Hocus-pocus! Defisit APBD Perubahan 2026 Kota Tasikmalaya mengecil dari Rp180 miliar menjadi Rp27 miliar.

By Jurnalis Berita

🌍 Translate this article:

TASIKMALAYA, Thecuy.com – Angka defisit dalam Rancangan Perubahan APBD Kota Tasikmalaya untuk tahun 2026 tiba-tiba berkurang.

Sebelumnya diperkirakan sekitar Rp180 miliar, kini pemerintah setempat menyatakan bahwa defisit yang tersisa berkisar Rp27 miliar.

Perubahan angka ini justru menimbulkan pertanyaan baru karena masalah anggaran belum sepenuhnya terselesaikan.

Jam kerja ASN di Kota Tasikmalaya sekarang dimulai pukul 07.30, Sekda berpesan jangan antar anak lalu pulang lagi; Kereta api lokal Tasikmalaya didorong untuk beroperasi kembali, KAMMI menyoroti sepi-nya stasiun lama.

Jumlah Rp27 miliar tersebut masih perlu ditutup untuk mengembalikan keseimbangan APBD Perubahan 2026 atau mencapai posisi tanpa defisit.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tasikmalaya, Asep Goparullah, menyatakan bahwa pengurangan defisit terjadi setelah pemerintah menyesuaikan struktur pendapatan dan pengeluaran.

Menurutnya, pada dasarnya ada dua cara untuk mengatasi defisit, yaitu meningkatkan pendapatan atau mengurangi pengeluaran.

Mengingat kondisi fiskal tahun 2026, pemerintah menganggap pemotongan pengeluaran sebagai pilihan paling masuk akal.

“Kita tinggal melakukan dua hal untuk mengatasi defisit ini, yaitu menambah pendapatan atau mengurangi pengeluaran. Untuk tahun 2026, tindakan paling masuk akal adalah mengurangi pengeluaran,” kata Asep pada Senin (14/9/2026).

Ia menjelaskan bahwa sisa defisit sekitar Rp27 miliar akan ditutup melalui rasionalisasi pengeluaran di beberapa organisasi perangkat daerah (OPD).

Beberapa pos yang berpotensi dipotong meliputi biaya operasional, perjalanan dinas, dan pemeliharaan.

Konfercab HMI Tasikmalaya memasuki tahap uji publik, lima kandidat memperebutkan kursi ketua; Baraya GHN Cimerak Cup II Tasikmalaya menggali potensi ganda putra masa depan, diikuti 233 pasangan.

Pemerintah kota sebelumnya juga telah menyesuaikan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP).

“Hanya tersisa Rp27 miliar lagi. Nanti kami akan melakukan rasionalisasi pada OPD-OPD yang bukan prioritas,” ujarnya.

Namun, Asep menegaskan bahwa angka tersebut belum final dan pembahasan mengenai pos-pos yang akan dipangkas masih harus dilakukan bersama DPRD.

Belanja hibah dan beberapa pos lainnya masih dalam tahap pembahasan.

“Hibah masih dalam pembahasan saat ini,” katanya.

Menurut Asep, pemerintah kota tidak bisa menentukan besaran pemotongan secara sepihak.

Karena DPRD memiliki hak anggaran, keputusan akhir harus melalui pembahasan bersama Badan Anggaran (Banggar) DPRD dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).

“Kita tidak bisa bertindak sendiri-sendiri karena DPRD juga memiliki hak anggaran terkait hal ini dan hal tersebut perlu dibahas dengan bijaksana,” terangnya.

Pengurangan defisit dari sekitar Rp180 miliar menjadi Rp27 miliar justru menimbulkan pertanyaan bagi DPRD Kota Tasikmalaya.

Baca juga berita-berita lainnya di News Page. Terima kasih sudah mengunjungi thecuy. 🙂

Tinggalkan Balasan