Cara Mengenali Orang yang Caper dan Haus akan Validasi melalui Perilakunya di Hadapan Publik

anindya

By anindya

🌍 Translate this article:

Thecuy, keinginan untuk diperhatikan, dipahami, dan dihargai oleh orang-orang di sekitar kita adalah hal yang wajar. Secara psikologis, pemenuhan kebutuhan emosional ini memang membawa banyak dampak positif.

Beberapa dampak positif di antaranya adalah meningkatkan self-esteem, membangun rasa percaya diri, mengurangi stres dan kecemasan, hingga menguatkan hubungan dengan orang lain.

Namun, ini bukan berarti kita bisa bertindak self-centered atau berpusat pada diri sendiri secara berlebihan demi mendapatkan perhatian tersebut. Pasalnya, sikap tersebut bisa mengganggu dan menyebalkan bagi orang lain.

Melansir YourTango, orang yang suka caper dan haus validasi kerap menunjukkan perilaku yang khas. Ada beberapa cara mengenalinya lewat kebiasaan di depan umum. Apa saja itu? Simak!

                                                                                                                                                                                            <section id="section-detail-2" class="multi-card " data-page="2" data-page-title="1. Suka Mencari Pujian" dtr-evt="halaman selanjutnya" dtr-sec="halaman selanjutnya" dtr-act="tombol halaman selanjutnya" dtr-id="324295" dtr-ttl="1. Suka Mencari Pujian" onclick="_pt(this)" readability="18">
                            <h2 class="fw-bold fs-5">1. Mencari Sanjungan</h2>
                            <div readability="7">
                                <img src="https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/09/14/orang-caper-dan-haus-validasi-1789389279623.jpeg?w=700&q=90" alt="cara mengenali orang caper dan haus validasi dari kebiasaannya di depan banyak orang adalah suka mencari pujian" title="cara mengenali orang caper dan haus validasi dari kebiasaannya di depan banyak orang adalah suka mencari pujian"/>
                                <p>Ilustrasi perempuan caper/Foto: Magnific.com</p>
                            </div>
                            <p>Kebiasaan orang caper dan haus validasi yang pertama adalah suka mencari pujian. Profesor psikologi Joachim I.Krueger menyampaikan bahwa kebiasaan tersebut dilakukan karena mereka cenderung tidak percaya diri dan sedikit egois, sehingga suka mencari validasi dalam setiap interaksinya dengan orang lain.</p>

Namun, ketika ingin membuat orang lain terkesan, mereka kadang-kadang menampilkan kepalsuan dan berpura-pura menjadi sosok yang bukan diri mereka sebenarnya.

Menariknya, orang dengan kecerdasan sosial tinggi pun bisa melakukan hal serupa, tetapi dengan cara yang lebih halus. Mereka suka pamer terselubung yang entah dilakukan karena ingin mendapatkan pengakuan atau menutupi rasa mindernya.

2. Bermain sebagai Korban

cara mengenali orang caper dan haus validasi dari kebiasaannya di depan banyak orang adalah sering kali berperan sebagai korban

Ilustrasi perempuan caper/Foto: Magnific.com

Orang caper dan haus perhatian sering kali berperan sebagai korban. Kebiasaan ini dilakukan untuk menghindari tanggung jawab atas kesalahannya sendiri dan mencari simpati dari orang lain.

Bahkan, cara tersebut sering digunakan untuk menceritakan kesuksesan pribadi. Mereka mengatakan bahwa perjuangan mereka begitu keras dibandingkan orang lain karena mereka selalu menjadi “korban.” Padahal, mereka hanyalah berpura-pura dan itu hanyalah wujud dari rasa tidak percaya dirinya.

Seseorang yang terus-menerus merasa dirinya sebagai korban dan terus membicarakannya kepada orang sekitarnya bisa terasa menyebalkan. Bukannya mengundang simpati, hal itu justru bisa membuat image-nya semakin buruk.

3. Suka Membicarakan Diri Sendiri

cara mengenali orang caper dan haus validasi dari kebiasaannya di depan banyak orang adalah senang berbicara tentang dirinya sendiri

Ilustrasi perempuan caper/Foto: Magnific.com

Cara mengenali orang caper dan haus validasi dari kebiasaannya adalah mereka senang berbicara tentang diri sendiri. Yap, mereka selalu bertindak self-centered, seolah dunia hanya berpusat padanya.

Mereka akan terus mengarahkan percakapan kembali ke diri mereka tanpa memperhatikan kehadiran orang lain. Kebiasaan ini tentu buruk, karena tindakan egois mereka membuat orang lain tidak didengar dan diperhatikan.

4. Kebiasaan Berbohong Mengenai Hal Kecil

cara mengenali orang caper dan haus validasi dari kebiasaannya di depan banyak orang

Ilustrasi perempuan caper/Foto: Magnific.com

Terakhir, karena ingin membuat orang di sekitarnya terkesan, mereka tidak menjadi dirinya sendiri. Mereka cenderung suka berbohong tentang hal-hal kecil demi memuaskan egonya.

Mereka tidak ragu untuk berbohong demi terlihat lebih baik. Padahal, kebohongan kecil yang dilakukan terus-menerus itu bisa menjadi tanda bahaya. Kebohongan kecil itu bisa menjadi kebiasaannya dalam hidup.

Thecuy, itu dia beberapa cara mengenali orang caper dan haus validasi dari kebiasaannya di depan banyak orang. Bagaimana menurutmu, pernah menemuinya?

***

Ingin jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikut berbagai acara online dan offline seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan maupun laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

                <p>(ria/ria)</p>

terimakasih sudah mengunjungi thecuy. 🙂

Tinggalkan Balasan