Mana yang Lebih Bermanfaat bagi Fungsi Otak: Audiobook atau Membaca?

anindya

By anindya

🌍 Translate this article:

Di era teknologi ini, audiobook atau buku audio semakin marak di mana-mana. Terkadang, ini menjadi solusi bagi mereka yang tidak mau ribet membaca atau membawa buku bacaan ke mana-mana.

Membaca menurut beberapa penelitian telah terbukti berpengaruh positif terhadap fungsi otak, seperti melatih konsentrasi dan daya ingat. Tak hanya itu, studi dalam JAMA Psychiatry menyebut, aktivitas membaca buku secara rutin menurunkan risiko terjadinya demensia.

Semakin populernya buku audio dan berkurangnya minat baca seseorang, apakah mendengarkan buku audio memberikan manfaat yang serupa bagi otak seperti halnya membaca? Berikut penjelasannya menurut pakar.


                                                                                                                                                                                            <section id="section-detail-2" class="multi-card " data-page="2" data-page-title="Membaca Buku dan Mendengarkan Audiobook Memengaruhi Otak dengan Cara yang Sedikit Berbeda" dtr-evt="halaman selanjutnya" dtr-sec="halaman selanjutnya" dtr-act="tombol halaman selanjutnya" dtr-id="324412" dtr-ttl="Membaca Buku dan Mendengarkan Audiobook Memengaruhi Otak dengan Cara yang Sedikit Berbeda" onclick="_pt(this)" readability="26.884955752212">
                            <h2 class="fw-bold fs-5">Membaca Buku dan Mendengarkan Audiobook Memengaruhi Otak dengan Cara yang Sedikit Berbeda</h2>
                            <div readability="7">
                                <img src="https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/09/14/cara-aktivitas-membaca-dan-audiobook-memengaruhi-otakfoto-magnificcomlifeforstock-1789613396588.jpeg?w=700&q=90" alt title/>
                                <p>Cara aktivitas membaca dan audiobook memengaruhi otak/Foto: Magnific.com/Lifeforstock</p>
                            </div>
                            <p>Aktivitas membaca dan mendengarkan sama-sama menuntut seseorang untuk memahami dan menafsirkan bahasa.</p>

Berdasarkan penelitian 2019 yang diterbitkan Journal of Neuroscience, peta aktivitas otak dari orang yang mendengarkan dan membaca cerita yang sama, hampir identik. Cara kerja otak menangkap makna dari kata-kata yang didengar maupun dibaca hampir sama.

Sementara menurut profesor Chelsey Bollinger, Ph.D., ada perbedaan yang memengaruhi fungsi otak antara aktivitas membaca dan mendengarkan. Perbedaan itu terletak pada keterlibatan korteks visual di otak.

“Reading engages the visual processing system as well as the brain area responsible for recognizing and decoding words,” said Bollinger, who works at James Madison University, as quoted from Health.

Sementara itu, mendengarkan hanya memungkinkan otak untuk langsung berfokus pada pemahaman bahasa, tanpa melibatkan korteks visual.

Apakah Membaca Lebih Baik bagi Otak Ketimbang Mendengarkan Audiobook?

Pengaruh membaca buku dan mendengarkan buku audio bagi otak/Foto: Magnific.com/Rawpixels

Belum tentu. Mana yang lebih baik bagi otak tergantung oleh banyak faktor. Setiap orang mungkin punya kecenderungan yang berbeda.

Menurut Bollinger, membaca buku dan mendengarkan buku audio dapat sama-sama meningkatkan fungsi otak secara optimal, asalkan prosesnya dilakukan dengan keterlibatan aktif dan fokus yang sungguh-sungguh.

Kegiatan membaca buku mendorong keterlibatan dan retensi informasi yang lebih baik. Berdasarkan meta analisis tahun 2022, membaca memungkinkan pembaca untuk berhenti sejenak, membaca ulang bagian tertentu, dan merenungkan apa yang telah dipelajari.

Bagaimana dengan mendengarkan audiobook? Orang yang lebih mudah menangkap informasi lewat intonasi dan emosi penutur, serta memiliki gangguan penglihatan akan cenderung nyaman dengan aktivitas tersebut.

Namun di sisi lain, Douglas Scharre, MD., mengatakan bahwa audiobook dapat membuat seseorang terjebak dalam mode mendengarkan secara pasif. Mereka tidak berupaya aktif untuk memahami secara lebih dalam tentang bagian yang didengar.

Aktivitas multitasking semakin mempersulit situasi. Sebagian besar kegiatan mendengarkan audiobook dilakukan sembari mengerjakan hal lain, seperti memasak dan olahraga.

Perhatian yang terbagi secara konsisten mengurangi daya ingat terhadap informasi yang diserap. Hal inilah yang kemungkinan besar membedakan tingkat pemahaman antara mendengarkan dan membaca.

Jadi, haruskah menghindari audiobook? Singkatnya, tidak. Alih-alih menghindar, lebih cermatlah dalam memilih kapan harus mendengarkan dan kapan harus membaca.

“Audiobooks demand certain cognitive effort, and we should not make them a substitute for reading activities,” emphasized psychologist Robert Sternberg, quoting Psychology Today.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

                <p>(ria/ria)</p>

Terima kasih sudah mengunjungi thecuy. 🙂

Tinggalkan Balasan