Thecuy, kamu mungkin sudah sering mendengar istilah flexing atau pamer. Istilah ini menggambarkan kebiasaan seseorang yang suka menunjukkan kekayaan mereka, baik secara langsung maupun lewat media sosial.
Kebiasaan flexing tidak hanya dilakukan oleh para selebritas atau influencer, tapi orang biasa pun bisa tanpa sadar memamerkan hal tersebut.
Menariknya, riset menunjukkan bahwa orang yang gemar flexing atau memamerkan kekayaan justru sulit mendapatkan teman, Thecuy. Apa penyebabnya? Berikut penjelasannya.
<section id="section-detail-2" class="multi-card " data-page="2" data-page-title="Alasan Kenapa Suka Flexing Kekayaan Justru Membuat Seseorang Sulit Punya Teman" dtr-evt="halaman selanjutnya" dtr-sec="halaman selanjutnya" dtr-act="tombol halaman selanjutnya" dtr-id="324640" dtr-ttl="Alasan Kenapa Suka Flexing Kekayaan Justru Membuat Seseorang Sulit Punya Teman" onclick="_pt(this)" readability="67.385981022345">
<h2 class="fw-bold fs-5">Sebab Mengapa Gemar Memamerkan Kekayaan Bisa Membuat Seseorang Sulit Mendapatkan Teman</h2>
<div readability="7">
<img src="https://akcdn.detik.net.id/visual/2025/07/28/ilustrasi-flexing-1753688020056_43.jpeg?w=700&q=90" alt="Ilustrasi flexing" title="Ilustrasi flexing"/>
<p>Ilustrasi flexing/ Foto: pexels.com/Andrea Piacquadio</p>
</div>
<p>Menurut situs <em>Business Insider</em>, riset mengungkap bahwa orang yang sering memamerkan kekayaan lewat <em>flexing</em> justru kesulitan membangun pertemanan, Thecuy.</p>
Bukti penelitian yang diterbitkan di jurnal Social Psychological and Personality Science menemukan bahwa 66% orang lebih suka mobil mewah daripada mobil biasa, tapi saat mencari teman baru, kebanyakan orang lebih memilih berteman dengan pemilik kendaraan yang lebih murah.
Peneliti Stephen Garcia menjelaskan bahwa sebagian orang percaya simbol status seperti berkendara dengan mobil mewah akan membuat orang lain lebih tertarik untuk berteman.
Namun, simbol status tersebut justru membuat calon teman menjadi kurang tertarik untuk berteman, Thecuy.
Dalam eksperimen tersebut, sekelompok partisipan yakin bahwa mengenakan jam tangan mewah dan mahal akan membantu mereka mendapat teman, dibandingkan dengan jam tangan biasa.
Tapi calon teman tersebut mengatakan mereka lebih suka bertemu dengan orang yang memakai jam tangan lebih murah. Menurut Stephen Garcia, psikolog menyebut hal ini sebagai perbedaan sudut pandang dalam perbandingan sosial, Thecuy.
“Ketika kita memilih pakaian, kita ingin tampil sebaik mungkin. Namun, kita sering lupa melihat dari sudut pandang teman potensial. Mereka juga ingin terlihat menarik dan tidak ingin kalah saing,” kata Stephen Garcia.
Jadi, meski kita sering membandingkan diri dan ingin lebih baik, ingatlah bahwa orang lain melakukan hal yang sama.
Tidak ada yang ingin terlihat kurang menonjol, dan memamerkan kekayaan atau barang mewah justru bisa menciptakan kesan itu.
“Meski simbol status seperti mobil mewah, tas mahal, atau merek desainer sering dianggap istimewa, menunjukkan status saat mencari teman baru bisa jadi boomerang. Jadi, lain kali saat kamu pergi ke acara sosial hoping to make new friends, ingatlah bahwa simbol status yang kamu tampilkan mungkin malah membuat orang menjauh,” kata Stephen Garcia.
Apa pendapatmu tentang ini, Thecuy?
—
Ingin bergabung dengan Buzznesia Community di mana kamu bisa ikut berbagai acara online dan offline seru dari Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk semua, baik perempuan maupun laki-laki, dan kami juga punya komunitas khusus untuk mahasiswa. Ayo gabung ke Buzznesia Community. Caranya adalah DAFTAR DI SINI!
<p>(sim/sim)</p>
terimakasih sudah mengunjungi thecuy. 🙂

Saya adalah penulis di thecuy.com, sebuah website yang berfokus membagikan tips keuangan, investasi, dan cara mengelola uang dengan bijak, khususnya untuk pemula yang ingin belajar dari nol.
Melalui thecuy.com, saya ingin membantu pembaca memahami dunia finansial tanpa ribet, dengan bahasa yang sederhana.