Edukasi Bahan Tambahan Pangan, Fakultas Farmasi UNAIR Dorong Keamanan Olahan Ikan di Muncar

By Jurnalis Berita

🌍 Translate this article:

BANYUWANGI – Produk olahan ikan yang aman menjadi bagian penting dalam upaya menjaga kesehatan masyarakat. Selain kualitas bahan baku dan kebersihan pengolahan, pemilihan bahan tambahan pangan (BTP) juga memerlukan perhatian. Pelaku usaha perlu memahami bahan yang diperbolehkan, ketepatan penggunaannya, serta cara mengenali indikasi bahan berbahaya dalam produk pangan.

Untuk mendukung pemahaman tersebut, Fakultas Farmasi Universitas Airlangga (FF UNAIR) menyelenggarakan pengabdian kepada masyarakat di Muncar, Banyuwangi, pada Sabtu (10/10/2026). Kegiatan bertajuk “Mewujudkan Generasi Sehat melalui Edukasi dan Penyuluhan Bahan Tambahan Pangan Anggota Koperasi Brak Bina Usaha Muncar Banyuwangi” ini memadukan penyuluhan keamanan pangan, pelatihan penggunaan perangkat uji sederhana, dan pemeriksaan kesehatan gratis.

Tim pengabdian kepada masyarakat diketuai Prof. Dr. apt. Djoko Agus Purwanto, M.Si., bekerja sama dengan Dinas Perikanan Banyuwangi dan Koperasi Brak Bina Usaha Muncar. Anggota koperasi menjadi sasaran kegiatan agar pengetahuan mengenai keamanan pangan dapat diterapkan dalam pengolahan produk ikan mereka.

Memahami Keamanan Bahan Tambahan Pangan

Dalam materi “Bahan Tambahan Makanan dan Minuman yang Aman dan Sehat”, Prof. Djoko mengenalkan penggunaan bahan tambahan pangan (BTP) yang tepat. Peserta diajak memahami perbedaan antara BTP yang diperbolehkan dan bahan berbahaya yang tidak boleh ditambahkan ke dalam pangan.

Tidak semua bahan tambahan pangan berbahaya. Penggunaannya perlu memperhatikan jenis bahan, peruntukan, dan jumlah yang diperbolehkan. Pemahaman ini membantu pelaku pengolahan ikan lebih cermat memilih bahan untuk produknya.

Edukasi Bahan Tambahan Pangan, Fakultas Farmasi UNAIR
Pendidikan Bahan Tambahan Pangan, Fakultas Farmasi UNAIR

Edukasi dilengkapi dengan materi “Mewujudkan Generasi Sehat melalui Pola Konsumsi Sehat” yang disampaikan Pak Mahar. Materi ini mengajak peserta memperhatikan kebiasaan makan sehari-hari untuk mendukung kesehatan diri dan keluarga.

Penyuluhan juga mencakup pola konsumsi sehat. Kedua materi tersebut menghubungkan tanggung jawab pelaku pengolahan pangan dengan kebiasaan masyarakat sebagai konsumen. Keamanan pangan perlu diperhatikan sejak proses produksi hingga makanan dikonsumsi.

Pelatihan Pengujian Sederhana

Pemahaman peserta diperkuat melalui demonstrasi dan pelatihan penggunaan test kit. Perangkat ini diperkenalkan untuk membantu pemeriksaan awal terhadap indikasi keberadaan bahan berbahaya pada pangan sesuai dengan jenis pengujiannya.

Melalui pelatihan tersebut, peserta belajar mengenal tahapan pengujian dan membaca hasil berdasarkan petunjuk penggunaan perangkat. Keterampilan ini diharapkan membantu anggota koperasi meningkatkan kewaspadaan terhadap keamanan produk olahan ikan mereka.

Sesi diskusi memberi ruang bagi peserta untuk membahas materi penyuluhan dan penggunaan perangkat uji. Rangkaian kegiatan juga mencakup pretest dan post-test sebagai sarana evaluasi pemahaman sebelum dan setelah edukasi. Evaluasi tersebut menjadi dasar untuk menilai kebutuhan penguatan materi pada kegiatan berikutnya.

Memadukan Keamanan Pangan dan Kesehatan Masyarakat

Selain edukasi dan pelatihan, tim menyediakan layanan kesehatan gratis berupa pemeriksaan tekanan darah, kolesterol, gula darah, dan asam urat. Layanan ini memberikan kesempatan kepada peserta untuk mengetahui kondisi kesehatannya melalui pemeriksaan awal.

Perpaduan layanan kesehatan dan edukasi keamanan pangan memperluas manfaat kegiatan. Peserta memperoleh pengetahuan yang dapat diterapkan dalam pengolahan pangan sekaligus kesempatan untuk lebih memperhatikan kesehatan diri.

Kegiatan ini mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) 3, yaitu Kehidupan Sehat dan Sejahtera. Pelaksanaannya juga menjadi bagian dari program AIRCARE (Airlangga Integrated Community Health, Access, Response, and Equity), yakni Transformasi Kesehatan Masyarakat melalui Promosi Kesehatan, Pencegahan Penyakit, Deteksi Dini, Teknologi Kesehatan, dan Penguatan Akses Layanan Kesehatan.

Penyuluhan keamanan pangan dan pola konsumsi sehat mendukung promosi kesehatan serta pencegahan penyakit. Pemeriksaan kesehatan mendukung deteksi dini dan penguatan akses layanan, sedangkan pelatihan test kit memperkenalkan pemanfaatan teknologi sederhana dalam pemeriksaan pangan.

Didanai oleh Universitas Airlangga melalui Skema Program Kemitraan Masyarakat Desa Binaan dengan nomor kontrak 3700/B/DST/UN3.FF/PM.01.01/2026, kegiatan ini diharapkan memperkuat kemampuan anggota Koperasi Brak Bina Usaha Muncar dalam memperhatikan keamanan produk olahan ikan. Kolaborasi perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan koperasi menjadi langkah bersama untuk menghadirkan pengetahuan yang bermanfaat bagi kesehatan masyarakat.

Lihat juga Berita lainnya di News Page.

terimakasih sudah mengunjungi thecuy. 🙂

Tinggalkan Balasan