Ketua Tim Baru, Penataan Dadaha Tasikmalaya Harus Diselesaikan

By Jurnalis Berita

🌍 Translate this article:

TASIKMALAYA, Thecuy.com–Kuatir pergantian Ketua Tim Penataan Dadaha akan menghambat kemajuan proyek penataan. Pejabat baru yang dipercayakan harus segera beradaptasi agar upaya penataan berjalan lebih lancar.

Meskipun sistem birokrasi berjalan sesuai aturan, pergantian pejabat sering kali membawa perubahan dalam pekerjaan atau program. Hal ini disebabkan setiap individu memiliki sudut pandang dan ide yang berbeda terhadap suatu hal.

Iwan Supriyadi, aktivis dari Pergerakan Masyarakat Anti Korupsi (Pemantik), mengatakan bahwa proyek penataan Dadaha sangat dinanti-nantikan oleh masyarakat. Ia berharap pemerintah dapat menyelesaikan tugas tersebut hingga rampung. “Menurut saya, semua orang menginginkan Dadaha menjadi lebih baik,” kata pria yang akrab dipanggil Iwok kepada Radar, Minggu (20/9/2026).

Misi Tersembunyi Ketua Gekrafs! Partai Golkar Kota Tasikmalaya: Iwan Mundur, Nurul Makin Kuat!

Kini, kemajuan penataan proyek tersebut relatif terhambat dan belum ada langkah lanjut setelah sterilisasi PKL di jalur jogging. Selain itu, Tim Penataan juga menghadapi proses pergantian koordinator karena H Asep MP telah pensiun.

Mengenai ini, Iwok berpendapat bahwa setiap individu memiliki pemikiran, ide, dan mental yang berbeda. Oleh karena itu, pergantian ini cukup berisiko karena dapat memengaruhi kemajuan penataan. “Orang yang berbeda, kemungkinan besar dapat membawa perubahan yang berbeda, entah itu positif atau negatif,” ujarnya.

Oleh karena itu, tim penataan harus mampu membangun kerja sama dan konsistensi agar proyek penataan Dadaha terus berjalan. Jangan sampai adanya ego menghambat tugas yang harus diselesaikan. “Jangan sampai proyek penataan menjadi terhenti,” katanya.

Mengenai penataan Dadaha, Iwok menjelaskan bahwa masalah utama yang perlu diperbaiki adalah Pedagang Kaki Lima (PKL) dan parkir. Pemerintah harus mengambil tindakan yang jelas dan tegas terkait PKL. “Jika ingin menempatkan PKL, komitmen harus jelas dan jangan sampai jumlahnya bertambah,” katanya.

Sedangkan untuk masalah parkir, Iwok menyebutkan rencana kerjasama dengan pihak ketiga. Dalam hal ini, Pemkot harus mempertimbangkan petugas parkir yang sudah lama bertugas di Dadaha. “Komunikasi harus ada, jangan sampai menimbulkan konflik dengan petugas baru dari pengelola,” ujarnya.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Terimakasih sudah mengunjungi thecuy . 🙂

Tinggalkan Balasan