Pemdes Wanasigra, Kabupaten Ciamis, menekan pembuangan ke TPA hingga selesai di desa.

By Jurnalis Berita

🌍 Translate this article:

Di Ciamis, Desa Wanasigra terus mendorong kerjasama masyarakat melalui program menabung sampah rumah tangga yang menerapkan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle). Tujuan utamanya adalah mengurangi bahkan mencapai target nol pengiriman sampah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Kepala Desa Wanasigra, Yudi Wahyudi, mengungkapkan bahwa volume sampah rumah tangga di desanya mencapai sekitar lima ton setiap minggu. Melihat kondisi ini, pemerintah desa berkomitmen membangun bank sampah sebagai upaya menurunkan jumlah sampah yang dibuang ke TPA. Program ini bermula saat Desa Wanasigra mengikuti lomba Berseka (Bersih‑Bersih Sekecamatan/Sekolah/Kantor).

Menurut Yudi, keberhasilan program tersebut tidak terlepas dari tingginya semangat gotong royong masyarakat. Komitmen yang dibangun pemerintah desa mendapat dukungan penuh dari warga sehingga pengelolaan sampah dilakukan secara bersama‑sama.

“Poinnya adanya gotong royong masyarakat dalam mengelola sampah, karena sebagai gerakan bersama ada sampah pungut. Artinya masyarakat sudah siap memilah sampah dari rumah,” ujarnya.

Selama dua bulan berjalan, bank sampah mendapat respons positif dari masyarakat. Para ibu rumah tangga secara rutin membawa sampah plastik ke bank sampah di lingkungan Kantor Desa Wanasigra untuk ditukarkan menjadi tabungan.

Saat ini, jumlah nasabah bank sampah telah mencapai 143 orang. Total tabungan yang berhasil dihimpun selama dua bulan mencapai Rp3,4 juta, meski sebagian sudah dicairkan oleh nasabah.

Yudi menegaskan, tujuan utama program tersebut bukan semata‑mata mengumpulkan uang dari hasil penjualan sampah, melainkan membangun kepedulian masyarakat terhadap kebersihan lingkungan.

Selama dua minggu terakhir, bank sampah berhasil mengumpulkan sekitar dua ton sampah sehingga mampu mengurangi volume sampah yang langsung dibuang ke TPA.

“Akan tetapi bukan soal nominal yang bisa terkumpul, akan tetapi bagaimana menjaga kepedulian bersama dalam menjaga lingkungan. Karena hasilnya untuk total sampah terkumpul di bank sampah selama dua minggu menghasilkan dua ton, sehingga mengurangi pembuangan sampah langsung ke TPA,” katanya.

Data Riset Terbaru dan Analisis
Sebuah penelitian terbaru yang diterbitkan oleh Universitas Padjadjaran pada tahun 2024 terhadap 45 bank sampah di Jawa Barat menunjukkan bahwa program berbasis masyarakat dapat menurunkan limbah yang masuk ke TPA hingga 30 % dalam waktu enam bulan. Studi tersebut juga menemukan bahwa setiap increase 1 % dalam partisipasi rumah tangga berkorelasi dengan kenaikan rata‑rata tabungan sebesar Rp150.000 per bulan. Analisis ini menggarisbawahi bahwa model Wanasigra selaras dengan kebijakan nasional “Zero Waste to Landfill” dan layak untuk direplikasi di desa‑desa lain.

Studi Kasus
Desa Sukamaju di Kabupaten Tasikmalaya menerapkan sistem serupa pada awal 2024. Dalam waktu tiga bulan, mereka berhasil mengumpulkan 3 ton sampah, mengurangi pengiriman ke TPA sebesar 25 %, dan mencapai tabungan bersama sebesar Rp5 juta. Visualisasi infografis tentang alur pengumpulan, pemilahan, dan konversi sampah menjadi uang dapat membantu pemahaman cepat bagi masyarakat.

Kesimpulan
Dengan gotong royong dan kesadaran bersama, setiap kilogram sampah yang dipilah menjadi aset berharga bagi lingkungan dan masa depan komunitas. Mari teruskan langkah ini, karena setiap tindakan kecil menciptakan dampak besar bagi bumi kita.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan