Thecuy.com, Pandeglang – Pendapatan daerah dari sektor Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) di Kabupaten Pandeglang hingga pertengahan September 2026 baru mencapai 57,33 persen dari target tahunan Rp174 miliar. Kondisi ini mengundang kritik dari akademisi Institut Kemandirian Nusantara (IKNUS), Arif Nugroho, yang berpendapat bahwa rendahnya penerimaan PBB bukan hanya disebabkan oleh kepatuhan warga yang rendah, melainkan juga oleh masalah dalam tata kelola pemungutan pajak.
Arif menekankan pentingnya melakukan evaluasi menyeluruh terhadap proses pemungutan PBB, mulai dari wajib pajak, petugas pemungut di tingkat desa, hingga penyetoran ke kas daerah. Ia mempertanyakan apakah dana yang telah dipungut benar-benar masuk ke kas daerah atau justru tertahan dalam proses administrasi. Kondisi ini tidak hanya berkaitan dengan administrasi, tetapi juga langsung berdampak pada akuntabilitas pengelolaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) keuangan daerah.
Permasalahan Tata Kelola PBB di Pandeglang
Menurut Arif, Pemkab Pandeglang masih menggunakan sistem pemungutan PBB yang lama dengan pengawasan yang terbatas. Padahal, di era digital saat ini, sistem yang dapat melacak pembayaran pajak secara transparan sangat memungkinkan untuk diterapkan. Sistem tersebut harus mampu memantau proses pembayaran mulai dari wajib pajak, petugas pemungut, hingga penerimaan dana di kas daerah.
Selain itu, Arif mengingatkan pentingnya pembaruan data objek pajak dan wajib pajak serta pengawasan yang diperkuat terhadap petugas pemungut. Tanpa pembenahan ini, target penerimaan PBB yang ditetapkan pemerintah daerah hanya akan menjadi angka di atas kertas yang sulit tercapai secara konsisten setiap tahun.
Kondisi Realisasi PBB dan Dampaknya
Data dari Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Pandeglang menunjukkan bahwa PBB dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) masih menjadi kendala utama dalam pencapaian target pajak daerah. Sementara sektor pajak lainnya sudah melampaui target triwulan III sebesar 75 persen, penerimaan pajak secara keseluruhan di Pandeglang baru mencapai 57,33 persen dari target tahunan.
Ketidakefektifan tata kelola ini berpotensi menyebabkan kebocoran pendapatan daerah yang seharusnya dapat digunakan untuk pembangunan dan pelayanan publik. Oleh karena itu, Arif mendesak Pemkab Pandeglang untuk tidak hanya fokus pada penagihan, tapi juga membangun sistem yang bersih, transparan, dan akuntabel agar seluruh potensi PAD dapat dioptimalkan tanpa kebocoran.
Langkah yang Diperlukan
- Memperbarui dan memverifikasi data objek dan wajib pajak secara berkala.
- Meningkatkan pengawasan terhadap petugas pemungut di tingkat desa.
- Menerapkan sistem digital yang memungkinkan pelacakan pembayaran pajak secara real-time dan transparan.
- Memastikan setiap setoran pajak benar-benar masuk ke kas daerah tanpa tertahan di proses administrasi.
- Mengevaluasi seluruh sumber PAD termasuk pajak dan retribusi daerah untuk menghindari kebocoran pendapatan.
Upaya tersebut dinilai penting untuk meningkatkan akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah serta mendorong tercapainya target penerimaan pajak yang berkelanjutan dan mendukung pembangunan Kabupaten Pandeglang.
Dengan pembenahan tata kelola dan pengawasan yang lebih baik, diharapkan penerimaan PBB di Pandeglang dapat meningkat signifikan, memberikan manfaat nyata bagi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat setempat.
Baca juga Berita lainnya di News Page
terimakasih sudah mengunjungi thecuy. 🙂

Saya adalah jurnalis di thecuy.com yang fokus menghadirkan berita terkini, analisis mendalam, dan informasi terpercaya seputar perkembangan dunia finansial, bisnis, teknologi, dan isu-isu terkini yang relevan bagi pembaca Indonesia.
Sebagai jurnalis, saya berkomitmen untuk:
Menyajikan berita yang akurasi dan faktanya terverifikasi.
Menulis dengan bahasa yang mudah dipahami, namun tetap menjaga integritas jurnalistik.
Menghadirkan laporan mendalam yang memberi perspektif baru bagi pembaca.
Di thecuy.com, saya tidak hanya melaporkan berita, tetapi juga berupaya menganalisis tren agar pembaca dapat memahami konteks di balik setiap peristiwa.
📌 Bidang Liputan Utama:
Berita Terbaru & ekonomi, keuangan.
Perkembangan teknologi dan inovasi digital.
Tren bisnis dan investasi.
Misi saya adalah membantu pembaca mendapatkan informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipercaya, sehingga mereka bisa membuat keputusan yang lebih cerdas dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia usaha.
📞 Kontak
Untuk kerja sama media atau wawancara, silakan hubungi melalui halaman Kontak thecuy.com atau email langsung ke [email protected].