
TASIKMALAYA, Thecuy.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tasikmalaya menegaskan kategori laki-laki yang berhubungan seks dengan laki-laki (LSL) dalam program penanggulangan HIV tidak bisa serta-merta disamakan dengan lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT).
Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya Asep Hendra Hendriana mengatakan, LSL merupakan kategori berdasarkan perilaku yang berkaitan dengan mekanisme penularan HIV.
Karena itu, pihaknya tidak memiliki kompetensi maupun data untuk menyimpulkan seseorang dalam kelompok tersebut otomatis merupakan bagian dari LGBT.
Unpaid vendor contributions prompt council to request evaluation of parking cooperation between the City Parking Department and Tasikmalaya; HIV/AIDS transmission in Tasikmalaya city still dominated by LGBT! Out of 808 LSL tested, 40 individuals positive.
“Apakah laki-laki seks laki-laki itu termasuk ke sana? Belum tentu. Karena itu istilahnya hanya mekanisme penularan,” kata Asep, Kamis (13/8/2026).
Pernyataan itu disampaikan di tengah temuan kasus HIV di Kota Tasikmalaya yang masih menjadi perhatian. Hingga Juni 2026, tercatat 88 kasus baru HIV-AIDS.
Dari 808 orang LSL yang menjalani tes HIV, sebanyak 40 orang dinyatakan positif atau sekitar 5 persen. Angka tersebut menjadi persentase temuan positif tertinggi dibandingkan sejumlah kelompok lain yang menjalani pemeriksaan.
Namun, Asep mengingatkan agar angka tersebut tidak dijadikan alasan untuk memberi stigma kepada kelompok tertentu.
Menurut dia, tugas tenaga kesehatan bukan menentukan identitas seksual seseorang, melainkan memastikan setiap manusia yang membutuhkan pelayanan kesehatan tetap mendapatkan pemeriksaan, pengobatan dan edukasi.
“Kami memperlakukan manusia sebagai seorang manusia yang punya hak asasi untuk akses layanan kesehatan, untuk mendapatkan obat, untuk mendapatkan skrining,” terangnya.
Asep mengakui persoalan tersebut tidak sederhana. Di satu sisi, perilaku seksual berisiko dapat menjadi jalur penularan penyakit. Di sisi lain, tenaga kesehatan tetap memiliki kewajiban memberikan pelayanan tanpa diskriminasi.
RAT! Unmet contribution targets cause parking vendors in Tasikmalaya city to fall behind in payments.
Bahkan, ia mengaku pernah mendapat tekanan dari sejumlah tokoh dalam pembahasan mengenai penanganan kelompok berisiko.
Menurut Asep, pendekatan kesehatan tidak boleh berubah menjadi penghukuman.
Sebab, ketika kelompok berisiko justru dijauhi, mereka berpotensi semakin sulit dijangkau program pemeriksaan dan pencegahan.
“Kalau kami frontal, mereka langsung bikin barikade. Kita enggak bisa masuk ke komunitas. Dia enggak mau terbuka, bahkan ganti nomor telepon, bahkan hilang entah ke mana,” tuturnya.
Situasi tersebut, kata dia, justru dapat memperbesar persoalan. Sebab, ketika kelompok berisiko tidak lagi terhubung dengan layanan kesehatan, upaya menemukan kasus dan mencegah penularan menjadi semakin sulit.
Baca juga Berita lainnya di News Page
Terimakasih sudah mengunjungi thecuy . :)"

Saya adalah jurnalis di thecuy.com yang fokus menghadirkan berita terkini, analisis mendalam, dan informasi terpercaya seputar perkembangan dunia finansial, bisnis, teknologi, dan isu-isu terkini yang relevan bagi pembaca Indonesia.
Sebagai jurnalis, saya berkomitmen untuk:
Menyajikan berita yang akurasi dan faktanya terverifikasi.
Menulis dengan bahasa yang mudah dipahami, namun tetap menjaga integritas jurnalistik.
Menghadirkan laporan mendalam yang memberi perspektif baru bagi pembaca.
Di thecuy.com, saya tidak hanya melaporkan berita, tetapi juga berupaya menganalisis tren agar pembaca dapat memahami konteks di balik setiap peristiwa.
📌 Bidang Liputan Utama:
Berita Terbaru & ekonomi, keuangan.
Perkembangan teknologi dan inovasi digital.
Tren bisnis dan investasi.
Misi saya adalah membantu pembaca mendapatkan informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipercaya, sehingga mereka bisa membuat keputusan yang lebih cerdas dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia usaha.
📞 Kontak
Untuk kerja sama media atau wawancara, silakan hubungi melalui halaman Kontak thecuy.com atau email langsung ke [email protected].