DP3AP2KB Banda Aceh Gencarkan Sosialisasi Program Pengarusutamaan Gender dan Pemberdayaan Perempuan

By Jurnalis Berita

🌍 Translate this article:

Banda Aceh, FAnews.id – Pemerintah Banda Aceh terus meningkatkan implementasi Program Pengarusutamaan Gender (PUG) dan pemberdayaan perempuan melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB), sebagai bagian dari upaya mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkeadilan.

Upaya pemerintah daerah meningkatkan pemahaman semua pemangku kepentingan tentang pentingnya kesetaraan gender dalam pembangunan melalui berbagai kegiatan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat.

Tiara Sutari AR, S.STP., M.M, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DP3AP2KB Kota Banda Aceh, menyatakan bahwa pengarusutamaan gender adalah strategi untuk memberikan perempuan dan laki-laki kesempatan, akses, partisipasi, kontrol, serta manfaat yang setara dalam setiap program pembangunan.

“Pembangunan yang berhasil adalah pembangunan yang melibatkan seluruh potensi masyarakat tanpa diskriminasi. Oleh karena itu, pengarusutamaan gender menjadi bagian penting dalam mewujudkan keadilan dan kesejahteraan masyarakat,” Tiara menambahkan.

Ia berpendapat bahwa perempuan memainkan peran strategis di berbagai bidang, mulai dari pembangunan keluarga, pendidikan, dan ekonomi hingga pengambilan keputusan di ruang publik. Oleh karena itu, peningkatan kapasitas perempuan harus terus dilakukan secara berkelanjutan.

DP3AP2KB Kota Banda Aceh selama ini telah melaksanakan berbagai program pemberdayaan perempuan, di antaranya pelatihan kepemimpinan, pendidikan politik perempuan, penguatan ekonomi keluarga, peningkatan kapasitas kelompok Balai Inong, serta mendorong keterlibatan perempuan dalam perencanaan pembangunan melalui forum Musyawarah Rencana Aksi Perempuan (Musrena).

Lebih lanjut, sosialisasi juga bertujuan menghapus berbagai stereotip dan hambatan sosial yang masih membatasi partisipasi perempuan dalam pembangunan.

“Kami berharap bahwa perempuan di Banda Aceh semakin percaya diri untuk tampil, menyampaikan aspirasi, serta mengambil peran strategis sebagai pemimpin, pelaku usaha, dan agen perubahan di lingkungan masing-masing,” katanya.

Pemerintah Kota Banda Aceh berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi dengan seluruh elemen masyarakat, organisasi perempuan, akademisi, dan perangkat gampong dalam mewujudkan pembangunan yang responsif gender.

Melalui Program Pengarusutamaan Gender dan pemberdayaan perempuan, diharapkan tercipta masyarakat yang lebih inklusif dan setara, yang mampu memberikan ruang yang sama bagi perempuan dan laki-laki untuk berkontribusi dalam pembangunan daerah.

“Perempuan Berdaya, Banda Aceh Maju dan Sejahtera” merupakan semangat bersama dalam menciptakan Banda Aceh yang adil, inklusif, dan berkelanjutan. [ADV]

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan