Bau Tak Sedap dan Banyak Lalat Picu Kecurigaan di Rumah Karyawati Swasta di Tasikmalaya

By Jurnalis Berita

🌍 Translate this article:

TASIKMALAYA, Thecuy.com – Warga Cicurug, Kelurahan Cikalang, Kecamatan Tawang, Kota Tasikmalaya, dikejutkan oleh penemuan seorang wanita berusia 43 tahun yang sudah tewas di rumahnya, Kamis (17/9/2026) sore.

Mayat tersebut diketahui bernama Rina Mulyana (43), seorang karyawan swasta. Ia ditemukan berbaring telentang di atas kasur kamar tidurnya.

Penemuan ini bermula setelah kakaknya, Herman, merasa curiga.

Penyebabnya, makanan yang dikirimkan kepadanya setiap hari selama beberapa hari sebelumnya masih utuh.

Kontroversi Turbo Prioritas Maxim di Tasikmalaya! STT Soroti Potongan hingga 108 Persen; Mukota KADIN Tasikmalaya Diprotes, ALB Klaim Forum Tetap Sah dengan Persetujuan Jabar

Tidak hanya makanan yang tidak tersentuh. Herman juga mencium bau tidak sedap dari dalam rumah dan melihat banyak lalat di sekitar lokasi.

Kecurigaan itu akhirnya mengarah pada penemuan yang seketika mengubah suasana rumah. Herman membuka pintu dan menemukan adiknya sudah meninggal dunia.

Penemuan ini kemudian dilaporkan kepada ketua RT dan warga sebelum diteruskan ke Polsek Tawang.

Petugas Polsek Tawang bersama piket fungsi Polres Tasikmalaya Kota, Unit Inafis dan Pamapta 3 langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan dan penyelidikan di tempat kejadian perkara (TKP).

Kapolsek Tawang, Iptu Azis Kartaji, membenarkan kejadian tersebut.

“Ya, benar (kejadian itu terjadi),” kata Azis saat dikonfirmasi.

Berdasarkan pemeriksaan awal di lokasi, tidak ditemukan tanda-tanda luka akibat kekerasan pada tubuh korban. Namun, polisi belum dapat memastikan penyebab kematiannya.

Pemeriksaan luar dilakukan oleh dokter jaga RSUD dr. Soekardjo, dr. Deti Fardilah. Dari pemeriksaan tersebut ditemukan kekakuan dan memar pada mayat, sedangkan penyebab kematian belum dapat dipastikan.

AMI Kritik Anggota Dewan yang Terlalu Sibuk Pencitraan; Nurul Awalin Resmi Daftar sebagai Calon Tunggal Ketua Partai Golkar Kota Tasikmalaya, Siap Pimpin!

Untuk memastikan penyebab kematian, sebenarnya diperlukan autopsi. Namun, keluarga menolak autopsi dan menerima kejadian tersebut sebagai takdir.

Korban diketahui tinggal seorang diri di rumah tersebut. Meski demikian, rumah keluarga berada di dekat tempat tinggal korban sehingga kebutuhan makanannya selama ini masih diperhatikan oleh kakaknya.

Herman diketahui memberikan makanan kepada korban dua kali sehari, pagi dan sore. Karena korban tinggal di dalam rumah, makanan biasanya dimasukkan melalui jendela yang dilengkapi teralis.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Terimakasih sudah mengunjungi thecuy . 🙂

Tinggalkan Balasan