Pemkab Banyuwangi Pastikan Program Rantang Kasih Dilanjutkan

By Jurnalis Berita

🌍 Translate this article:

Thecuy.com – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi mengonfirmasi bahwa program Rantang Kasih akan terus berlanjut pada tahun 2026, meskipun menghadapi tantangan efisiensi anggaran. Program ini menargetkan warga lanjut usia (lansia) miskin yang membutuhkan bantuan makanan setiap hari.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyatakan bahwa Rantang Kasih bukan hanya program pemenuhan pangan, tetapi juga upaya untuk memastikan lansia yang hidup sendiri tetap mendapat perhatian. “Di tengah efisiensi, kami terus menjalankan program-program yang bermanfaat bagi masyarakat. Salah satunya Rantang Kasih ini, yang memang sangat dibutuhkan oleh warga lansia kami,” kata Ipuk.

Program Rantang Kasih telah dijalankan sejak tahun 2017 dan telah menjangkau lebih dari 8.000 lansia miskin di Banyuwangi. Pada tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi mengalokasikan anggaran sekitar Rp6,1 miliar untuk program tersebut, dengan target sekitar 839 lansia sebagai penerima manfaat.

Pelaksanaannya juga didukung oleh pemerintah desa, Baznas Banyuwangi, dan sejumlah pihak melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR. “Kami tidak sendiri. Pemerintah desa, Baznas, maupun sejumlah korporasi melalui CSR juga mendukung program ini karena anggaran kami terbatas sementara masih ada lansia yang perlu dibantu. Harapannya, dengan bergandengan tangan manfaatnya bisa menjangkau lebih banyak warga yang membutuhkan,” kata Ipuk.

Melalui Rantang Kasih, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi berupaya memastikan lansia yang hidup dalam keterbatasan tetap memperoleh makanan bergizi dan perhatian. Ipuk menyebut program itu juga menjadi ruang gotong royong antara pemerintah, tenaga kesehatan, pelaku usaha, dan warga untuk merawat sesama.

Salah satu relawan program Rantang Kasih adalah Elok Susanti, kader Dasawisma dan PKK. Setiap hari sekitar pukul 06.30 WIB, Elok mengantarkan makanan ke rumah Sahani, seorang lansia berusia 67 tahun yang tinggal sendirian di Kelurahan Banyuwangi. Ada dua lansia yang setiap hari dikirimi makanan oleh Elok.

“Saya yang mengantar setiap hari. Kadang-kadang mereka meminta makanan tertentu. Bagi saya ini adalah ladang amal,” kata Elok. Ia juga memantau kondisi kesehatan para lansia penerima manfaat. “Kalau sakit saya laporkan ke bidan posyandu untuk segera diperiksa ke rumah mereka,” ujarnya.

Bagi Sahani, kedatangan Elok bukan hanya tentang mengantar makanan, tetapi juga bentuk perhatian yang memperkuat hari-harinya di usia senja. Sahani sudah lama ditinggal suaminya dan tidak memiliki anak. Di tengah keterbatasannya, ia bersyukur menjadi salah satu penerima manfaat program Rantang Kasih, program pemberian makanan gratis bagi lansia dhuafa yang hidup sebatang kara di Banyuwangi.

Hal serupa dirasakan Samsiyah, warga yang juga tercatat sebagai penerima manfaat program tersebut. Dalam kesehariannya, bantuan makanan dari program itu menjadi dukungan penting bagi lansia yang membutuhkan perhatian dan asupan bergizi.

Baca juga Berita lainnya di News Page
Terimakasih sudah mengunjungi thecuy. 🙂

Tinggalkan Balasan