Mahasiswa Umtas memperkenalkan teknologi pengolahan sampah kepada masyarakat di Kawalu, Tasikmalaya.

By Jurnalis Berita

🌍 Translate this article:

TASIKMALAYA, Thecuy.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya (UMTAS) memperkenalkan sebuah solusi pengolahan sampah menggunakan appropriate technology di Kelurahan Cilamajang, Kawalu District, Tasikmalaya City.

Ini merupakan langkah konkret untuk mengatasi permasalahan penumpukan limbah sekaligus mengurangi praktik pembakaran sampah secara terbuka yang masih banyak dilakukan oleh warga.

Sistem kerjasama dengan Karang Taruna, tokoh masyarakat, dan penduduk setempat memungkinkan Tim KKN UMTAS untuk meluncurkan Insinerator Pemusnah Sampah Mandiri Berbasis Injeksi Uap Air, sebuah alat yang ramah lingkungan. Tujuannya adalah untuk menurunkan polusi udara dan meminimalkan risiko kebakaran yang disebabkan oleh pembakaran sampah sembarangan.

NORMA NETIZEN!Belum Siap Eksekusi, Padahal Sistem dan CCTV Sudah Dibuat untuk Digitalisasi Pengelolaan Parkir di Kota Tasikm

Program ini diberikan kepada masyarakat sebagai bagian dari edukasi pengelolaan sampah yang lebih aman, efisien, dan berkelanjutan.

Perwakilan Tim KKN UMTAS, Ipan, menjelaskan bahwa alat pembakar tersebut bisa membakar sampah pada temperatur tinggi, yaitu 800‑1000°C.

Pada suhu tersebut, proses pembakaran lebih sempurna, menghasilkan emisi yang jauh lebih rendah dibandingkan dengan pembakaran terbuka.

“Insinerator yang menggunakan metode injeksi uap air ini sanggup mengolah 13‑15 kilogram sampah tiap jam. Bahan bakarnya hemat karena memanfaatkan oli bekas dan air biasa, tidak memerlukan listrik. Teknologi injeksi uap air dapat menguraikan ikatan molekul karbon, sehingga asap hasil pembakaran sangat tipis dan jernih, lebih aman bagi lingkungan sekitar,” ujarnya.

Selain mampu mengurangi volume limbah sekitar 90 %, teknologi ini juga menerapkan konsep Zero‑Waste. Abu dari sampah organik bisa dipakai sebagai pupuk untuk menyeimbangankan pH tanah, sedangkan abu dari sampah anorganik dapat didaur ulang menjadi bahan pembuat batako atau paving.

Bagi Tim KKN UMTAS, metode ini tidak hanya menyelesaikan masalah sampah, tapi juga menciptakan peluang ekonomi melalui pemanfaatan produk sampingan pembakaran.

Kalau Memang Ada, Gubernur Jabar KDM Minta BPN Pangandaran Membatalkan Sertifikat Harim Laut Pantai MadasariDigitalisasi Parkir Kota Tasikmalaya Baru Sebatas Mimpi, Vendor: Jangan Dipaksa Seragam

Melalui kerjasama ini, Kelurahan Cilamajang diharapkan bisa menjadi contoh Modern Village yang bisa mandiri dalam pengolahan sampah dengan teknologi tepat guna, serta menumbuhkan budaya peduli lingkungan yang berkelanjutan. (Ujang Nandar)

Baca juga Berita lainnya di News Page
Terimakasih sudah mengunjungi thecuy . 🙂

Tinggalkan Balasan