Ledakan Gerobak di Dadaha Tasikmalaya Diduga Dipicu Emosi Mantan Narapidana Terorisme

By Jurnalis Berita

🌍 Translate this article:

Keributan antar pedagang kaki lima di kawasan Dadaha, Tasikmalaya, berubah menjadi peristiwa serius pada Sabtu malam, 11 Juli 2026, ketika sebuah gerobak dagangan meledak. Polisi setempat mengidentifikasi pelaku sebagai A, seorang mantan narapidana terorisme yang masih dalam program pembinaan pemerintah. A ditangkap oleh tim gabungan Brimob Polda Jawa Barat dan Satreskrim Polres Tasikmalaya Kota pada hari Minggu, 12 Juli 2026, setelah penyelidikan cepat atas ledakan tersebut.

Penyidik menggeledah rumah kontrakan A di Kampung Gunung Koneng, Kelurahan Cilembang, Cihideung. Di lokasi, mereka menemukan barang-barang yang diduga bahan peledak serta beberapa buku bertema akidah yang kini menjadi barang bukti untuk pengembangan kasus. Menurut Nurdin, seorang warga sekitar berusia 54 tahun, A dikenal sebagai mantan napiter yang rutin menerima supervisi bulanan dari lembaga pemerintah. “Dia dulu menjual es teh dari gerobak di Dadaha dan mengaku sudah kembali ke NKRI,” kata Nurdin, seraya menambahkan bahwa A juga pernah merakit petasan untuk dijual saat Lebaran dan tahun baru.

Ketua RT 02 RW 13 Kelurahan Cilembang, Ade Mumu, membenarkan penangkapan warganya. Ia menceritakan bahwa sebelum ledakan, A terlibat cekcok dengan pedagang lain yang memicu kerumunan massa. “Polisi datang dan menggeledah rumah karena dia dicurigai terkait ledakan. Beberapa barang disita saat penggeledahan,” ujar Ade.

Data terbaru dari Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) tahun 2024 menunjukkan bahwa 68 % mantan narapidana terorisme terlibat kembali dalam aktivitas ilegal, sering kali berawal dari usaha sampingan seperti perdagangan petasan. Studi kasus serupa terjadi pada 2022 di Bandung, ketika seorang mantan napiter ditangkap karena meledakkan gerobak akibat perselisihan dagang, yang menegaskan pentingnya pemantauan ketat terhadap program pembinaan.

Kejadian ini mengingatkan kita bahwa ketegangan di lingkungan pedagang dapat berujung pada tindakan ekstrem jika tidak dikelola dengan baik. Masyarakat diimbau untuk lebih waspada, melaporkan aktivitas mencurigakan, dan mendukung upaya rehabilitasi yang berkelanjutan agar mantan narapidana benar‑benar dapat berbaur dan menghindari jurang kekerasan.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan