
CIAMIS, Thecuy.com – Pemerintah Kabupaten Ciamis terus memperkuat jaminan kehalalan pangan asal hewan. Salah satunya dengan meningkatkan kompetensi juru sembelih halal (Juleha) agar proses penyembelihan hewan memenuhi ketentuan syariat Islam sekaligus menghasilkan daging yang aman, sehat, utuh, dan halal.
Upaya tersebut dilakukan Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Ciamis melalui bimbingan teknis (bimtek) Juleha di Aula KORPRI Ciamis, Senin (5/10/2026). Kegiatan tersebut diikuti 30 peserta yang berasal dari rumah pemotongan hewan unggas dan rumah pemotongan hewan besar.
Kepala Disnakkan Kabupaten Ciamis Anton Wahyu Radityananto melalui Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) drh. Asri Kurnia mengatakan, bimtek Juleha merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap tahun. Program tersebut bahkan telah berjalan sejak 2014.
During the extended dry season, OTL SPP Cineam Tasikmalaya conducts a joint Istisqa prayer with local farmers. The Papayan-Cikalong portal faces criticism, with business owners calling for legal trucks to avoid restrictions.
The Juleha guidance program has been running since 2014; in 2026, there are around 30 participants from each poultry slaughterhouse and large animal slaughterhouse, he said to radar on Monday (5/10/2026).
According to him, the program has produced hundreds of halal slaughterers in Ciamis Regency. Each year, the number of participants in one class ranges from 20 to 50 individuals.
“The total number of Juleha in Ciamis Regency exceeds 500, as each annual guidance session admits 20–50 participants,” he stated.
This year’s Juleha technical guidance is funded by the Ciamis Regency Regional Budget (APBD) for 2026. Consequently, the 30 participants are not charged any fees. In contrast, those opting for independent training may incur costs ranging from Rp3 million to Rp6 million per person.
“The Ciamis Regency Government, in collaboration with the Ciamis Regency MUI, provides this Juleha technical guidance free of charge,” he said.
During the guidance session, participants receive theoretical and practical instruction on poultry slaughter. The curriculum includes slaughter procedures in accordance with Islamic law, delivered by the Indonesian Ulema Council (MUI), along with technical livestock insights provided by Disnakkan.
Asri explained that the training aims not only to impart knowledge but also to refine the skills of experienced field slaughterers.
Building synergy with KPAID, the Tasikmalaya Regency Ministry of Religious Affairs develops a formula to address bullying in madrasahs. Meanwhile, the potential zakat from MBG kitchen in Tasikmalaya Regency reaches Rp4.5 billion, according to BAZNAS.
“Our current goal is to enhance the capabilities of animal slaughterers in every sub-district through this technical guidance,” he stated.
Baca juga Berita lainnya di News Page Terimakasih sudah mengunjungi thecuy . 🙂

Saya adalah jurnalis di thecuy.com yang fokus menghadirkan berita terkini, analisis mendalam, dan informasi terpercaya seputar perkembangan dunia finansial, bisnis, teknologi, dan isu-isu terkini yang relevan bagi pembaca Indonesia.
Sebagai jurnalis, saya berkomitmen untuk:
Menyajikan berita yang akurasi dan faktanya terverifikasi.
Menulis dengan bahasa yang mudah dipahami, namun tetap menjaga integritas jurnalistik.
Menghadirkan laporan mendalam yang memberi perspektif baru bagi pembaca.
Di thecuy.com, saya tidak hanya melaporkan berita, tetapi juga berupaya menganalisis tren agar pembaca dapat memahami konteks di balik setiap peristiwa.
📌 Bidang Liputan Utama:
Berita Terbaru & ekonomi, keuangan.
Perkembangan teknologi dan inovasi digital.
Tren bisnis dan investasi.
Misi saya adalah membantu pembaca mendapatkan informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipercaya, sehingga mereka bisa membuat keputusan yang lebih cerdas dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia usaha.
📞 Kontak
Untuk kerja sama media atau wawancara, silakan hubungi melalui halaman Kontak thecuy.com atau email langsung ke [email protected].