Masalah sosial, geng motor, dan ekonomi menjadi topik utama diskusi panel pada Muker I FOSSMA.

By Jurnalis Berita

🌍 Translate this article:

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Forum Silaturahim Solusi Masyarakat (FOSSMA) Kota Tasikmalaya ditantang menerjemahkan gagasan menjadi solusi nyata bagi masyarakat.

Musyawarah kerja (Musker) ke-I yang digelar di Universitas Tasikmalaya (Unitas), Sabtu (10/10/2026), menjadi ujian awal bagi organisasi tersebut untuk membuktikan bahwa persatuan tidak cukup hanya dibicarakan, tetapi harus diwujudkan melalui kerja konkret.

Mengusung tema dari Tasikmalaya untuk Persatuan, dari Persatuan untuk Kemajuan, forum tersebut membahas sejumlah persoalan strategis, mulai dari pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, kenakalan remaja, hingga penguatan ekonomi lokal dan optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Baca Juga:Lumiland Dadaha Resmi Dibuka, Wali Kota Tasik Bidik Efek Ekonomi dan Puluhan Ribu Siswa Bisa Masuk Gratis  Ratusan Barista Kota Tasikmalaya Disertifikasi, Diuji Biar Kopi Enggak Cuma Modal Gaya

Ketua Umum FOSSMA Kota Tasikmalaya, Dadang AP, menegaskan, organisasinya tidak boleh sekadar menjadi ruang berkumpul dan bertukar pikiran.

FOSSMA harus mampu menjembatani persoalan masyarakat dengan solusi yang bisa dilaksanakan.

“FOSSMA bukan sekadar tempat berkumpul dan bertukar gagasan, tetapi harus menjadi jembatan antara persoalan masyarakat dan solusi nyata,” ujarnya.

Menurut Dadang, hasil musyawarah perlu diterjemahkan menjadi program yang terarah, terukur, dan berkelanjutan.

Setiap kegiatan harus memiliki tujuan jelas, pembagian tugas, serta mekanisme evaluasi agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.

Ia mengingatkan, semangat organisasi tidak boleh hanya menyala ketika forum berlangsung, kemudian meredup saat memasuki tahap pelaksanaan.

“Jangan sampai semangat hanya tumbuh saat bermusyawarah, tetapi melemah ketika waktunya bekerja. FOSSMA harus membuktikan komitmennya melalui aksi nyata,” tegasnya.

Baca Juga:Miras Masih Beredar di Kota Tasikmalaya Lewat COD, Belasan Botol Diselipkan dalam Tas RanselTelkomsel-PosDigi Bidik 200 Ribu Agen Pos Lewat Paket Sat Set

Dalam pembahasan Musker ke-I ini, Pemateri Nurhayati Effendi, mantan Anggota DPR RI dan Calon Wali Kota, menyoroti pentingnya inovasi dalam pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.

Menurutnya, kedua aspek tersebut perlu berjalan beriringan dengan pengembangan potensi ekonomi daerah.

Produk unggulan Kota Tasikmalaya, kata dia, perlu diperkuat melalui kolaborasi berbagai pihak agar semakin dikenal dan mampu memberikan nilai tambah bagi kesejahteraan masyarakat.

Pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, dan pengembangan produk lokal tidak cukup berhenti sebagai daftar program.

Ketiganya membutuhkan langkah berkelanjutan, dukungan lintas sektor, serta ukuran keberhasilan yang jelas.

Pemateri lainnya, Yanto Oce, advokat yang juga mantan Calon Wali Kota, mendorong FOSSMA lebih berani menyampaikan gagasan dan rekomendasi yang dapat ditindaklanjuti untuk mendukung pembangunan Kota Tasikmalaya.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Terimakasih sudah mengunjungi thecuy . 🙂

Tinggalkan Balasan