Obrolan pagi di kantin RSOP Ciamis, dokter Iman Solichin melakukan langkah luar biasa

By Jurnalis Berita

🌍 Translate this article:

RADARTASIK.ID – Usai Salat Subuh di Masjid Yutini Sastradiwirya, Kang Ilham Padli, menahan saya. Mengajak ngobrol bersama pimpinan dan dokter Rumah Sakit Orthopedi (RSOP) Ciamis.

Kami membahas tentang indikator hamba yang bertakwa. Ternyata ada. Tercantum di Al Qur’an surat Ali Imran ayat 133 hingga ayat 135.

Garis besarnya orang takwa dapat terindikasi dafi perilakunya. Kami sepakat mengistilahkannya dengan M4U (baca Em for Yu). Ada 4 M dan satu U.

Baca Juga:Pasca Digeledah KPK, Guru SMAN di Tasikmalaya Diberi Cuti untuk Bereskan MasalahKPK Geledah Rumah Guru di Tasikmalaya Terkait Dugaan Korupsi Penerimaan Maba Unsoed

Orang takwa itu memberi saat lapang dan sempit. Alias tidak pelit. Baik harta, ilmu, tenaga hingga yang ringan memberikan senyuman.

Indikator berikutnya menahan amarah, memohon ampun ketika berbuat dosa. Terakhir adalah huruf U. Yakni upaya terus berbuat kebaikan sepanjang hidupnya.

Selesai ngobrol dan keluar dari masjid, saya berjalan menuju kantin. Menghampiri dokter Azizah sealumni kampusnya dengan saya. Sama-sama dari Universitas Islam Bandung (Unisba).

Sedang asyik berbincang. Terdengar suara dari belakang.

“Terima Kang Dadan!”

Suara khas itu mengejutkan saya. Obrolan dengan dokter Azizah langsung terhenti.

Saya familiar pemilik suara itu.

Dokter Iman Solichin Sp.OT. Spen. Ownernya Rumah Sakit Khusus Orthopedi RSOP Ciamis.

Rumah sakit yang terkenal itu. Jadi icon dan kebanggaan Kabupaten Ciamis.

Ayah dari tiga anak itu lagi sarapan. Di meja yang lebih tinggi dari semua meja di kantin itu. Kursinya juga tinggi.

Baca Juga:Becak Listrik Pun Tersenyum!Ketika Prabowo Minta KartaNU, PCNU Kota Tasik Malah Tak Kebagian Sapa!

Di piring ada telur rebus tiga butir. Segelas teh hangat. Sarapan yang sedang disantapnya.

Saya benar-benar tidak melihat ada beliau di kantin. Sekeluarnya dari masjid, fokus langsung menghampiri dokter Azizah. Adik angkatan di kampus Unisba.

“Eh, dok. Maaf saya nggak lihat,” ujar saya setengah teriak. Sambil tergesa menghampiri. Menjabat tangannya dengan merunduk.

Saya hormat sekali dengan Dokter Iman Solichin. Kami bertemu 5 tahun silam. Saat anak kedua saya, Hamda Muhammad Jalari, dirawat di RSOP.

Sikut tangan kanan anak saya patah. Dokter Iman Solichin yang menanganinya. Sampai sembuh dan kembali normal.

Sejak itu kami bersahabat. Kalau bertemu ngobrol. Atau via WA. Membahas yang ringan sampai berat. Bahkan sensitif. Hehehe.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Terimakasih sudah mengunjungi thecuy . 🙂

Tinggalkan Balasan