Empati adalah kemampuan untuk memahami dan merasakan emosi orang lain, sehingga kita bisa melihat berbagai hal dari sudut pandang mereka dan terhubung dengan perasaan mereka.
Menurut Verywell Mind, kemampuan ini sangat penting untuk memperkuat hubungan dan komunikasi, serta membangun kebaikan dan kepercayaan, Thecuy. Sayangnya, tidak semua orang memiliki kemampuan yang sama dalam berempati dengan orang lain.
Ada orang-orang yang cenderung memiliki empati rendah sehingga kesulitan merasakan apa yang orang lain alami. Selain itu, mereka mungkin juga mengalami hambatan dalam kemampuan kognitif dan emosional untuk memahami, menjalin keterhubungan, dan merasakan pengalaman orang lain guna memahami penderitaan emosional mereka dengan lebih baik.
Berikut adalah beberapa tanda bahwa seseorang kurang memiliki empati terhadap orang lain. Mari kita simak, Thecuy!
<section id="section-detail-2" class="multi-card " data-page="2" data-page-title="1. Cenderung Fokus pada Diri Sendiri" dtr-evt="halaman selanjutnya" dtr-sec="halaman selanjutnya" dtr-act="tombol halaman selanjutnya" dtr-id="324317" dtr-ttl="1. Cenderung Fokus pada Diri Sendiri" onclick="_pt(this)" readability="19.451438848921">
<h2 class="fw-bold fs-5">1. Cenderung Fokus pada Diri Sendiri</h2>
<div readability="7">
<img src="https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/05/06/cara-mengenali-orang-yang-childish-dan-egois-dilihat-dari-ucapannya-menurut-pakar-psikologi-1778058005225_43.jpeg?w=700&q=90" alt="Kalimat " kamu still react this also has phrasing similar to previous sentences. kalimat shows that there is title="Kalimat "/>
<p>Cenderung fokus pada diri sendiri/ Foto: Magnific.com</p>
</div>
<p>Ciri utama dari orang yang memiliki empati rendah adalah kecenderungan untuk fokus pada diri sendiri. Mereka sering mengutamakan diri sendiri dan posisi mereka di dunia ini, bahkan terkadang sama sekali tidak memikirkan orang lain, Thecuy.</p>
Mereka juga cenderung mengutamakan kebutuhan mereka sendiri di atas kebutuhan orang lain. Orang yang hanya memikirkan diri sendiri akan selalu memprioritaskan kepentingan pribadi dan tidak pernah memberikan empati yang dibutuhkan oleh orang lain.
Empati melibatkan upaya untuk memahami dan merasakan apa yang dialami orang lain, sementara sikap terlalu memikirkan diri sendiri ditandai dengan fokus yang berlebihan pada diri sendiri dan kebutuhan pribadi.
Penelitian menunjukkan bahwa media sosial dan penekanan pada citra serta penampilan dapat memicu perilaku yang egois, di mana individu lebih mengutamakan bagaimana mereka dilihat oleh orang lain daripada membangun hubungan yang tulus.
2. Meminimalkan Rasa Sakit dengan Ungkapan yang Singkat dan Mudah
Meminimalkan rasa sakit dengan ungkapan yang singkat dan mudah/ Foto: magnific.com/benzoix
Menurut Cottonwood Psychology, ciri lain dari orang yang memiliki empati rendah adalah cara mereka menanggapi penderitaan orang lain.
Misalnya, ketika seorang teman curhat tentang masalah keluarga yang menyakitkan, orang yang kurang berempati akan memberikan respons singkat dan cenderung ‘meminimalkan’ rasa sakit teman tersebut dengan mengatakan, ‘Segala sesuatu terjadi karena ada alasan di baliknya’ atau ‘Lihatlah sisi positifnya saja’.
Meskipun pernyataan-pernyataan tersebut tidak sepenuhnya salah, hal itu bisa terkesan ‘meremehkan’ kesedihan atau kesulitan yang dialami orang lain. Selain itu, ada perasaan-perasaan tertentu yang membutuhkan ‘ruang’ untuk diungkapkan, seperti kekecewaan, kesedihan, ketakutan, dan lainnya.
3. Sulit Melihat Sudut Pandang Apa Pun Selain Sudut Pandang Sendiri
Sulit melihat sudut pandang apa pun selain sudut pandang sendiri/ Foto: Magnific.com
Thecuy, kemampuan untuk melihat dari sudut pandang orang lain adalah inti dari empati. Sayangnya, orang-orang yang kurang berempati cenderung kesulitan melihat sudut pandang selain dari diri mereka sendiri.
Misalnya, ketika seseorang menceritakan perdebatan dengan orang yang kurang berempati, mereka akan merespons dengan mengatakan, ‘Kalau itu aku, aku tidak akan pernah merasa seperti itu.’
Pernyataan tersebut bisa membuat orang yang mendengarnya merasa frustrasi dan cenderung meremehkan masalah yang dihadapi. Ketika seseorang menceritakan masalahnya kepadamu, sebaiknya kamu mencoba memahami dari sudut pandang si pencerita untuk dapat berempati dengan lebih baik, Thecuy.
Orang dengan tingkat empati yang rendah sering kali terjebak dalam sudut pandang mereka sendiri. Mereka menilai orang lain berdasarkan apa yang akan mereka pikirkan, pilih, atau toleransi.
Hal ini menciptakan pola interaksi yang sempit, di mana perbedaan dianggap sebagai sesuatu yang salah, bukan sebagai sumber wawasan. Ketika seseorang tidak dapat keluar dari sudut pandangnya sendiri, percakapan bisa terasa sangat melelahkan.
—
Apakah kamu ingin bergabung dengan Buzznesia Community, di mana kamu bisa ikut berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan maupun laki-laki, dan kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, bergabunglah dengan Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!
<p>(sim/sim)</p>
terimakasih sudah mengunjungi thecuy. 🙂

Saya adalah penulis di thecuy.com, sebuah website yang berfokus membagikan tips keuangan, investasi, dan cara mengelola uang dengan bijak, khususnya untuk pemula yang ingin belajar dari nol.
Melalui thecuy.com, saya ingin membantu pembaca memahami dunia finansial tanpa ribet, dengan bahasa yang sederhana.