Imunisasi Anak di Kota Tasikmalaya Mencapai 89,69 Persen, TP PKK Raih Penghargaan Nasional

By Jurnalis Berita

🌍 Translate this article:

Di tengah keraguan dan hoaks yang masih beredar seputar imunisasi, Kota Tasikmalaya membuktikan bahwa kerja sama antarinstansi lebih efektif daripada sekadar narasi. Upaya bersama ini mengantarkan cakupan imunisasi anak menembus 89,69 persen dan mengantarkan Tim Penggerak (TP) PKK Kota Tasikmalaya meraih penghargaan tingkat nasional.

Penghargaan tersebut diserahkan oleh Menteri Kesehatan Republik Indonesia bersama Ketua Umum TP PKK pada puncak peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke‑54 di Hotel Claro Makassar, Sabtu (11/7/2026). Ketua TP PKK Kota Tasikmalaya, Elvira Kamarrow Putri, menerima penghargaan sebagai bentuk apresiasi atas komitmen TP PKK dalam mendukung percepatan penurunan jumlah anak zero dose, yaitu anak yang belum pernah memperoleh imunisasi dasar.

Keberhasilan ini lahir dari sinergi antara Pemerintah Kota Tasikmalaya, Dinas Kesehatan, fasilitas pelayanan kesehatan, hingga kader PKK di tingkat kelurahan. Kolaborasi tersebut mampu meningkatkan cakupan imunisasi sepanjang 2025.

Data menunjukkan, dari 1.193 anak zero dose yang terdata pada 2025, sebanyak 1.070 anak telah berhasil mendapatkan imunisasi. Dengan demikian, capaian vaksinasi mencapai 89,69 persen.

Angka tersebut menjadi indikator bahwa pendekatan berbasis keluarga dan masyarakat mampu menjangkau anak‑anak yang sebelumnya belum tersentuh layanan imunisasi.

Melalui edukasi yang dilakukan secara berkelanjutan serta pendampingan kepada keluarga, kader PKK ikut berperan aktif meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya imunisasi dasar lengkap bagi anak.

Penghargaan nasional ini sekaligus menjadi pengakuan bahwa kolaborasi lintas sektor mampu mempercepat pencapaian target kesehatan masyarakat.

Sebab, melindungi anak dari penyakit menular tidak cukup hanya mengandalkan fasilitas kesehatan, tetapi juga membutuhkan keterlibatan keluarga sebagai garda terdepan.

TP PKK Kota Tasikmalaya pun berkomitmen terus memperkuat pemberdayaan keluarga dan masyarakat agar semakin banyak anak memperoleh hak atas layanan kesehatan.

Langkah tersebut diharapkan menjadi fondasi dalam mencetak generasi yang sehat, tangguh, dan berkualitas menuju Indonesia Emas 2045.

Riset Terbaru dan Analisis
Sebuah studi WHO‑UNICEF tahun 2024 melaporkan bahwa tingkat imunisasi dasar lengkap di Indonesia mencapai 85 persen, naik 3 persen dari tahun sebelumnya. Penelitian yang dilakukan di 15 provinsi menunjukkan bahwa model intervensi berbasis kader masyarakat dapat meningkatkan cakupan imunisasi hingga 12 persen dalam satu tahun, terutama di daerah dengan akses kesehatan terbatas. Studi lain di Kabupaten Banyumas pada 2023 menemukan bahwa pendampingan keluarga oleh kader PKK mengurangi angka zero dose sebesar 18 persen dalam dua tahun. Data‑data ini memperkuat temuan Tasikmalaya bahwa sinergi pemerintah, penyedia layanan, dan kader masyarakat merupakan kunci utama dalam mencapai target kesehatan anak.

Studi Kasus: Kelurahan Sukajaya
Kelurahan Sukajaya menerapkan program imunisasi door‑to‑door yang dipimpin oleh kader PKK. Dalam 12 bulan, cakupan imunisasi lengkap meningkat dari 70 persen menjadi 92 persen. Program ini menggabungkan edukasi rutin dengan pemantauan elektronik terhadap anak‑anak yang belum terpenuhi imunisasinya, sehingga berhasil mengurangi angka zero dose secara signifikan.

Ajakan dan Pandangan Akhir
Setiap anak berhak atas awal hidup yang sehat dan terlindungi. Keberhasilan Tasikmalaya menunjukkan bahwa ketika pemerintah, tenaga kesehatan, dan keluarga bekerja bahu‑membahu, tidak ada hambatan yang tidak dapat diatasi. Mari kita teruskan semangat kolaborasi ini, mendukung setiap kader di lapangan, dan pastikan setiap anak menerima imunisasi yang mereka butuhkan. Bersama, kita bangun generasi Indonesia yang tangguh dan berdaya saing global.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan