belum menemukan cara efektif untuk mengelola aktivitasnya.
Lalu, kalimat-kalimat apa saja yang sering diucapkan oleh orang yang belum mahir mengatur waktu? Berikut adalah lima di antaranya yang mungkin terdengar familiar.
<section id="section-detail-2" class="multi-card " data-page="2" data-page-title="1. “Pekerjaanku Banyak Banget, Waktunya Nggak Cukup!”" dtr-evt="halaman selanjutnya" dtr-sec="halaman selanjutnya" dtr-act="tombol halaman selanjutnya" dtr-id="325564" dtr-ttl="1. “Pekerjaanku Banyak Banget, Waktunya Nggak Cukup!”" onclick="_pt(this)" readability="19">
<h2 class="fw-bold fs-5">1. “Pekerjaanku Banyak Banget, Waktunya Nggak Cukup!”</h2>
<div readability="9">
<img src="https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/10/09/pekerjaanku-banyak-banget-waktunya-nggak-cukup-foto-magnificcomdc-studio-1791860087298.png?w=700&q=90" alt="Ungkapan ini sering digunakan ketika seseorang merasa stres karena banyak tugas. Kesulitan dalam menentukan prioritas dan mengatur pekerjaan secara teratur dapat membuat tugas-tugas sederhana pun terasa menumpuk./ Foto: magnific.com/DC Studio" title="Ungkapan ini sering digunakan ketika seseorang merasa stres karena banyak tugas. Kesulitan dalam menentukan prioritas dan mengatur pekerjaan secara teratur dapat membuat tugas-tugas sederhana pun terasa menumpuk./ Foto: magnific.com/DC Studio"/>
<p>Ungkapan ini sering digunakan ketika seseorang merasa stres karena banyak tugas. Kesulitan dalam menentukan prioritas dan mengatur pekerjaan secara teratur dapat membuat tugas-tugas sederhana pun terasa menumpuk./ Foto: magnific.com/DC Studio</p>
</div>
<p>Orang yang belum ahli dalam manajemen waktu biasanya kesulitan untuk memutuskan tugas mana yang harus diselesaikan terlebih dahulu. Akibatnya, mereka bisa membuang waktu berjam-jam untuk tugas yang sebenarnya tidak mendesak, sementara tugas yang memiliki batas waktu dekat justru diabaikan.</p>
Mereka kemudian merasa memiliki terlalu banyak pekerjaan dan terlalu sedikit waktu. Padahal, masalahnya belum tentu terletak pada banyaknya tugas, melainkan pada cara mereka mengelolanya.
Untuk mengatasi hal ini, cobalah membuat daftar tugas dan mengurutkannya berdasarkan tingkat kebutuhan dan pentingnya. Dengan demikian, energi dapat difokuskan untuk menyelesaikan hal-hal yang benar-benar membutuhkan perhatian terlebih dahulu.
2. “Andai Sehari Ada Lebih dari 24 Jam!”
Keinginan untuk memiliki waktu tambahan bisa menjadi indikasi bahwa seseorang kesulitan mengelola waktunya dengan efektif. Kebiasaan mudah teralihkan dan memikirkan aktivitas lain saat bekerja dapat membuat pekerjaan memakan waktu lebih lama./ Foto: magnific.com/tirachardz
Apakah kamu pernah mengucapkan kalimat ini ketika pekerjaan belum selesai, Thecuy? Menurut artikel dari PubMed Central, orang yang kesulitan mengatur waktu sering kali mudah teralihkan oleh aktivitas yang lebih menyenangkan daripada pekerjaan.
Ketika sedang bekerja, mereka mungkin justru memikirkan rencana untuk akhir pekan, membuka media sosial, atau membayangkan kegiatan lain yang ingin dilakukan. Akibatnya, konsentrasi terbagi dan pekerjaan menjadi lebih lambat.
Kebiasaan ini juga dapat mengganggu keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi. Bahkan, mengorbankan waktu istirahat belum tentu membuat semuanya selesai jika waktu kerja sebelumnya tidak digunakan dengan efektif.
Cobalah membagi pekerjaan menjadi beberapa sesi fokus dan menentukan waktu khusus untuk beristirahat. Metode ini dapat membantu aktivitas sehari-hari terasa lebih terstruktur.
3. “Iya, Aku Bisa Ikut!”
Sering kali menerima ajakan tanpa memeriksa jadwal terlebih dahulu dapat membuat seseorang memiliki lebih banyak komitmen daripada waktu yang tersedia. Kebiasaan ini juga bisa menjadi cara untuk menghindari pekerjaan yang terasa berat./ Foto: magnific.com/katemangostar
Orang yang kesulitan mengatur waktu terkadang terlalu mudah mengatakan ya ketika mendapat ajakan dari teman. Mereka langsung menyetujui undangan tanpa memeriksa apakah jadwalnya memungkinkan atau masih ada pekerjaan yang harus diselesaikan.
Membuat terlalu banyak rencana dapat berujung pada penyesalan ketika waktu yang tersedia ternyata tidak mencukupi.
Sebagian orang juga menggunakan kegiatan sosial sebagai pengalihan dari pekerjaan yang menumpuk. Berkumpul bersama teman memang bisa membantu menyegarkan pikiran, tetapi jika dilakukan terus-menerus untuk menghindari tanggung jawab, masalah justru semakin besar.
Sebelum menerima ajakan, biasakanlah diri untuk memeriksa kalender dan mempertimbangkan tenggat pekerjaan. Belajar mengatakan tidak dengan sopan juga merupakan bagian penting dari mengatur waktu.
4. “Aku Cuma Mau Punya Waktu untuk Diri Sendiri!”
Keinginan untuk memiliki waktu sendiri bisa muncul ketika pekerjaan terus menumpuk dan waktu istirahat terasa terbatas. Salah satu penyebabnya adalah kebiasaan menghabiskan waktu untuk aktivitas lain sebelum menyelesaikan tugas penting./ Foto: magnific.com/benzoix
Setiap orang membutuhkan waktu untuk beristirahat dan melakukan hal yang disukai. Namun, orang yang belum terbiasa mengikuti jadwal terkadang baru menyadari pentingnya waktu pribadi ketika pekerjaan sudah menumpuk.
Misalnya, waktu yang seharusnya digunakan untuk menyelesaikan tugas justru habis untuk menonton serial atau menggulir media sosial. Ketika tenggat semakin dekat, mereka terpaksa mengerjakan banyak hal sekaligus dan akhirnya kehilangan waktu luang.
Padahal, masalahnya bukan selalu karena mereka tidak memiliki waktu pribadi, melainkan karena waktu tersebut belum dikelola dengan seimbang.
Cobalah menetapkan jadwal yang realistis untuk bekerja dan beristirahat. Dengan menyelesaikan tugas secara bertahap, kamu tetap bisa menikmati waktu pribadi tanpa terus dibayangi oleh pekerjaan.
5. “Kayaknya Aku Tidur Siang Dulu, Deh!”
Stres akibat pekerjaan yang menumpuk dapat membuat seseorang merasa sangat lelah dan ingin tidur untuk menghindari tekanan. Menurut American Psychological Association (APA), stres juga dapat memengaruhi tubuh dan memicu kelelahan./ Foto: magnific.com
Ketika pekerjaan sudah terasa terlalu berat, tidur siang mungkin menjadi pilihan yang terlihat paling menarik. Seseorang bisa menghabiskan waktu terlalu lama pada tugas kecil, lalu menyadari bahwa pekerjaan yang lebih penting belum tersentuh.
Akibatnya, tugas terus menumpuk hingga memicu stres dan kelelahan. Menurut American Psychological Association (APA), stres dapat memengaruhi berbagai fungsi tubuh, termasuk energi dan kondisi fisik seseorang.
Meskipun demikian, tidur bukanlah kebiasaan buruk. Istirahat yang cukup tetap penting untuk menjaga kesehatan dan konsentrasi. Yang perlu diperhatikan adalah ketika tidur dijadikan cara untuk terus menghindari pekerjaan, sehingga tugas semakin tertunda.
***
Apakah kamu ingin menjadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikut berbagai acara online dan offline menarik yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan maupun laki-laki, dan kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, bergabunglah ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!
<p>(dmh/dmh)</p>
Terima kasih sudah mengunjungi thecuy. 🙂

Saya adalah penulis di thecuy.com, sebuah website yang berfokus membagikan tips keuangan, investasi, dan cara mengelola uang dengan bijak, khususnya untuk pemula yang ingin belajar dari nol.
Melalui thecuy.com, saya ingin membantu pembaca memahami dunia finansial tanpa ribet, dengan bahasa yang sederhana.