Apakah kamu pernah merasa bahwa setiap kali kamu menyinggung kesalahan dalam hubungan, kamu justru yang dituduh bersalah, Thecuy?
Padahal, hubungan yang sehat memerlukan kedua pihak untuk mengakui kesalahan dan memperbaikinya bersama. Sayangnya, tidak semua orang mampu bersikap dewasa sehingga memilih menghindari tanggung jawab dengan menggunakan kata-kata tertentu.
Jika pasanganmu sering mengucapkan beberapa kalimat berikut saat bertengkar, kemungkinan besar itu adalah tanda bahwa ia tidak ingin mengakui kesalahannya. Mari simak penjelasan yang diambil dari Your Tango!
<section id="section-detail-2" class="multi-card " data-page="2" data-page-title="“Kamu terlalu baper”" dtr-evt="halaman selanjutnya" dtr-sec="halaman selanjutnya" dtr-act="tombol halaman selanjutnya" dtr-id="322359" dtr-ttl="“Kamu terlalu bper”" onclick="_pt(this)" readability="15">
<h2 class="fw-bold fs-5">“Kamu terlalu bper”</h2>
<div readability="7">
<img src="https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/07/25/sering-menuduh-bper-ke-pasanganfoto-magnific-1785407437952.jpeg?w=700&q=90" alt title/>
<p>Sering menuduh pasangan terlalu bper / Foto: Magnific</p>
</div>
<p>Frasa ini mengalihkan perhatian dari isu sebenarnya. Alih-alih membahas tindakan, percakapan justru berubah menjadi apakah pasangan terlalu sensitif.</p>
Seiring waktu, orang yang terus-menerus mendengar frasa ini mungkin mulai meragukan perasaannya sendiri. Sebaliknya, pasangan yang matang secara emosional akan mencoba memahami alasan di balik perasaan tersebut, bukan langsung menghakimi. Respons seperti, “Coba jelaskan mengapa kamu merasa terluka,” jauh lebih efektif dalam menyelesaikan masalah hubungan.
“Ya sudah, berarti aku memang selalu jadi orang jahat”
Menghindari pembicaraan tentang kesalahan / Foto: Magnific
Pada awalnya, ucapan ini terdengar penuh penyesalan. Namun, percakapan sebenarnya beralih ke upaya menenangkan diri sendiri, bukan mengatasi masalah yang sedang dibahas.
Ada perbedaan besar antara mengakui perbuatan salah dan menyebut diri sendiri sebagai orang terburuk. Individu yang dewasa akan berkata, “Aku memang salah tadi,” bukan membuat pasangannya merasa harus menghibur terlebih dahulu sebelum masalah selesai.
“Kamu salah ingat”
Sering meragukan ingatan pasangan / Foto: Magnific
Perbedaan sudut pandang memang bisa terjadi dalam sebuah hubungan. Namun, terus-menerus menyatakan bahwa pasangan salah ingat tanpa mau mendengarkan versinya hanya membuat komunikasi semakin sulit.
Hubungan yang sehat memberi ruang bagi dua orang untuk memiliki pengalaman yang berbeda terhadap peristiwa yang sama. Tujuannya bukan memenangkan perdebatan, melainkan mencari pemahaman bersama agar masalah tidak terus berulang.
“Kalau kamu nggak mulai duluan, aku juga nggak bakal marah”
Shifting blame onto partner / Foto: Magnific
Tindakan seseorang memang bisa memengaruhi emosi orang lain. Namun, setiap orang tetap bertanggung jawab atas cara mereka merespons situasi tersebut.
Marah atau kecewa bukan alasan untuk menggunakan kata-kata kasar atau bersikap menyakiti pasangan. Kedewasaan emosional terlihat ketika seseorang dapat berkata, “Aku memang kesal, tapi caraku bereaksi tadi juga salah.”
“Sudahlah, nggak usah dibahas lagi”
Not confronting the mistake / Foto: Magnific
Mengambil jeda saat emosi sedang tinggi memang bukan hal yang salah. Bahkan, itu bisa membantu kedua belah pihak berpikir lebih tenang sebelum melanjutkan diskusi.
Masalahnya muncul ketika jeda berubah menjadi kebiasaan menghindari pembicaraan. Akibatnya, persoalan tidak pernah benar-benar selesai dan terus menumpuk. Ingat, ya, Thecuy, pasangan bisa memilih diam bukan karena semuanya baik-baik saja, melainkan karena merasa pendapatnya tidak pernah dianggap penting.
Mengucapkan salah satu frasa di atas sesekali belum tentu berarti pasangan memiliki niat buruk. Namun, jika pola tersebut terus berulang dan selalu digunakan untuk menghindari tanggung jawab, hubungan bisa menjadi tidak sehat dalam jangka panjang.
Oleh karena itu, jangan hanya fokus pada kata-kata yang digunakan, tetapi juga perhatikan apakah pasangan benar-benar bersedia berubah setelah melakukan kesalahan dalam hubungan. Komunikasi yang jujur, saling menghargai, dan keberanian mengakui kesalahan tetap menjadi fondasi penting agar hubungan dapat bertahan dengan sehat.
***
Apakah kamu ingin menjadi bagian dari Buzznesia Community, di mana kamu bisa mengikuti berbagai acara online dan offline seru yang diselenggarakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan maupun laki-laki. Kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Ayo, bergabunglah dengan Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!
<p>(naq/naq)</p>
terima kasih sudah mengunjungi thecuy. :)</

Saya adalah penulis di thecuy.com, sebuah website yang berfokus membagikan tips keuangan, investasi, dan cara mengelola uang dengan bijak, khususnya untuk pemula yang ingin belajar dari nol.
Melalui thecuy.com, saya ingin membantu pembaca memahami dunia finansial tanpa ribet, dengan bahasa yang sederhana.