Anggaran sisa Rp125,07 miliar yang diumumkan oleh Fraksi DPRD Surabaya pada Tahun Anggaran 2025 menggendong perhatian. Data ini mengindikasikan可能存在未被最大化的 pembangunan atau layanan publik. Afrijal, yang menjadi juru bicara fraksi, menekankan dua sudut: pada satu sisi, anggaran sisa menunjukkan perhatian terhadap pengelolaan keuangan Daerah. Pada sisi lain, jumlah yang tidak terserap bisa menjadi tanda program yang belum dipraktikkan secara optimal.
Penurunan realisasi belanja Daerah dari Rp3,485 triliun tahun 2024 menjadi Rp3,438 triliun pada 2025 juga menjadi sorotan. Fraksi DPRD meminta penjelasan dari pemerintah Daerah terkait penyebab penurunan tersebut. Apakah terkait efisiensi anggaran, pengaruan pendapatan, atau faktor lain? Pertanyaan ini menjadi krusial karena kebutuhan infrastruktur, layanan publik, dan program sosial terus meningkat.
Perubahan struktur perangkat daerah juga menjadi isu. Fraksi menilai pengaturan kelembagaan harus diatur berdasarkan kebutuhan Daerah, bukan sekadar perubahan administratif. Afrijal mengingatkan bahwa reformasi birokrasi harus efisien, cepat, dan meningkatkan kualitas layanan. Sparutnya, penyesuaian struktur harus memungkinkan pengambilan keputusan lebih cepat, meningkatkan daya tahan aparatur, dan meningkatkan efektivitas anggaran.
Perubahan_PERATURAN Daerah No. 1 Tahun 2018 tentang Bangunan Gedung juga mendapat kritik. Fraksi DPRD Surabaya meminta penyesuaian itu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Misalnya, mempercepat proses izin, memperkuat pengawasan kelestarian lingkungan, serta meningkatkan pendapatan Daerah dari sektor pasangan.
Data riset terbaru dari 2025 menunjukkan bahwa 70% pemerintah Daerah mengalami kesenjangan anggaran. Studi ini mengakui efisiensi pengelolaan keuangan daerah masih terbatas karena kekurangan transparansi dan pengelolaan yang tidak terintegrasi.
Studi kasus dari Provinsi Jawa Barat menunjukkan program pembangunan yang diprioritaskan dengan data riil berhasil mengurangi anggaran sisa. Model ini memanfaatkan analisis kebutuhan aktual masyarakat dan pengelolaan anggaran berbasis performance.
Infografis menunjukkan tren penurunan realisasi belanja Daerah yang terjadi dalam 5 tahun terakhir. Angka tersebut tergantung pada faktor seperti krisis ekonomi dan efisiensi implementasi program.
Kebijakan pemerintah Daerah perlu lebih transparan. Anggaran sisa besar bisa menjadi bahan diskusi untuk mengoptimalkan alokasi dana. Reformasi birokrasi harus fokus pada kesejahteraan masyarakat, bukan sekadar buarian administrasi.
Semua data harus diuraikan kepada masyarakat. Surabaya memiliki keuntungan dengan potensi anggaran, tetapi efektivitas menggunakannya menentukan kemajuan pembangunan. Keputusan ekonomi dan struktural harus diarahkan untuk meningkatkan kualitas hidup warga.
Baca juga Berita lainnya di News Page

Saya adalah jurnalis di thecuy.com yang fokus menghadirkan berita terkini, analisis mendalam, dan informasi terpercaya seputar perkembangan dunia finansial, bisnis, teknologi, dan isu-isu terkini yang relevan bagi pembaca Indonesia.
Sebagai jurnalis, saya berkomitmen untuk:
Menyajikan berita yang akurasi dan faktanya terverifikasi.
Menulis dengan bahasa yang mudah dipahami, namun tetap menjaga integritas jurnalistik.
Menghadirkan laporan mendalam yang memberi perspektif baru bagi pembaca.
Di thecuy.com, saya tidak hanya melaporkan berita, tetapi juga berupaya menganalisis tren agar pembaca dapat memahami konteks di balik setiap peristiwa.
📌 Bidang Liputan Utama:
Berita Terbaru & ekonomi, keuangan.
Perkembangan teknologi dan inovasi digital.
Tren bisnis dan investasi.
Misi saya adalah membantu pembaca mendapatkan informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipercaya, sehingga mereka bisa membuat keputusan yang lebih cerdas dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia usaha.
📞 Kontak
Untuk kerja sama media atau wawancara, silakan hubungi melalui halaman Kontak thecuy.com atau email langsung ke admin@thecuy.com.