Payung Geulis sejak dini diperkenalkan, ibu dan anak-anak kompak melukis di Sawarga, Kota Tasikmalaya.

By Jurnalis Berita

🌍 Translate this article:

TASIKMALAYA, Thecuy.com – Memperkenalkan budaya tidak selalu harus dilakukan melalui buku atau cerita.

Di Kota Tasikmalaya, anak-anak usia dini diajak untuk mengenal warisan kerajinan daerah dengan cara yang lebih menyenangkan: bermain dengan warna dan melukis Payung Geulis bersama ibu mereka.

Situasi di Kampung Payung Geulis dalam rangkaian acara Sawarga Tasikmalaya 2026 di Taman Kota Tasikmalaya, pada Minggu (1/11/2026), terlihat meriah.

Pilgub Jabar Mulai Menghangat! Gerindra Petakan Donny dan Herdiat, Bagaimana dengan Posisi Dedi Mulyadi? Kampung CocoNut RI! Strategi UBK-Unisba untuk Meningkatkan Nilai Jual Kelapa dan Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga

Beberapa anak usia dini (PAUD) bersama orang tua mereka mengikuti workshop dan lomba melukis Payung Geulis.

Dilengkapi dengan kuas dan berbagai warna, anak-anak mulai mengekspresikan imajinasi mereka pada permukaan payung.

Ibu-ibu juga ikut mendampingi, membantu sekaligus memberikan ruang bagi anak untuk berkreasi.

Aktivitas yang diselenggarakan oleh Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Tasikmalaya ini bukan sekadar kompetisi untuk mencari karya terbaik.

Ada pesan yang lebih besar yang ingin disampaikan, yaitu memperkenalkan identitas budaya daerah sejak anak-anak masih dalam usia emas pertumbuhan.

Ketua Dekranasda Kota Tasikmalaya, dr. Elvira Kamarrow Putri, M.KM., juga hadir untuk memberikan dukungan kepada kegiatan tersebut.

Memperkenalkan kerajinan lokal kepada anak-anak dan keluarga merupakan salah satu upaya agar warisan budaya tidak hanya dikenal sebagai ikon daerah, tetapi juga menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat.

OJK mencatat 330 pengaduan keuangan di Ciamis, masyarakat diimbau untuk mewaspadai modus penipuan; IPPSI Cup XI Kota Tasikmalaya dihadiri 1.314 atlet, pembinaan pesilat muda diuji di arena

Melalui aktivitas melukis, anak-anak diajak untuk mengenal bentuk, warna, dan motif yang melekat pada Payung Geulis.

Mereka belajar untuk berkreasi sekaligus membangun kedekatan dengan salah satu produk kerajinan khas Kota Tasikmalaya.

Di sisi lain, kegiatan ini menciptakan momen kebersamaan yang sederhana namun bermakna antara ibu dan anak.

Orang tua tidak hanya menjadi pendamping, tetapi juga terlibat langsung dalam proses kreatif.

Pendekatan seperti ini merupakan cara kreatif untuk memperkenalkan budaya kepada generasi penerus.

Sebab, kecintaan terhadap produk lokal tidak cukup hanya disampaikan melalui slogan. Anak-anak juga perlu diberikan kesempatan untuk menyentuh, mencoba, dan merasakan langsung proses kreatif di balik sebuah karya.

Workshop dan lomba melukis Payung Geulis menjadi bagian dari Sawarga Tasikmalaya 2026 yang menampilkan beragam karya, rasa, dan pesona Kota Tasikmalaya.

Melalui kegiatan ini, Payung Geulis tidak hanya dipamerkan sebagai kerajinan yang membanggakan daerah.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Terimakasih sudah mengunjungi thecuy . 🙂

Tinggalkan Balasan