Tips Tetap Produktif Meskipun Sedang Tidak Mood Kerja

anindya

By anindya

🌍 Translate this article:

Thecuy, pernahkah kamu open laptop di pagi hari, lihat daftar pekerjaan yang panjang, lalu rasanya ingin close laptop lagi?

Sebenarnya deadline sudah dekat. Ada email yang harus dibales, laporan belum selesai, meeting masih nunggu, dan beberapa tugas lain juga sudah masuk list yang harus diselesaikan hari ini. Masalahnya, kamu lagi gak mood buat mengerjakan semuanya.

Di situasi begini, sering muncul pikiran, “Nanti aja deh kalau udah mood.” Sayangnya, nunggu mood datang balik gak selalu bikin pekerjaan jadi lebih gampang. Justru makin lama ditunda, pekerjaan bisa terasa makin berat karena waktu yang available jadi makin sedikit.

Penelitian tentang procrastination atau kebiasaan menunda pekerjaan menunjukkan bahwa task aversiveness, yaitu seberapa tidak menyenangkan atau berat sebuah tugas dirasakan, jadi salah satu faktor yang terkait dengan kecenderungan menunda. 

Maksudnya, rasa “malas” atau ogah mulai muncul karena tugas itu terasa terlalu berat, boring, atau bikin kita gak nyaman. Buat mengatasinya, daripada mikir harus selesaikan seluruh laporan hari ini, kamu cukup buka dokumennya dan ngerjain bagian pertama. Daripada usaha fokus selama berjam-jam, kamu bisa kerja dalam satu sesi singkat terus istirahat.

Jadi, Thecuy, produktif pas lagi gak mood bukan berarti memaksa diri jadi superwoman. Kadang, produktif artinya tetap selesaikan satu hal penting meski energi lagi gak sebanyak biasanya.

Nah, kalau hari ini kamu betul-betul gak mood kerja, coba beberapa cara berikut.

                                                                                                                                                                                            <section id="section-detail-2" class="multi-card " data-page="2" data-page-title="1. Mulai dari Tugas yang Paling Kecil" dtr-evt="halaman selanjutnya" dtr-sec="halaman selanjutnya" dtr-act="tombol halaman selanjutnya" dtr-id="324940" dtr-ttl="1. Mulai dari Tugas yang Paling Kecil" onclick="_pt(this)" readability="32">
                            <h2 class="fw-bold fs-5">1. Mulai dari Tugas yang Paling Kecil</h2>
                            <div readability="7">
                                <img src="https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/09/20/perempuan-membuka-laptop-dan-mulai-bekerjafoto-pexelscomalena-darmel-1790610569405.jpeg?w=700&q=90" alt title/>
                                <p>Perempuan membuka laptop dan mulai bekerja/Foto: pexels.com/Alena Darmel</p>
                            </div>
                            <p>Thecuy, kalau lihat satu tugas besar terasa melelahkan, jangan langsung mikir semuanya sekaligus.</p>

Contohnya kamu harus buat sebuah artikel. Daripada mikir, “Aku harus selesaikan artikel ini sekarang,” ubah jadi beberapa langkah kecil, cari referensi, buat judul, nulis intro, lalu kembangin poin pertama.

Kamu cuma perlu fokus pada satu langkah dulu. Cara ini bisa bantu karena tugas yang terasa sulit jadi lebih mudah.

Hal ini juga sejalan dengan teori goal setting dari psikolog Edwin Locke dan Gary Latham. Tujuan yang spesifik bantu mengarahkan aktivitas dan bikin seseorang lebih gampang lihat apa yang perlu dilakukan buat capai target.

Jadi, pas lagi gak mood, jangan langsung pasang target terlalu besar kayak “Hari ini harus produktif banget.” Coba ganti dengan, “Aku selesaikan satu bagian ini dulu.” Seringkali, bagian tersulit memang bukan ngerjain tugas sampai selesai, tapi memulainya.

2. Kerja dalam Waktu Singkat, Lalu Beri Jeda

Perempuan kerja fokus di depan laptop dengan timer di samping meja/Foto: pexels.com/Mikhail Nilov

Pas gak mood, membayangkan harus duduk di depan laptop selama delapan jam aja sudah terasa capek, Thecuy. Daripada lihat pekerjaan sebagai satu blok waktu yang panjang, kamu bisa membaginya jadi beberapa sesi.

Contohnya, fokus kerja selama 20 sampai 30 menit, terus istirahat sebentar buat minum, berdiri dari kursi, atau lihat keluar jendela. Setelah itu, balik kerja buat sesi berikutnya.

Gak ada jumlah waktu yang wajib dipake. Kamu cuma perlu atur batas yang jelas antara periode fokus dan waktu istirahat.

Penelitian berupa meta analisis terhadap 22 sampel studi dengan total 2.335 partisipan nemu bahwa micro breaks kasih efek positif terhadap vigor atau rasa berenergi dan bantu mengurangi fatigue. Jadi, jangan merasa bersalah pas ambil jeda di tengah kerja.

Kalau setelah 25 menit kerja kamu berdiri sebentar, ambil minum, terus balik ke laptop dengan kepala yang terasa lebih segar, jeda tersebut bukan berarti kamu buang waktu.

Seringkali, ketika mood turun, kerja sedikit demi sedikit bisa terasa lebih realistis daripada memaksa diri selesaikan semuanya sekaligus.

3. Jauhkan Distraksi yang Bikin Fokusmu Cepat Buyar

Perempuan kerja di depan laptop dengan ponsel diletakkan jauh dari meja kerja/Foto: pexels.com/https://kaboompics.com/

Thecuy, saat gak mood kerja, godaan buat buka Instagram, cek chat, atau cuman liat reels biasanya terasa makin besar.

Awalnya cuman pengen buka ponsel sebentar. Tapi, tanpa sadar lima belas menit berlalu. Setelah balik ke laptop, kamu malah harus inget lagi tugas yang tadi lagi dikerjain.

Waktu energi buat fokus lagi rendah, coba buat lingkungan kerja sesederhana mungkin. Tutup tab yang gak terkait sama kerjaan, aktifin mode do not disturb, atau letakkan ponsel sedikit lebih jauh dari jangkauan tangan.

Jadi, kalau lagi sulit konsentrasi, jangan cuman andalanin niat buat “harus fokus”. Coba bantu diri kamu dengan buat lingkungan yang emang lebih minim gangguan.

Contohnya, pas harus selesaikan proposal, cukup buka dokumen, browser buat cari referensi, dan tab yang memang dibutuhin. Sisanya bisa ditutup dulu.

Kamu gak harus punya konsentrasi sempurna sepanjang hari, Thecuy. Saat lagi ngerjain satu tugas, kasih otak kamu kesempatan buat beneran ada di tugas itu.

4. Pilih Satu Pekerjaan yang Paling Penting untuk Diselesaikan Hari Itu

Perempuan milih satu tugas dari daftar kerjaan sebelum mulai ngerjainnya/Foto: pexels.com/Thirdman

Thecuy, salah satu hal yang bikin gak mood kerja adalah melihat terlalu banyak tugas dalam satu waktu.

Ada laporan yang belum kelar, email yang belum dibales, meeting siang nanti, dan tugas baru yang udah masuk list. Semuanya keliatan penting bikin kamu bingung harus mulai dari mana. Daripada coba selesaikan semuanya sekaligus, pilih satu tugas yang paling penting dulu.

Contohnya hari ini ada lima tugas, tapi satu di antaranya punya deadline terdekat. Fokuskan energi terbaik kamu pada tugas tersebut sebelum pindah ke tugas berikutnya.

Cara ini juga bisa bikin tugas terasa lebih ringan secara mental. Kamu gak lagi mikir, “Hari ini aku harus selesaikan semuanya,” tapi cukup, “Aku selesaikan yang ini dulu.”

Setelah satu tugas penting selesai, baru liat lagi daftar tugas berikutnya. Kalau ternyata energi kamu masih cukup, lanjutin. Kalau belum, setidaknya ada satu tugas penting yang udah beres.

5. Berhenti Menuntut Diri Harus Selalu Produktif Maksimal

Perempuan senyum setelah centang satu tugas yang udah selesai dari daftar tugas/Foto: pexels.com/Vitaly Gariev

Thecuy, ini mungkin justru bagian yang paling sulit dilakukan. Ketika gak mood, kita sering merasa bersalah karena gak bisa kerja secepat atau seproduktif biasanya. Akhirnya, bukannya mulai kerja, kita malah sibuk nyalahin diri sendiri.

Padahal, produktivitas gak harus selalu berarti selesaikan tugas sebanyak-banyaknya dalam satu hari. Ada hari ketika kamu bisa selesaikan banyak hal. Ada juga hari ketika energimu cuman cukup buat selesaikan satu atau dua tugas penting. Keduanya tetap bagian dari ritme kerja yang normal.

Thecuy, kamu gak perlu memaksa diri terus kerja cuma karena merasa sedang gak boleh berhenti. Coba bedain antara “aku lagi malas” dan “aku memang lagi kelelahan”. Kalau tubuh dan pikiran udah bener-bener terasa terkuras, istirahat mungkin lebih masuk akal daripada memaksa diri duduk berjam-jam tapi gak menghasilkan apa-apa.

Tapi, kalau cuma lagi kehilangan mood, kamu tetap bisa mulai dari satu tugas kecil, jauhkan distraksi, selesaikan target yang paling penting, dan kasih diri kamu ruang buat istirahat pas memang butuh.

Karena produktif gak selalu berarti kerja sebanyak-banyaknya. Kadang, produktif artinya tau apa yang perlu dilakukan dan tau kapan harus berhenti sejenak.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

                <p>(ria/ria)</p>

terimakasih sudah mengunjungi thecuy. 🙂

Tinggalkan Balasan