
PANGANDARAN, RADSIK β Sejumlah wilayah di Kabupaten Pangandaran dilanda kekeringan, sehingga pemerintah daerah terpaksa mengambil dua pendekatan sekaligus: upaya spiritual dan penanganan teknis.
Di tengah belum adanya hujan, Pemerintah Kabupaten Pangandaran menggelar Salat Istisqa, menyiapkan sekitar 90 tandon air, serta merencanakan pembangunan 37 sumur bor tambahan.
Langkah-langkah tersebut diambil untuk mengamankan pasokan air bersih bagi warga dan mengantisipasi ancaman gagal panen.
Kemiskinan Kota Tasikmalaya Turun ke 9,34 Persen, Viman: Berkat Kerja Kompak Bersama Seluruh PihakListriknya Terang, PAD-nya Remang-Remang
Namun, meskipun upaya-upaya terus digencarkan, keterbatasan anggaran masih menjadi pekerjaan rumah dalam penanganan kekeringan.
Bupati Pangandaran, Hj Citra Pitriyami, mengatakan, Salat Istisqa tingkat kabupaten digelar sebagai ikhtiar batiniah agar hujan segera turun.
Sebelumnya, Pemkab juga telah menerbitkan surat edaran kepada seluruh pemerintah kecamatan untuk melaksanakan salat serupa di wilayah masing-masing.
βKita sudah melaksanakan Salat Istisqa di tingkat kabupaten. Ini merupakan ikhtiar batiniah kita meminta kepada Allah agar segera turun hujan. Sebelumnya kita juga sudah mengeluarkan surat edaran untuk Salat Istisqa di tingkat kecamatan, dan mudah-mudahan doa kita segera terkabul,β ujar Citra, Kamis (15/10/2026).
Berdasarkan prakiraan cuaca dan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), potensi hujan di wilayah tersebut diperkirakan mulai muncul pada November hingga Desember.
Sambil menunggu perubahan cuaca, pemerintah daerah mengupayakan penanganan darurat agar kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi.
Salah satu langkah yang ditempuh adalah berkolaborasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Kodim setempat.
Kerja sama tersebut telah merealisasikan pembangunan sembilan unit sumur bor.
Jangan Biarkan Kebaikan Terpecah! Zikir Bersama Jadi Ikhtiar Satukan Pedagang Pasar Cikurubuk Kota TasikmalayaAMI: Kritisnya Kapan-Kapan!
Selain itu, sebanyak 20 sumur bor irigasi telah rampung dibangun untuk mendukung sektor pertanian.
Sepuluh unit di antaranya berada di dekat permukiman warga sehingga berpotensi dimanfaatkan sebagai sumber air baku masyarakat.
Pemkab juga memproyeksikan pembangunan tahap kedua berupa 37 sumur bor tambahan.
Infrastruktur tersebut difokuskan untuk menjaga ketersediaan air bagi irigasi sawah, sekaligus menekan risiko gagal panen akibat kekurangan pasokan air.
Di sisi lain, distribusi air bersih akan diperkuat melalui penyediaan sekitar 90 unit tandon yang ditempatkan di desa-desa terdampak.
Skema ini dipilih karena dampak kekeringan tidak selalu merata di seluruh wilayah desa, melainkan kerap hanya terjadi di satu atau dua dusun.
Baca juga Berita lainnya di News Page
Terimakasih sudah mengunjungi thecuy . π

Saya adalah jurnalis di thecuy.com yang fokus menghadirkan berita terkini, analisis mendalam, dan informasi terpercaya seputar perkembangan dunia finansial, bisnis, teknologi, dan isu-isu terkini yang relevan bagi pembaca Indonesia.
Sebagai jurnalis, saya berkomitmen untuk:
Menyajikan berita yang akurasi dan faktanya terverifikasi.
Menulis dengan bahasa yang mudah dipahami, namun tetap menjaga integritas jurnalistik.
Menghadirkan laporan mendalam yang memberi perspektif baru bagi pembaca.
Di thecuy.com, saya tidak hanya melaporkan berita, tetapi juga berupaya menganalisis tren agar pembaca dapat memahami konteks di balik setiap peristiwa.
π Bidang Liputan Utama:
Berita Terbaru & ekonomi, keuangan.
Perkembangan teknologi dan inovasi digital.
Tren bisnis dan investasi.
Misi saya adalah membantu pembaca mendapatkan informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipercaya, sehingga mereka bisa membuat keputusan yang lebih cerdas dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia usaha.
π Kontak
Untuk kerja sama media atau wawancara, silakan hubungi melalui halaman Kontak thecuy.com atau email langsung ke [email protected].