
<p>Perempuan dan anak-anak menjadi kelompok yang paling rentan di pengungsian usai bencana alam. Baru-baru ini, seorang anak pengungsi gempa Nusa Tenggara Timur (NTT) diduga menjadi korban kekerasan seksual oleh seorang pria di Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka, NTT.</p>
Kejadian ini terjadi pada tanggal 18 Agustus 2026 di sebuah rumah kosong yang terletak tidak jauh dari lokasi pengungsian. Saat itu, sang tersangka dikabarkan telah mengajak korban untuk mengambil makanan di kediamannya. Korban setuju karena merasa akrab dengan tersangka. Namun, tersangka diduga membawa korban ke sebuah rumah kosong di dekat lokasi pengungsian dan melakukan aksinya.
Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, menegaskan bahwa tersangka kini telah menjalani proses hukum.
“Tersangka telah menjalani proses hukum,” kata Melki kepada wartawan pada Minggu (6/9), seperti yang dilaporkan oleh detikNews.
Saat ini, korban telah menerima dukungan dari Pemerintah Kabupaten Sikka. Kondisi korban juga dipantau oleh aktivis perempuan.
Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (WamenPPPA), Veronica Tan, menuntut agar tersangka dihukum dengan berat.
“Tersangka harus dihukum dengan berat sesuai dengan hukum yang berlaku, yaitu UU TPKS (Tindak Pidana Kekerasan Seksual), karena perbuatannya dilakukan dengan sengaja dan direncanakan,” kata Veronica kepada Thecuy.com pada Senin (7/9).
Veronica menyatakan bahwa proses hukum terhadap tersangka sedang berlangsung. Ia mengingatkan orang tua agar lebih berhati-hati dalam menjaga anak perempuan mereka, berdasarkan kasus ini.
Sementara itu, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menekankan pentingnya mitigasi bagi anak-anak korban bencana di pengungsian.
Lokasi pengungsian, menurut Komisioner KPAI, Diyah Puspitarini, seharusnya memiliki sistem keamanan untuk melindungi anak-anak dan kelompok rentan. Pengawasan juga perlu dilakukan di lingkungan keluarga.
“Selain itu, lokasi pengungsian memang seharusnya memiliki sistem keamanan. Proses hukum tetap harus ditegakkan karena ini merupakan kejahatan,” katanya pada Selasa (8/9), seperti yang dilaporkan oleh detikNews.
Diyah menegaskan bahwa perlindungan terhadap kelompok rentan harus menjadi prioritas dalam situasi bencana. Ia juga meminta agar proses hukum terhadap tersangka tetap ditegakkan.
***
Ingin bergabung dengan Buzznesia Community di mana kamu bisa ikut berbagai acara online dan offline menarik yang diselenggarakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan maupun laki-laki, dan kami juga memiliki komunitas khusus untuk kalian yang masih berstatus mahasiswa. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!
<p>(naq/naq)</p>
terimakasih sudah mengunjungi thecuy. 🙂

Saya adalah penulis di thecuy.com, sebuah website yang berfokus membagikan tips keuangan, investasi, dan cara mengelola uang dengan bijak, khususnya untuk pemula yang ingin belajar dari nol.
Melalui thecuy.com, saya ingin membantu pembaca memahami dunia finansial tanpa ribet, dengan bahasa yang sederhana.