Disnakertrans Kabupaten Serang Bidik 100 Kades untuk Cegah PMI Ilegal, Dua KK Berangkat ke Poso

By Jurnalis Berita

🌍 Translate this article:

Thecuy.com – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Serang merancang dua inisiatif untuk meningkatkan perlindungan bagi pekerja migran dan menciptakan peluang ekonomi bagi masyarakat. Inisiatif tersebut meliputi sosialisasi ketentuan mengenai Pekerja Migran Indonesia (PMI) kepada sekitar 100 kepala desa serta pengiriman dua kepala keluarga ke kawasan transmigrasi di Poso, Sulawesi Tengah, pada November 2026.

Kepala Disnakertrans Kabupaten Serang, Diana A Utami, menyatakan bahwa sosialisasi akan difokuskan pada para kepala desa, terutama yang berasal dari daerah yang selama ini menjadi asal pekerja migran. Menurutnya, pemerintah desa diharapkan dapat membantu menyusun peraturan desa yang berdasarkan Peraturan Bupati mengenai PMI.

β€œNantinya yang akan kami undang adalah para kepala desa. Desa harus menyusun peraturan desa dengan menggunakan Peraturan Bupati sebagai acuan, sebagai tindak lanjut dari MoU yang ditandatangani Bupati Serang dengan Kementerian P2MI,” kata Diana pada Selasa (27/10/2026).

Disnakertrans meyakini bahwa keterlibatan pemerintah desa sangat penting untuk mencegah warga pergi ke luar negeri melalui jalur ilegal. Dengan adanya peraturan desa, pihak berwenang di tingkat lokal diharapkan memiliki dasar yang kuat untuk meningkatkan sosialisasi, pengawasan, dan perlindungan bagi calon pekerja migran di wilayah masing-masing.

Selain program perlindungan pekerja migran, Disnakertrans Kabupaten Serang juga merencanakan pengiriman dua kepala keluarga ke kawasan transmigrasi di Poso pada November 2026. Kedua keluarga tersebut telah mengikuti pelatihan di Yogyakarta sebagai persiapan sebelum keberangkatan.

Diana menjelaskan bahwa setiap keluarga akan mendapatkan rumah dan lahan seluas dua hektare. Lahan tersebut dibagi menjadi 0,75 hektare di sekitar rumah dan 1,25 hektare untuk ladang yang dapat digunakan untuk menanam sayuran dan kegiatan pertanian lainnya.

Dia menyatakan bahwa minat masyarakat Kabupaten Serang untuk mengikuti program transmigrasi masih tinggi. Namun, pelaksanaan program tersebut memerlukan persiapan yang matang agar peserta tidak hanya memiliki tempat tinggal dan lahan, tetapi juga peluang untuk membangun kemandirian ekonomi di daerah tujuan.


Baca juga Berita lainnya di News Page

terimakasih sudah mengunjungi thecuy. πŸ™‚

Tinggalkan Balasan