Masalah kesesuaian tidak boleh terulang, masalah dewasa tidak boleh terjadi lagi di Baznas Kota Tasikmalaya.

By Jurnalis Berita

🌍 Translate this article:

TASIKMALAYA, Thecuy.com–Dalam proses seleksi calon pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), Pemerintah Kota Tasikmalaya dan Kementerian Agama diminta mengabaikan kepentingan pribadi atau kelompok. Jangan sampai ketidakpatutan terulang kembali dan memicu kontroversi.

Pengalaman kontroversial Tasikmalaya dalam proses penunjukkan Dewan Pengawas (Dewas) RSUD dr Soekardjo harus menjadi pelajaran agar tidak terulang dalam pengangkatan pimpinan Baznas.

Asep M Tamam, seorang akademisi dari Tasikmalaya, menegaskan bahwa pengelolaan Baznas tidak boleh disamakan dengan organisasi atau lembaga pemerintah lainnya. Hal ini karena ada nilai-nilai keagamaan yang sakral terkait infak dan zakat. “Ini berkaitan dengan rukun Islam, jangan dianggap enteng,” ujarnya kepada Radar pada Senin (2/11/2026).

Vapor mulai dianggap sebagai barang terlarang di Mapolres Tasikmalaya Kota. Jalan HZ Mustofa di Tasikmalaya mendadak berubah menjadi ‘Panggung Seni Budaya’.

Dalam hal kekuasaan, setiap pemimpin daerah cenderung membantu orang-orang terdekatnya. Namun, dalam beberapa hal, kepentingan pribadi atau kelompok harus dihilangkan. “Meskipun keahliannya memadai, jika ada kepentingan pribadi atau kelompok, hal itu tetap berpotensi menimbulkan masalah,” jelas dia.

Melihat kembali proses pengangkatan Dewas RSUD dr Soekardjo, pemerintah kota memang telah mengikuti prosedur yang berlaku. Namun di sisi lain, pemerintah mengakui adanya ketidakpatutan dalam proses seleksi yang memicu kontroversi. “Sayang sekali jika pelantikan pimpinan Baznas nanti menimbulkan kontroversi,” ujarnya.

Oleh karena itu, pihaknya mengingatkan agar tim seleksi dan wali kota tidak hanya berpatokan pada mekanisme dan prosedur saja. Ada nilai-nilai di luar administrasi yang juga harus dijaga. “Mekanisme dan prosedur secara administratif memang harus tertib, tetapi harus dilengkapi dengan pertimbangan kepantasan juga,” katanya.

Sebagai contoh, lanjut Asep Tamam, pimpinan Baznas yang terpilih sebaiknya tidak merangkap jabatan strategis di lembaga lain, sehingga kinerjanya lebih fokus dan dapat memberikan kesempatan kepada tokoh-tokoh potensial lainnya. “Karena di Tasikmalaya terkesan tidak ada tokoh lain, yang dipercaya itu-itu saja,” tegasnya.

Sebelumnya diberitakan, satu kursi jabatan di Kota Tasikmalaya akan lowong dan diisi melalui seleksi. Bukan jabatan di pemerintah kota, melainkan posisi di kepengurusan Baznas Kota Tasikmalaya yang segera berakhir.

Baca juga berita lainnya di News Page

Terima kasih telah mengunjungi thecuy . 🙂

Tinggalkan Balasan