Saran Ahli Keuangan untuk Mengelola Uang Pesangon agar Tidak Cepat Habis

anindya

By anindya

🌍 Translate this article:

Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) masih menjadi perhatian di Indonesia. Berdasarkan data Kementerian Ketenagakerjaan, 18.160 pekerja di 15 provinsi kehilangan pekerjaan dalam dua bulan pertama 2025. Angka ini menunjukkan peningkatan yang signifikan dibandingkan Januari 2025 yang mencatat 3.325 kasus PHK.

Bagi pekerja yang terdampak, uang pesangon menjadi penyokong finansial hingga mereka mendapatkan pekerjaan baru. Namun, dana tersebut bisa cepat habis jika tidak dikelola dengan benar. Berdasarkan informasi dari detikFinance, perencana keuangan dari Tatadana Consulting, Tejasari, memberikan beberapa strategi agar pesangon dapat dimanfaatkan dengan lebih bijak.

Nah, Thecuy, jika kamu sedang berada di situasi ini atau ingin belajar mengelola keuangan dengan lebih baik, mari simak beberapa tips mengatur uang pesangon berikut ini.

                                                                                                                                                                                            <section id="section-detail-2" class="multi-card " data-page="2" data-page-title="Prioritaskan Melunasi Hutang" dtr-evt="halaman selanjutnya" dtr-sec="halaman selanjutnya" dtr-act="tombol halaman selanjutnya" dtr-id="324428" dtr-ttl="Prioritaskan Melunasi Hutang" onclick="_pt(this)" readability="19">
                            <h2 class="fw-bold fs-5">Prioritaskan Melunasi Hutang</h2>
                            <div readability="7">
                                <img src="https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/07/16/prioritaskan-untuk-lunasi-hutangfoto-magnific-1789631690358.jpeg?w=700&q=90" alt title/>
                                <p>Prioritaskan untuk melunasi utang / Foto: Magnific</p>
                            </div>
                            <p>Tejasari menjelaskan bahwa langkah pertama yang perlu dilakukan setelah menerima pesangon adalah membuat daftar prioritas. Ia menyarankan agar para pekerja terlebih dahulu memeriksa apakah masih ada kewajiban seperti pinjaman <em>online</em>, <em>paylater</em>, kartu kredit, atau kredit tanpa agunan (KTA).</p>

“Jika masih ada utang seperti pinjaman daring, paylater, kartu kredit, atau KTA yang mengganggu, sebaiknya segera dilunasi,” katanya. Dengan melunasi utang berbunga tinggi sejak awal, kamu bisa mengurangi beban pengeluaran bulanan dan membuat kondisi keuangan lebih stabil.

Buat Anggaran Bulanan dengan Mode Hemat

Buat anggaran bulanan dengan hemat / Foto: Magnific

Setelah melunasi utang, langkah selanjutnya adalah menghitung kebutuhan bulanan secara rinci. Mulai dari biaya makan, transportasi, tagihan rumah tangga, hingga keperluan pribadi, semuanya harus disesuaikan dengan kondisi keuangan saat ini.

Tejasari menyarankan agar anggaran dibuat dengan gaya hidup hemat. Menurutnya, setiap pengeluaran harus ditinjau kembali untuk melihat apakah masih bisa dikurangi, sehingga anggaran bulanan tetap efisien tanpa mengganggu kebutuhan utama.

Masukkan Pengeluaran Tahunan ke Dalam Perencanaan

Susun perencanaan pengeluaran tahunan / Foto: Magnific

Selain kebutuhan bulanan, Tejasari mengingatkan agar pekerja juga memasukkan berbagai kewajiban tahunan ke dalam anggaran. Misalnya, biaya perpanjangan STNK, SIM, Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), premi asuransi, dan pembayaran penting lainnya.

Menurutnya, seluruh kebutuhan tersebut tetap harus dipersiapkan meskipun sedang tidak memiliki pekerjaan. Dengan begitu, kamu tidak akan kesulitan ketika waktu pembayarannya tiba karena dananya sudah dialokasikan sejak awal.

Hitung Ketahanan Dana dan Segera Ambil Keputusan

Analisis ketahanan dana / Foto: Magnific

Tejasari menjelaskan bahwa setelah seluruh kebutuhan dihitung, pekerja perlu membandingkan jumlah pengeluaran dengan dana darurat serta pesangon yang dimiliki. Dari sana, kamu bisa mengetahui berapa lama kondisi keuangan masih mampu bertahan tanpa penghasilan tetap.

Ia menilai perhitungan tersebut penting sebagai acuan untuk menentukan langkah berikutnya, apakah akan mencari pekerjaan tetap, mengambil pekerjaan paruh waktu, atau mulai berbisnis. Menurutnya, keputusan itu sebaiknya tidak ditunda karena semakin lama seseorang menunggu, semakin besar pula dana darurat yang akan terpakai.

Mengalami PHK memang bukan situasi yang mudah, tetapi bukan berarti kondisi keuangan harus ikut berantakan. Dengan menerapkan tips mengelola uang pesangon, kamu dapat memanfaatkan dana yang diterima dengan lebih bijak sekaligus menjaga kebutuhan tetap terpenuhi selama masa transisi.

Thecuy, jangan terburu-buru menghabiskan pesangon untuk kebutuhan konsumtif. Sebaliknya, fokuslah pada prioritas, susun anggaran dengan matang, dan segera tentukan langkah karier berikutnya agar kondisi finansial tetap aman hingga memperoleh sumber penghasilan baru.

***

Ingin bergabung dengan Buzznesia Community untuk mengikuti berbagai acara online dan offline menarik yang diselenggarakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk semua orang, baik perempuan maupun laki-laki, dan kami juga memiliki grup khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa. Ayo, bergabunglah dengan Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

                <p>(naq/naq)</p>

Terima kasih sudah mengunjungi thecuy. 🙂

Tinggalkan Balasan