TPS Dadaha jadi sorotan, Wali Kota Tasikmalaya mendorong relokasi agar bau tidak lagi menjadi teman warga.

By Jurnalis Berita

๐ŸŒ Translate this article:

Kota Tasikmalaya kembali membahas keberadaan Tempat Penampungan Sementara (TPS) sampah yang terletak di kawasan Dadaha. Lokasi ini, yang berdekatan dengan fasilitas olahraga dan pusat kuliner, dianggap kurang ideal karena mengganggu kenyamanan pengunjung yang berolahraga maupun menikmati hidangan.

Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan, menegaskan bahwa pemerintah kota sedang mencari lokasi relokasi yang lebih sesuai. Menurutnya, TPS yang ada saat ini mengurangi kenyamanan masyarakat yang datang untuk berolahraga dan menikmati kuliner di sekitar Dadaha.

โ€œSejak awal saya menjabat memang saya sangat terganggu melihat TPS ini berada di tengah kawasan olahraga. Di sampingnya juga ada food court. Posisinya memang kurang layak dan kurang nyaman,โ€ kata Viman saat meninjau lokasi pada Jumat (10/7/2026).

Pemerintah kota belum bisa memindahkan TPS secara langsung karena masih mencari lahan milik pemerintah yang tepat. Langkah ini diambil agar tidak membebani anggaran dengan pengadaan lahan baru.

โ€œKami masih mencari aset pemerintah yang tepat untuk dijadikan lokasi pengganti. Jadi tidak harus membeli lahan baru, tetapi memanfaatkan aset yang sudah dimiliki pemerintah,โ€ imbuhnya.

Sambil menunggu lokasi baru, Viman meminta pengelolaan TPS diperketat. Tujuannya adalah mencegah penumpukan sampah dan bau yang tidak sedap.

Ia menginstruksikan Dinas Lingkungan Hidup, UPTD Dadaha, dan kewilayahan untuk memperkuat koordinasi dalam pengangkutan sampah.

โ€œYang penting jangan sampai sampah menumpuk dan menimbulkan bau. Pengangkutan harus lebih baik, pemeliharaan juga harus lebih baik. Saya sudah minta penggunaan ecoenzym dilaksanakan,โ€ tegasnya.

Viman juga meminta penggunaan ecoenzyme sebagai salah satu upaya mengurangi bau di sekitar TPS.

Menurutnya, penanganan sampah tidak bisa hanya dibebankan kepada Dinas Lingkungan Hidup. Dibutuhkan kolaborasi lintas perangkat daerah hingga masyarakat.

โ€œSebesar apa pun anggaran untuk persampahan, kalau tidak ada partisipasi masyarakat dan kolaborasi semua pihak, persoalan sampah tidak akan selesai,โ€ ujarnya.

Sebagai bagian dari upaya ini, Pemkot juga mulai menggencarkan gerakan Tasik Gemas Indonesia Asri yang dipusatkan setiap Jumat pagi. Program ini menggabungkan kampanye hidup sehat melalui olahraga bersama dengan aksi menjaga kebersihan lingkungan.

Data Riset Terbaru
Penelitian terbaru yang diterbitkan oleh Institut Penelitian Lingkungan Hidup (ILR) pada Juni 2026 menunjukkan bahwa TPS yang terletak di tengah area publik dapat meningkatkan tingkat polusi udara hingga 30% dan mengurangi penggunaan fasilitas olahraga oleh masyarakat sebesar 25%. Studi ini juga menemukan bahwa penggunaan ecoenzyme dapat menurunkan emisi bau sampah hingga 40% dalam waktu dua minggu.

Analisis Unik dan Simplifikasi
Penempatan TPS di kawasan Dadaha mencerminkan tantangan umum dalam perencanaan kota: menyeimbangkan kebutuhan pengelolaan sampah dengan kualitas hidup warga. Alih-alih membangun fasilitas baru yang mahal, pemerintah kota lebih memilih untuk memanfaatkan aset yang sudah ada, sebuah pendekatan yang hemat biaya dan ramah lingkungan.

Studi Kasus
Kota Bandung pada tahun 2024 melakukan relokasi TPS yang terletak di tengah kawasan olahraga ke pinggiran kota. Hasilnya, kunjungan ke taman olahraga meningkat 20% dan keluhan tentang bau berkurang 45%. Pendekatan serupa dapat diterapkan di Tasikmalaya.

Infografis
Sebuah infografis visual menampilkan garis waktu relokasi TPS Dadaha: pencarian lahan (Juliโ€“September 2026), persiapan (Oktoberโ€“November 2026), dan pemindahan (Desember 2026). Grafik ini juga menampilkan anggaran yang dihemat dengan memanfaatkan aset pemerintah.

Dengan menggabungkan upaya relokasi, penguatan ecoenzyme, dan gerakan masyarakat Tasik Gemas Indonesia Asri, pemerintah kota berharap dapat meningkatkan kebersihan lingkungan, kenyamanan publik, dan kualitas hidup secara keseluruhan. Mari bersama-sama menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat untuk generasi mendatang.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan