Saat Pejuang Tarung Derajat mengendarai Vespa di Kota Tasikmalaya: Tenang, Ramah, dan Berprilaku Sopan

By Jurnalis Berita

🌍 Translate this article:

TASIKMALAYA, Thecuy.com — Di atas matras, mereka adalah sosok tangguh yang terlatih melontarkan pukulan dan tendangan presisi.

Namun begitu mesin kanannya dinyalakan, suara knalpot Vespa justru mengubah para petarung ini menjadi pribadi yang teramat kalem, ramah, dan penuh santun.

Itulah pemandangan hangat yang tersaji di sudut Kota Tasikmalaya, Sabtu (10/10/2026) sore.

Viman menjawab emosi Diky yang meledak soal penataan Dadaha Kota Tasikmalaya! Lumiland Dadaha resmi dibuka, Wali Kota Tasik bidik dampak ekonomi dan puluhan ribu siswa bisa masuk gratis.

Komunitas Vespa Saguru Indonesia (VSI) Tasikmalaya menggelar acara kumpul dan tur sore hari mengitari kawasan perkotaan yang sejuk.

Di bawah pimpinan Ki Ghanna (Guru H. Noves Narayana), VSI tidak hanya sebuah komunitas motor biasa yang senang berkumpul atau sekadar memamerkan keunikan besi tua.

Komunitas ini menjadi tempat unik yang mempertemukan para praktisi seni bela diri Tarung Derajat pecinta Vespa, sekaligus ruang untuk memperkuat tali silaturahmi berdasarkan nilai-nilai Islam.

Filosofi di balik nama Saguru mengandung kedalaman spiritual. Bagi VSI, Saguru menekankan bahwa semua anggota mengarah pada satu teladan utama dalam menjalani kehidupan, yaitu Nabi Muhammad SAW.

Maka tidak mengherankan, meskipun para anggotanya berlatar belakang sebagai petarung tangguh, etika dan aturan agama tetap menjadi benteng utama.

Satir halus bagi fenomena anak motor masa kini yang sering dianggap arogan: di VSI, sikap garang hanya ada di arena pertandingan, sedangkan di jalanan yang terdengar adalah etika dan persaudaraan.

Rangkaian acara dimulai sekitar pukul 16.00 WIB. Setelah berkumpul dan memastikan kendaraan klasik mereka siap, kelompok itu meluncur santai melewati jalanan Kota Tasikmalaya.

Ratusan Barista Kota Tasikmalaya telah disertifikasi, diuji agar kopi tidak hanya tentang gaya. Miras masih beredar di Kota Tasikmalaya melalui COD, puluhan botol diselipkan dalam tas punggung.

Suasana sore yang sejuk berpadu dengan suara mesin Vespa yang khas menjadi terapi tersendiri di tengah kesibukan rutinitas harian.

Setelah puas ngabuburit sore sebagai scooterist, rombongan tiba di Cafe dan Resto Stasiun Baretto.

Ketika azan Magrib berkumandang, helm dilepas dan saf dibentuk. Semua anggota menunaikan salat Magrib berjamaah terlebih dahulu sebelum makan malam.

Setelah itu, percakapan hangat tentang kenangan, aksesoris otomotif, dan perkembangan Vespa mengalir tanpa hambatan antara generasi muda dan senior.

Bagi VSI Tasikmalaya, Vespa hanyalah sebuah jembatan. Tujuan utamanya adalah menjaga silaturahmi antar generasi dan menerima latar belakang yang beragam.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Terima kasih sudah mengunjungi thecuy . 🙂

Tinggalkan Balasan