Protes pembongkaran mantan Setda, seniman dan budayawan Tasikmalaya mendesak pemerintah daerah membuka ruang dialog.

By Jurnalis Berita

🌍 Translate this article:

TASIKMALAYA, Thecuy.com – Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya berencana membongkar sebagian bangunan di komplek eks sekretariat daerah (setda) lama, yang berada di Jalan Pemuda, Kota Tasikmalaya. Rencananya, lahan bekas bangunan bakal dijadikan lahan parkir untuk menambah pendapatan asli daerah (PAD) bagi Kabupaten Tasikmalaya. Sedangkan bagi Pemerintah Kota Tasikmalaya, langkah ini menjadi angin segar untuk mengatasi persoalan lahan parkir.

Di lokasi tersebut, saat ini terdapat bangunan yang dijadikan sekretariat oleh para seniman Tasikmalaya. Mereka pun keberatan dengan rencana pembongkaran, serta meminta Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya membuka ruang dialog. Setidaknya, harus ada solusi agar aktivitas kesenian di lokasi tersebut tidak sampai terhenti.

Gen Z semakin sulit dinasehati? Orang tua punya peran pentingBeban zaman generasi muda: Antara potensi, etika, dan semangat juang di tengah arus teknologi

“Jangan langsung main gusur. Kami memahami bahwa pemerintah memiliki kewenangan dalam mengelola aset daerah, tetapi di tempat ini juga ada kehidupan yang harus dihargai. Ada seniman yang berkarya, anak-anak yang belajar, serta komunitas yang berupaya merawat seni dan budaya,” ujar Cepi kepada Radar, Rabu (28/10/2026).

Gedung yang sebelumnya lama tidak digunakan itu kini dimanfaatkan Komunitas Cermin Tasikmalaya untuk berbagai kegiatan, mulai dari pertunjukan, diskusi, pameran seni hingga literasi. Salah satunya pameran Dinasti Literasi yang mengangkat karya sastra ke dalam ekspresi seni. Menurut Cepi, gedung tersebut juga menjadi ruang belajar bagi generasi muda.

Terutama bidang musik, sastra, tari, teater, dan seni rupa. Kegiatan mingguan Ngopi Sastra rutin menjadi wadah diskusi bagi pegiat literasi,” paparnya.

Atas rencana tersebut, LSMI HMI Cabang Tasikmalaya mendesak Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya meninjau kembali rencana pembongkaran dan berdialog dengan komunitas seni. Jika bangunan harus dialihfungsikan, pemerintah diminta mempertimbangkan alternatif ruang agar kegiatan kesenian tetap berjalan.

“Kami tidak sedang memperjuangkan bangunan semata. Kami memperjuangkan ruang berproses dan keberlangsungan ekosistem seni budaya di Tasikmalaya,” tegas Cepi.

Baca juga berita lainnya di News Page
Terima kasih sudah mengunjungi thecuy . 🙂

Tinggalkan Balasan