Dana renovasi sebesar Rp10 juta hilang, sehingga dapur warga di Padaherang, Pangandaran, belum juga dibangun.

By Jurnalis Berita

🌍 Translate this article:

PANGANDARAN, Thecuy.com – Renovasi rumah yang dijanjikan berakhir di kantor polisi. Istiqomah (24), penduduk Kedungwulu, Desa Panyutran, Padaherang, Pangandaran, mengaku merugi Rp10 juta karena pekerjaan perbaikan dapurnya belum juga dikerjakan oleh kontraktor berinisial A.

Uang tersebut sudah dibayar penuh, tapi alih-alih melihat pekerjaan di dapurnya dimulai, korban harus berulang kali meminta kepastian dan pengembalian dana yang tidak pernah terwujud.

Karena merasa dirugikan, Istiqomah kemudian melapor dugaan penipuan dan penggelapan ke Polres Pangandaran pada Rabu pekan lalu.

Bantuan stok darah RSUD dr. Soekardjo semakin melimpah berkat ratusan prajurit Macan Putih. Retribusi kios di Pasar Kota Tasikmalaya akan naik 25 persen, pedagang meminta tunggakan dihapus.

Menurutnya, kerja sama dengan tersangka kontraktor itu dimulai pada bulan September lalu.

Saat ingin merenovasi dapurnya, Istiqomah memakai jasa A karena sebelumnya telah mempercayakan renovasi bagian depan rumahnya kepada orang yang sama, dan saat itu pekerjaannya berjalan lancar tanpa masalah.

Dengan pengalaman sebelumnya, korban kembali mempercayakan renovasi kepada A, tapi kali ini hasilnya lain.

Kontraktor awalnya meminta uang muka Rp5 juta. Setelah pembayaran, permintaan tambahan dana muncul sedikit demi sedikit dengan alasan untuk membeli material bangunan yang kurang.

Akhirnya, korban diminta melunasi total pembayaran sebesar Rp10 juta, dan kontraktor berjanji pekerjaan akan dimulai dalam satu minggu.

Akan tetapi, batas waktu berlalu tanpa ada pekerjaan dimulai; dapur yang dijanjikan perbaikan masih belum tersentuh.

When ditagih, tersangka kontraktor berulang kali memberikan alasan keterlambatan.

Alasan yang diberikan mulai dari masalah pemesanan barang, pengiriman material dari luar daerah yang terlambat, hingga klaim sedang berada di kantor.

Warga di belakang Bale Kota Tasikmalaya kesulitan air bersih, sementara Kota Tasikmalaya mendorong santri untuk melek teknologi dan inovasi.

Kecurigaan Istiqomah semakin besar when menerima pesan WhatsApp from nomor tak dikenal yang mengaku as pengirim material bangunan.

Nomor itu memberitahunya bahwa material telah tiba di wilayah Tasikmalaya dan Banjar. Untuk meyakinkan korban, pengirim pesan also mengirimkan foto truk bermuatan barang yang ditutupi terpal.

However, setelah mencari foto tersebut di Google, Istiqomah menemukan that gambar truk yang dikirim diduga diambil from internet, bukan dokumentasi pengiriman yang sebenarnya.

Penemuan ini membuat korban semakin ragu will keseriusan kontraktor in melaksanakan pekerjaan yang sudah dibayar sepenuhnya.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Terimakasih sudah mengunjungi thecuy . 🙂

Tinggalkan Balasan