Evaluasi PCNU terhadap Wali Kota Tasikmalaya: Kita adalah mitra yang tidak selalu mengiyakan.

By Jurnalis Berita

🌍 Translate this article:

TASIKMALAYA, Thecuy.com — Rapat-rapat diselenggarakan untuk membahas program, anggaran, serta hubungan.

Hari itu, Sabtu tanggal 3 Oktober 2026, di Kantor PCNU Kota Tasikmalaya, Jalan Dr. Soekardjo, ketiga pihak seperti duduk bersama di satu meja.

PCNU Kota Tasikmalaya bersama badan otonomnya menggelar evaluasi terhadap kinerja Wali Kota Tasikmalaya. Forum tersebut merupakan tindak lanjut dari surat PCNU bernomor 95/PC.03/A.I.01.03/1109/10/2026 tanggal 1 Oktober 2026 yang memuat agenda “Rapat Evaluasi Kinerja Wali Kota Tasikmalaya dan Persiapan Hari Santri Nasional Tahun 2026.”

NU Tidak Ingin Menghakimi, Melainkan Ingin Mendengar! PCNU Ikut Membuka Rapor Wali Kota Tasikmalaya!

Catatan tanggal: surat yang menjadi dasar agenda menyebut hari Sabtu, tanggal 3 Oktober 2026. Sementara itu, tanggal 3 September 2026 jatuh pada hari Kamis.

Topik yang dibahas tidak hanya terbatas pada apakah sebuah program pemerintah sudah berjalan.

Ada isu yang lebih mendasar: hubungan antara NU dan pemerintah kota. NU Bukan Bawahan Pemkot

Menurut pandangan PCNU, hubungan Nahdlatul Ulama dengan pemerintah bersifat dinamis. NU menempatkan diri sebagai shodiqul hukumah—teman atau mitra pemerintah.

Seorang teman tentu bukan bawahan. Seorang mitra juga bukan subordinat. Seorang mitra justru memiliki tugas yang terkadang tidak nyaman: mengingatkan temannya ketika mulai menyimpang dari jalur.

Oleh karena itu, PCNU merasa perlu memberikan masukan dan solusi konstruktif apabila ada kebijakan pemerintah yang dianggap belum selaras dengan kepentingan masyarakat.

Hal ini bukan berarti NU mengambil alih tugas wali kota. Bukan pula menggantikan DPRD. Apalagi menjadi lembaga resmi yang menilai kinerja pemerintah.

Bagaimana nasib akal sehat! Heri Ahmadi: Soal Dewas RSUD, kata Sekda boleh cenah!

Oleh karena itu, evaluasi yang dilakukan PCNU kemarin lebih tepat dipahami sebagai evaluasi sosial kemasyarakatan. Seperti sebuah cermin dari luar birokrasi.

Berdasarkan forum tersebut, PCNU mencatat satu masalah yang dianggap cukup mendasar. Hubungan antara PCNU Kota Tasikmalaya dan Pemerintah Kota Tasikmalaya dinilai belum terbentuk sesuai harapan.

Menurut data PCNU, NU Kota Tasikmalaya belum pernah dilibatkan secara langsung dalam musyawarah pembangunan, baik untuk jangka panjang maupun jangka pendek.

Bahkan komunikasi dan dialog pun, menurut PCNU, masih sulit dilakukan. Ini tentu merupakan pandangan dan catatan dari PCNU, bukan kesimpulan resmi mengenai hubungan Pemkot dan seluruh organisasi kemasyarakatan.

Jangan lupa baca berita-berita lain di News Page

Terima kasih telah mengunjungi thecuy . 🙂

Tinggalkan Balasan