
TASIKMALAYA, Thecuy.com – Tekanan fiskal menyempitkan ruang manuver Pemerintah Kota Tasikmalaya.
Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026 akhirnya disetujui DPRD Kota Tasikmalaya dalam Rapat Paripurna kelima, Selasa malam (29/9/2026).
Persetujuan itu menjadi landasan pemerintah daerah untuk menerapkan kebijakan fiskal pada sisa tahun anggaran 2026.
Run For Tasik 2026! Berlari Melawan Sampah, Menjaga Pejuang Kebersihan Tiga Orang Jadi Tersangka Pembunuhan Pria Bertato di Ciawi Tasikmalaya, Terancam Hukuman 12 Tahun Penjara
Meskipun demikian, di balik angka yang telah disahkan, terungkap bahwa kapasitas keuangan daerah mengalami penurunan tajam.
Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Tasikmalaya mencatat proyeksi pendapatan daerah turun dari sekitar Rp1,8 triliun menjadi Rp1,48 triliun. Ini berarti terjadi penyesuaian sekitar Rp320 miliar.
Pendapatan Asli Daerah (PAD) juga dipotong. Proyeksinya turun Rp4,32 miliar menjadi sekitar Rp449 miliar.
Di sisi pengeluaran, pemerintah daerah menyesuaikan anggaran dari Rp1,555 triliun menjadi Rp1,514 triliun. Pengeluaran daerah berkurang sekitar Rp31 miliar.
Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan, menyatakan perubahan APBD tersebut bertujuan untuk mereprioritaskan program.
Di tengah keterbatasan fiskal, pemerintah memilih mempertahankan sektor yang dianggap langsung berkaitan dengan kebutuhan masyarakat.
“Untuk perubahan ini, fokus kita adalah mereprioritaskan, terutama pada kesehatan dan pendidikan,” kata Viman.
SMAN 3 Tasikmalaya Tingkatkan Pengawasan Siswa Pasca Dugaan Penganiayaan Senior Mengemuka Kelurahan di Kota Tasikmalaya Intensifkan Gotong Royong untuk Mengatasi Sampah
Menurutnya, pemerintah daerah masih menerima dukungan program dari pemerintah pusat. Misalnya, di sektor pendidikan terdapat program revitalisasi sekolah yang dibiayai oleh pemerintah pusat.
Sementara itu, di sektor kesehatan, Viman menyatakan Kota Tasikmalaya tetap mempertahankan Universal Health Coverage (UHC) melalui dukungan BPJS Kesehatan.
“Kabar dari pusat mengenai kesehatan kami sampaikan,” jelasnya.
Di sisi lain, pemerintah daerah mulai merancang strategi untuk memperkuat sumber pendapatan daerah. Salah satunya adalah mengoptimalkan sektor UMKM dan ekonomi kreatif.
Viman mengatakan Kota Tasikmalaya diarahkan sebagai kota yang mengandalkan sektor jasa dan perdagangan. Namun, penguatan sektor tersebut tidak bisa dilakukan hanya dengan bergantung pada APBD.
Tahun ini, katanya, pemerintah lebih banyak menyiapkan fondasi, termasuk infrastruktur regulasi untuk ekonomi kreatif. Peraturan daerah mengenai ekonomi kreatif juga direncanakan akan ditetapkan tahun depan.
Baca berita lainnya juga di News Page
Terimakasih sudah mengunjungi thecuy . 🙂

Saya adalah jurnalis di thecuy.com yang fokus menghadirkan berita terkini, analisis mendalam, dan informasi terpercaya seputar perkembangan dunia finansial, bisnis, teknologi, dan isu-isu terkini yang relevan bagi pembaca Indonesia.
Sebagai jurnalis, saya berkomitmen untuk:
Menyajikan berita yang akurasi dan faktanya terverifikasi.
Menulis dengan bahasa yang mudah dipahami, namun tetap menjaga integritas jurnalistik.
Menghadirkan laporan mendalam yang memberi perspektif baru bagi pembaca.
Di thecuy.com, saya tidak hanya melaporkan berita, tetapi juga berupaya menganalisis tren agar pembaca dapat memahami konteks di balik setiap peristiwa.
📌 Bidang Liputan Utama:
Berita Terbaru & ekonomi, keuangan.
Perkembangan teknologi dan inovasi digital.
Tren bisnis dan investasi.
Misi saya adalah membantu pembaca mendapatkan informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipercaya, sehingga mereka bisa membuat keputusan yang lebih cerdas dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia usaha.
📞 Kontak
Untuk kerja sama media atau wawancara, silakan hubungi melalui halaman Kontak thecuy.com atau email langsung ke [email protected].