Kenapa Belajar Menulis Masih Penting Kalau Kamu Ingin Dipercaya Klien?

By Jurnalis Berita

🌍 Translate this article:

“Omit needless words.” — William Strunk Jr., The Elements of Style

Kalimat singkat itu mengingatkan Kadika bahwa tulisan berkualitas tercipta dari keputusan yang disengaja.

Jika kamu bekerja dalam bidang penulisan, belajar menulis akan mempertajam keputusan-keputusan tersebut.

‘Sekarang alat bisa menulis cepat?’ Benar, dan alat-alat tersebut memang berguna untuk mempercepat draf.

Namun, klien tetap membutuhkan seseorang yang bisa menilai apakah isi draf tersebut akurat dan tepat sasaran.

Bagaimana belajar menulis mempengaruhi kepercayaan klien?

Catatan penulis dan dokumen kerja untuk memahami kebutuhan klien
Kepercayaan bermula dari tulisan yang bisa dijelaskan.

Bayangkan kamu sedang memesan makanan, lalu menu hanya mengatakan, “Enak banget, pokoknya percaya, deh…”

Kamu mungkin malah mencari tempat makan lain, hehehe…

Klaim tanpa penjelasan membuat orang ragu, termasuk ketika klien membaca tulisanmu.

‘Jika tulisan bagus, klien pasti percaya.’

Tidak juga, karena klien juga ingin tahu alasan di balik pilihan kata dan informasi tersebut.

Kredibilitas penulis berkembang ketika prosesnya bisa dijelaskan, bukan ketika hasilnya disebut keren.

Cobalah ambil sebuah artikel lama, lalu tandai klaim yang belum memiliki sumber.

Selanjutnya, periksa apakah judulnya menjawab pertanyaan yang muncul ketika pembaca mencari informasi.

Latihan kecil ini membantumu melihat tulisan dari sudut pandang klien dan pembaca.

Jika kamu ingin mengecek pilihan penyampaian, artikel ‘Ternyata ada 5 Gaya Bahasa Menulis’ bisa jadi teman latihan.

Tulisan yang Rapi Belum Tentu Mudah Dipercaya

Draf tulisan dengan tanda revisi untuk memperjelas isi
Even tidy writing still needs its content and sources verified.

Kadika pernah menulis pembuka artikel yang terdengar cerdas, tapi membuat orang berpikir keras. 

Setelah dibaca ulang, paragrafnya terasa terlalu dipenuhi kosakata, sementara pembaca masih menunggu inti permasalahan.

Sejak itu, Kadika mencoba menempatkan jawaban utama lebih cepat dan memotong kalimat yang berbelit-belit.

Temuan penelitian Jakob Nielsen memberikan alasan konkret untuk lebih peduli pada susunan tulisan.

Dalam penelitiannya tentang cara membaca di web, 79% responden memindai halaman, sementara 16% membacanya kata per kata.

Angka tersebut bukan berarti semua orang selalu membaca dengan cara yang sama.

Namun, jika pembaca memindai tulisanmu, subjudul yang jelas dan contoh konkret membantu mereka menemukan jawaban.

‘Apakah ini berarti kita cukup membuat kalimat pendek?’

Tidak juga, karena kalimat pendek tetap bisa menyampaikan klaim yang salah.

Cobalah cocokkan setiap klaim penting dengan sumber, lalu pastikan contohnya benar-benar mendukung pesan tersebut.

Suka tulisan ini? Dapat yang berikutnya lewat email

Satu email seminggu. Isinya catatan yang gak aku taruh di blog.

Gak ada spam. Berhenti kapan saja.

Latihan Menulis yang Bisa Memperlihatkan Kemampuanmu

Dua versi draf tulisan dibandingkan saat latihan revisi
Revisi menunjukkan proses di balik hasil akhir.

Jika kamu punya waktu 30 menit, pilih sebuah tulisan yang pernah kamu buat.

Catat siapa pembacanya, masalah yang ingin dijawab, dan tindakan yang diharapkan setelah membaca.

Selanjutnya, ubah satu paragraf yang terlalu umum menjadi contoh dengan situasi yang jelas.

Salah satunya, ganti “tingkatkan kualitas komunikasi” dengan penjelasan tentang cara menjawab keluhan pelanggan.

Minta seseorang membaca versi lama dan versi revisinya, lalu tanyakan mana yang lebih jelas.

Umpan balik seperti ini lebih berguna daripada sekadar mengumpulkan pujian dari teman dekat.

Dalam buku Influence, Robert Cialdini membahas peran bukti sosial ketika orang mengambil keputusan.

Bagi penulis, hasil kerja yang bisa diperiksa membantu calon klien menilai kemampuan dengan lebih masuk akal.

‘Kadika, bagaimana jika kamu belum punya klien?’

Kamu tetap bisa membuat contoh tulisan berdasarkan masalah nyata.

Tunjukkan sumber rujukan, versi revisi, dan alasan perubahan agar proses belajarmu terlihat.

Kapan sertifikasi content writer layak dipertimbangkan?

Penulis mencatat materi belajar di depan laptop
Pilih ruang belajar yang sesuai dengan tujuan pekerjaanmu.

Setelah latihan mandiri, kamu mungkin butuh ruang belajar yang lebih terarah.

Program sertifikasi bisa dipertimbangkan jika materi dan penilaiannya membantu kamu menguji kemampuan secara jelas.

Bayangkan sertifikat seperti SIM: penting sebagai bukti proses, tapi kemampuan tetap terlihat saat praktik.

Jika tulisanmu masih membingungkan pembaca, sertifikat pun tidak bisa mengemudikan paragrafnya, hehehe…

‘Apakah sertifikat pasti membuat klien datang?’ Tidak ada jaminan, dan kamu berhak memeriksa manfaatnya terlebih dahulu.

Lihat apa yang dipelajari, bagaimana kemampuan dinilai, serta kecocokannya dengan tujuan pekerjaanmu.

Jika kamu ingin mempertimbangkan pilihan tersebut, lihat informasi tentang Certified Impactful Writer.

Bandingkan programnya dengan kebutuhanmu, lalu tentukan apakah langkah tersebut melengkapi latihan dan hasil kerja yang sudah kamu bangun.

Jadi, setelah membaca ini, bagian mana dari tulisanmu yang ingin kamu perbaiki agar orang lebih mudah percaya?

Gratis dibaca. Kalau kebantu, boleh traktir kopi.

Baca juga Berita lainnya di News Page

terimakasih sudah mengunjungi thecuy. 🙂

Tinggalkan Balasan