
PANGANDARAN, RADSIK – Masalah kekurangan air bersih akibat kemarau masih membebani Pemerintah Kabupaten Pangandaran.
Pemerintah daerah berencana membeli 90 tangki air berkapasitas 2.000 liter each, dengan biaya sekitar Rp596 juta, guna mencukupi kebutuhan masyarakat yang terdampak kemarau.
Pengadaan tangki ini diharapkan dapat memperlancar penyaluran air bersih dan menjadi solusi penyimpanan sehingga masyarakat lebih mudah mendapatkan pasokan air.
Kemiskinan Kota Tasikmalaya Berkurang Menjadi 9,34%, Viman: Hasil Kerja Sama Semua PihakListrik Terang, Pendapatan Asli Daerah Menurun
Namun, efektivitas langkah ini akan sangat bergantung pada ketepatan penempatan tangki dan kelancaran pengisian air di wilayah yang terdampak.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pangandaran, Dodo Kusnadi, menyatakan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan DPRD dan beberapa instansi terkait guna merancang rencana distribusi air bersih.
“Kami akan segera membeli 90 unit tangki air bersih dalam waktu dekat,” katanya baru‑baru ini.
Dodo menjelaskan bahwa tangki‑tangki tersebut nantinya akan ditempatkan di tingkat desa. Pemerintah desa akan menentukan lokasi penempatan sekaligus mendata warga yang paling membutuhkan pasokan air bersih.
Skema ini diharapkan dapat membuat distribusi air lebih terorganisir dan tepat sasaran.
Karena itu, di tengah kemarau, masalahnya bukan hanya menyediakan air, tetapi juga memastikan pasokan sampai ke warga yang kesulitan mendapatkannya.
BPBD menargetkan pembelian 90 tangki tersebut dapat direalisasikan dalam waktu dekat, yaitu minggu ini atau paling lambat minggu depan.
Jangan Biarkan Kebaikan Terpecah! Zikir Bersama Menjadi Upaya untuk Menyampaikan Pedagang Pasar Cikurubuk di TasikmalayaAMI: Kritisnya Kapan-Kapan!
“Semoga bisa terealisasi minggu ini atau paling lambat minggu depan,” katanya.
Dari segi biaya, setiap tangki beserta peralatan pendukungnya diperkirakan menghabiskan sekitar Rp6,6 juta.
Dengan total 90 unit, kebutuhan anggaran keseluruhan diperkirakan mencapai sekitar Rp596 juta.
Dana tersebut berasal dari anggaran darurat yang dialokasikan untuk mengatasi dampak kekeringan.
Pengadaan tangki ini merupakan salah satu upaya pemerintah daerah dalam menghadapi krisis air bersih.
Namun, keberhasilan program ini tidak dapat dinilai hanya dari jumlah tangki yang dibeli.
Ketersediaan air untuk mengisi tempat penampungan, jadwal distribusi, dan pemerataan layanan bagi warga yang terdampak juga menjadi faktor penentu.
Jangan sampai tangki sudah berdiri, tetapi warga masih harus menunggu air datang. (deni nurdiansah)
Baca juga Berita lainnya di News Page
Terimakasih sudah mengunjungi thecuy . 🙂

Saya adalah jurnalis di thecuy.com yang fokus menghadirkan berita terkini, analisis mendalam, dan informasi terpercaya seputar perkembangan dunia finansial, bisnis, teknologi, dan isu-isu terkini yang relevan bagi pembaca Indonesia.
Sebagai jurnalis, saya berkomitmen untuk:
Menyajikan berita yang akurasi dan faktanya terverifikasi.
Menulis dengan bahasa yang mudah dipahami, namun tetap menjaga integritas jurnalistik.
Menghadirkan laporan mendalam yang memberi perspektif baru bagi pembaca.
Di thecuy.com, saya tidak hanya melaporkan berita, tetapi juga berupaya menganalisis tren agar pembaca dapat memahami konteks di balik setiap peristiwa.
📌 Bidang Liputan Utama:
Berita Terbaru & ekonomi, keuangan.
Perkembangan teknologi dan inovasi digital.
Tren bisnis dan investasi.
Misi saya adalah membantu pembaca mendapatkan informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipercaya, sehingga mereka bisa membuat keputusan yang lebih cerdas dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia usaha.
📞 Kontak
Untuk kerja sama media atau wawancara, silakan hubungi melalui halaman Kontak thecuy.com atau email langsung ke [email protected].