
TASIKMALAYA, Thecuy.com—Meskipun Jalan Dadaha ditutup sebagai bagian dari rencana penataan, para pedagang kaki lima (PKL) tetap berjualan di kawasan tersebut. Hal ini menyebabkan penurunan jumlah pelanggan yang akhirnya berdampak pada pendapatan mereka.
Salah satu PKL makanan yang berjualan di pinggir jalan Dadaha yang ruasnya ditutup mengatakan pendapatannya kini tidak stabil sejak rekayasa lalu lintas diberlakukan. Menurutnya, masalah utamanya bukan hanya soal pendapatan, tetapi para pedagang membutuhkan kepastian mengenai arah penataan kawasan tersebut.
“Ya, omzet saya naik turun dengan kebijakan ini. Tapi setidaknya ada kepastian ke depan tentang bagaimana jalur ini akan terlihat,” kata PKL yang tidak ingin namanya disebut kepada Radar.
Misi penataan Dadaha di Kota Tasikmalaya dinilai tidak realistis; Pemerintah Kota Tasikmalaya ingin menata Dadaha meskipun PKL tetap ada
Menurutnya, akses menuju lokasi usaha juga menjadi pertimbangan pelanggan. Kendaraan roda empat tidak bisa masuk seperti sebelumnya sehingga pelanggan yang menggunakan mobil harus mencari tempat parkir dan melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki.
“Kasihan pelanggan saya kadang harus parkir di mana, ke sini jalan kaki. Tapi kalau malam alhamdulillah bisa naik motor. Mobil mah memang tak bisa masuk,” ujarnya, Selasa (8/9/2026).
Kondisi serupa dialami Asep Muslim (28), pedagang mie ayam di kawasan Dadaha. Ia mengakui akses bagi sepeda motor mulai lebih mudah pada malam hari. Namun, kendaraan roda empat masih belum dapat masuk ke ruas yang ditutup tersebut.
“Ya alhamdulillah kalau mulai malam motor bisa masuk. Kalau mobil masih tak bisa,” kata Asep.
Masalah akses ini kemudian berdampak langsung pada pendapatan. Asep mengatakan omzetnya turun cukup tajam sejak rekayasa lalu lintas diterapkan.
“Omzet tentu berpengaruh. Sekarang dapat seratus ribu saja susah kang. Ya ada penurunan pendapatan sekitar 75 persen,” ungkapnya.
Tidak hanya omzet yang berubah. Jam berdagang Asep pun ikut bergeser. Jika sebelumnya ia bisa berjualan sejak siang, kini ia baru diperbolehkan berjualan mulai pukul 16.00 WIB.
Karena tidak ada SPBU di Langkaplancar Pangandaran, Pertamina menyarankan pembelian BBM di lokasi-lokasi ini; seorang pemuda meninggal, organisasi pemuda masih melakukan rapat!
“Saya jualan juga sekarang tak bisa dari siang hari. Sekarang jam 16.00 baru boleh jualan kang,” tuturnya.
Kondisi tersebut menambah daftar konsekuensi dari rekayasa lalu lintas Dadaha yang mulai diberlakukan Kamis lalu (20/8/2026). Kebijakan tersebut sebelumnya disebut sebagai bagian dari penataan kawasan Dadaha berdasarkan master plan.
Baca juga Berita lainnya di News Page
Terimakasih sudah mengunjungi thecuy . 🙂

Saya adalah jurnalis di thecuy.com yang fokus menghadirkan berita terkini, analisis mendalam, dan informasi terpercaya seputar perkembangan dunia finansial, bisnis, teknologi, dan isu-isu terkini yang relevan bagi pembaca Indonesia.
Sebagai jurnalis, saya berkomitmen untuk:
Menyajikan berita yang akurasi dan faktanya terverifikasi.
Menulis dengan bahasa yang mudah dipahami, namun tetap menjaga integritas jurnalistik.
Menghadirkan laporan mendalam yang memberi perspektif baru bagi pembaca.
Di thecuy.com, saya tidak hanya melaporkan berita, tetapi juga berupaya menganalisis tren agar pembaca dapat memahami konteks di balik setiap peristiwa.
📌 Bidang Liputan Utama:
Berita Terbaru & ekonomi, keuangan.
Perkembangan teknologi dan inovasi digital.
Tren bisnis dan investasi.
Misi saya adalah membantu pembaca mendapatkan informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipercaya, sehingga mereka bisa membuat keputusan yang lebih cerdas dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia usaha.
📞 Kontak
Untuk kerja sama media atau wawancara, silakan hubungi melalui halaman Kontak thecuy.com atau email langsung ke [email protected].