Salah satu hal tersulit bagi seorang anak adalah saat orang tua membandingkan dirinya dengan saudara atau orang lain. Luka emosional yang mereka alami di masa kecil dapat tercermin dalam kebiasaan yang mereka tunjukkan ketika dewasa.
Orang tua seringkali tidak menyadari ketika mereka membandingkan anaknya dengan orang lain. Mereka bermaksud memberikan nasihat, tetapi tanpa sengaja mengucapkan perbandingan langsung kepada anak. Jika terus-menerus dilakukan, hal ini dapat menyebabkan anak tumbuh dengan kepercayaan diri yang rendah, merasa iri, tidak dicintai, dan hubungan dengan orang tua menjadi jauh.
Anak-anak yang tumbuh dalam lingkungan keluarga seperti ini sering mengembangkan kebiasaan tertentu ketika mereka dewasa yang dapat berdampak pada kesejahteraan hidup mereka. Menurut laporan dari Your Tango, mari kita simak penjelasannya!
<section id="section-detail-2" class="multi-card " data-page="2" data-page-title="Lebih Kompetitif" dtr-evt="halaman selanjutnya" dtr-sec="halaman selanjutnya" dtr-act="tombol halaman selanjutnya" dtr-id="324422" dtr-ttl="Lebih Kompetitif" onclick="_pt(this)" readability="13.5">
<h2 class="fw-bold fs-5">Sering Bersaing</h2>
<div readability="8">
<img src="https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/09/17/cara-mengenali-anak-yang-sering-dibandingkan-sejak-kecil-dari-kebiasaannya-saat-dewasa-1789620186995_169.jpeg?w=700&q=90" alt="Anak yang sering dibandingkan cenderung mengembangkan kebiasaan tertentu saat beranjak dewasa yang bisa memengaruhi kesejahteraan hidup mereka. Mereka jadi lebih kompetitif, takut mengecewakan orang lain, dan mudah membandingkan diri dengan orang lain." title="Anak yang sering dibandingkan cenderung mengembangkan kebiasaan tertentu saat beranjak dewasa yang bisa memengaruhi kesejahteraan hidup mereka. Mereka jadi lebih kompetitif, takut mengecewakan orang lain, dan mudah membandingkan diri dengan orang lain."/>
<p>Mendeteksi anak yang sering dibanding-banding sejak kecil melalui kebiasaan di masa dewasa/Foto: Pexels.com</p>
</div>
<p>Ketika seorang anak sering dibandingkan dengan saudaranya, mereka dapat tumbuh menjadi individu yang lebih kompetitif di masa dewasa. Mereka percaya bahwa nilai diri mereka tergantung pada kasih sayang dan perhatian yang mereka terima dari orang tua.</p>
Sebagai akibatnya, mereka terus-menerus terdorong untuk mencari keamanan palsu dengan cara mengalahkan orang lain, bahkan dalam situasi yang tidak memerlukan persaingan. Fokus mereka selalu pada mengalahkan orang lain, bukan mencapai kesuksesan untuk diri sendiri.
Takut Membuat Orang Lain Kecewa
Mendeteksi anak yang sering dibanding-banding sejak kecil melalui kebiasaan di masa dewasa/Foto: Pexels.com
Kebiasaan lain pada anak yang sering dibanding-banding adalah tekanan besar yang mereka rasakan untuk tidak mengecewakan orang lain. Perasaan ini dapat muncul sebagai keinginan terus-menerus untuk menyenangkan orang lain dan sikap perfeksionis.
Ketika masih kecil, mereka memikul banyak tanggung jawab untuk memenuhi harapan orang tua, seperti tuntutan untuk menjadi anak yang baik dan tidak merepotkan. Pola pikir ini tetap terbawa hingga dewasa, sehingga mereka menetapkan standar yang tidak realistis bagi diri sendiri. Selain itu, mereka sering menilai harga diri mereka berdasarkan seberapa besar mereka disukai oleh orang lain.
Cenderung Membanding-banding Diri dengan Orang Lain
Mendeteksi anak yang sering dibanding-banding sejak kecil melalui kebiasaan di masa dewasa/Foto: Pexels.com
Kebiasaan dibanding-banding sejak kecil terbawa hingga dewasa. Sikap ini akhirnya memengaruhi cara mereka berbicara kepada diri sendiri dan betapa kerasnya mereka menghakimi diri sendiri.
Perjuangan untuk mendapatkan perhatian orang tua semasa kecil membuat mereka merasa harus ‘tampil’ atau membuktikan diri hanya untuk mendapatkan hal-hal yang paling mendasar. Meskipun mereka mungkin dapat mengatasi masalah rendah diri ini di kemudian hari, mereka biasanya tetap membawa pola tersebut ke dalam hubungan dewasa dalam bentuk keterikatan cemas atau kebutuhan mendalam akan kedekatan yang disertai ketakutan intens akan penolakan atau ditinggalkan.
***
Apakah kamu ingin menjadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa mengikuti berbagai acara online dan offline yang seru yang diselenggarakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan maupun laki-laki, dan kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Ayo, bergabunglah dengan Buzznesia Community. Caranya: DAFTAR DI SINI!
<p>(naq/naq)</p>
Terima kasih sudah mengunjungi thecuy. 🙂

Saya adalah penulis di thecuy.com, sebuah website yang berfokus membagikan tips keuangan, investasi, dan cara mengelola uang dengan bijak, khususnya untuk pemula yang ingin belajar dari nol.
Melalui thecuy.com, saya ingin membantu pembaca memahami dunia finansial tanpa ribet, dengan bahasa yang sederhana.