Atlet dari Kabupaten Tasikmalaya bersinar di Asia, sementara NPCI menyoroti minimnya dukungan dari pemerintah daerah.

By Jurnalis Berita

🌍 Translate this article:

TASIKMALAYA, Thecuy.com – Empat atlet Komite Paralimpiade Nasional Indonesia (NPCI) Kabupaten Tasikmalaya meraih enam medali pada Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026 di Jepang. Mereka menyumbangkan dua medali emas, dua perak, dan dua perunggu dari cabang para bulu tangkis dan para atletik.

Keempat atlet tersebut yakni Rina Marlina, Hikmat Ramdani, Dimas Tri Aji, dan Muhammad Ridho Alfares Putra. Rina meraih emas nomor mixed doubles SH6, perak women’s doubles SH6, dan perunggu women’s singles SH6. Hikmat menyumbangkan emas nomor mixed doubles SL3-SU5, Dimas meraih perunggu men’s doubles SH6, sedangkan Muhammad Ridho meraih perak dari para atletik.

Di balik prestasi tersebut, NPCI Kabupaten Tasikmalaya menyoroti kurangnya dukungan dari pemerintah daerah terhadap pengembangan olahraga difabel, terutama dalam hal anggaran, fasilitas latihan, dan penghargaan bagi atlet.

Puluhan ribu jemaah larut dalam acara Tasikmalaya Bershalawat di Alun-Alun Manonjaya. Anggota DPRD Iyam Maryani menyerukan penguatan pengawasan anak, kasus gadis di Bantarkalong Tasikmalaya menjadi peringatan.

Ketua NPCI Kabupaten Tasikmalaya, Ukun Rukaendi, mengatakan capaian tersebut membuktikan bahwa atlet difabel di daerah memiliki potensi besar untuk bersaing di tingkat internasional.

“Sayangnya, prestasi tersebut belum sepenuhnya diimbangi dengan dukungan anggaran, sarana latihan, serta apresiasi yang sepadan dari pemerintah daerah,” ujarnya saat dihubungi Radar, Minggu (25/10/2026).

“Alhamdulillah, tradisi mempersembahkan medali emas untuk Indonesia maupun mengharumkan nama daerah masih bisa dipertahankan,” katanya.

Meski demikian, Ukun menilai prestasi tersebut belum diimbangi dukungan pembinaan yang memadai.

“Ini kenyataan yang harus disampaikan. Dukungan yang ada masih jauh dari mencukupi kebutuhan pembinaan. Prestasi atlet sudah sampai tingkat Asia, tetapi dukungan yang diberikan belum seimbang dengan tingkat pencapaiannya,” tegasnya.

Ia mengakui pemerintah daerah telah memberikan dukungan terhadap pembinaan. Namun, besaran anggaran dan kesinambungan program masih perlu dievaluasi agar kebutuhan atlet dapat terpenuhi.

Selain fasilitas latihan, Ukun menyoroti pentingnya penghargaan yang sesuai dengan tingkat prestasi. Menurut dia, keberhasilan meraih medali pada kompetisi tingkat Asia membutuhkan perjuangan panjang dan pengorbanan besar.

Tim dokter keliling Gerindra mendatangi Cineam Tasikmalaya, memberikan pengobatan gratis kepada ratusan warga. Sementara itu, ketika sekolah tidak lagi aman, anggota DPR RI Ahmad Doli Kurnia menyoroti kasus perundungan yang memakan korban.

“Untuk bertanding saja tidak mudah, apalagi sampai lolos dan meraih medali di tingkat Asia. Itu jenjang yang sangat tinggi. Makanya, apresiasi harus seimbang dan sesuai dengan tingkat prestasinya,” katanya.

Baca juga berita lainnya di News Page

Terimakasih sudah mengunjungi thecuy . 🙂

Tinggalkan Balasan